Headlines News :

Latest Post

Pesan Solidaritas PEMBARU Indonesia dalam Hari Lahir Front Mahasiswa Nasional yang ke 17

Written By PP FMN on Selasa, 19 Mei 2020 | 00.38



Salam Demokrasi Nasional!
Semoga kawan-kawan tetap dalam keadaan sehat serta bersemangat kerja massa, memperkuat dan memperluas organisasi untuk memajukan perjuangan demokratis nasional di Indonesia.
                                      
Kami Sengenap Pimpinan Komite Eksekutif dan Komite Nasional Pemuda Baru (PEMBARU) Indonesia mengucapkan selamat Hari Lahir Front Mahasiswa Nasiona (FMN) yang ke 17 tahun (18 Mei 2003 – 18 Mei 2020). Salam Hangat dan semoga di usianya yang ke 17 tahun ini FMN dapat terus meneguhkan dirinya sebagai organisasi Mahasiswa yang progresif, militan, patriotik dan demokratik, yang menyatukan para mahasiswa,  bagi kaum muda intelektual menjadikan FMN tempat sekolah gerakan dan wadah perjuangan. FMN juga harus terus mendidik anggota-anggotanya agar semakin erat bersatu dan berjuang bersama rakyat, terutama Klas Buruh dan Kaum Tani.

Dalam memontum Hari Lahir Front Mahasiswa Nasional yang mengankat tema “Pemuda Mahasiswa Bangkit Bersatu Bersama Klas Buruh dan Kaum Tani: Wujudkan Pendidikan Ilmiah, Demokratis dan Mengabdi Pada Rakyat” Tentunya sangat tepat dengan situasi dan problem pokok yang dihadapi oleh Rakyat. Problem pokok rakyat tentunya tidak bisa dipisahkan dari problem yang dihadapi oleh Pemuda.   

Saat ini dampak Covid-19 sangat dirasakan oleh Pemuda Mahasiswa di seluruh Indonesia. Hingga hari ini jumlah jumlah Pemuda mahasiswa sekitar 6,7 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Artinya jumlah Mahasiswa sangat sedikit jika dibanding dengan jumlah pemuda sekitar 84 Juta dari total penduduk Indonesia. Selama masa pandemi Covid-19, orang tua Mahasiswa khususnya yang bekerja sebagai Buruh dan petani harus membuang uang dengan percuma karena pembelajaran diberlakukan dengan sistem jarak jauh (online).Pasalnya, biaya kuliah yang menyentuh jutaan rupiah sangat berbanding jauh dengan upah buruh dan tani yang sangat rendah. Belum lagi tambahan biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai kebutuhan pembelajaran jarak jauh, seperti kuota internet hingga alat komunikasi penunjangnya.

Sedangkan Jutaan Buruh harus dihadapkan dengan PHK, pemotongan upah, hingga penundaan THR yang dilakukan oleh pengusaha dengan legitimasi dari pemerintah. Sementara itu, kaum tani di pedesaan terus dihadapkan dengan perampasan dan monopoli tanah di pedesaan. Selain itu ancaman Pandemi Covid-19, kaum tani tetap mendapatkan tidakan represif, kriminalisasi, penangkapan, hingga pembunuhan.

Di tengah derita rakyat dan kondisi hidup yang semakin buruk, pemerintahan Joko Widodo terus melahirkan kebijakan yang menghisap rakyat. Dikeluarkannya Perpres No 64 Tahun 2020 yang esensinya adalah kenaikan iuran BPJS Kesehatan merupakan pukulan bagi rakyat.

Sampai saat ini kaum intelektual terus dibodohi dan dibatasi hak politik dalam kebebasan berpendapat dan berorganisasinya. Pemerintah menggunakan berbagai cara untuk membungkam mahasiswa, termasuk dengan stigmatisasi negatif, kekerasan, dan teror. Semua tindasan fasis tersebut menghambat perkembangan kehidupan intelektual yang ilmiah, progresif, dan demokratis sehingga semakin dijauhkan dari realita objektif kondisi rakyat Indonesia.

Sektor pendidikan Indonesia menjadi ajang transaksi bisnis berkedok pelayanan jasa pendidikan. Institusi pendidikan tinggi justru terus menjadi tameng kepentingan imperialis, borjuasi besar komprador dan tuan tanah.

Oleh karena itu, dalam situasi sekarang ini tidak ada pilihan lain bagi pemuda mahasiswa kecuali bersatu dengan klas buruh, kaum tani dan seluruh rakyat tertindas dan terhisap untuk terus memajukan perjuangan reforma agraria sejati dan industri nasional. Karena, tanpa persatuan dan kemenangan sejati klas buruh dan kaum tani, pemuda mahasiswa Indonesia tidak akan memiliki masa depan yang gilang gemilang.

Dalam rangka hari Lahir FMN, kami juga berharap agar FMN semakin banyak melahirkan aktivis massa yang siap terlibat aktif dalam pembangunan organisasi pemuda di perdesaan maupun perkotaan.

Pemuda Baru Indonesia selalu siap memberi dukungan dan solidaritas  untuk berjuang bersama dengan FMN demi mewujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat.
Hormat Kami
Komite Eksekutif Nasional
PEMBARU Indonesia


Catur Widi A                                                                               Junaid Judda
Ketua Umum                                                                             Sekretaris Jenderal

Pesan Solidaritas KABAR BUMI untuk Front Mahasiswa Nasional (FMN) Pada Ulang Tahun ke 17



Kami segenap Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI) mengucapkan selamat ulang tabun yang ke 17 kepada Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Tujuh belas tahun sudah usiamu, ibarat orang sudah mulai memasuki masa dewasa. Begitu juga harapan kami semoga pemuda mahasiswa terus berjuang dan membaur dengan berbagai sektor untuk perbaikan kondisi rakyat yang semakin tertindas, terlebih saat ini kita berada pada masa pandemic Covid-19. Kita sebagai ormass Demokratis Nasional harus memperhatikan secara khusus kebutuhan massa dan anggota di tengah pandemi ini.

Kami juga mengucapkan terimakasih yang mendalam bagi FMN yang selama ini terus setia memberikan pelayanan terhadap buruh migran dan keluarganya. Kami terus berharap kerja sama seperti ini akan terus kita lanjutkan dan kita tingkatkan.

Kita menghadapi permasalahan yang sama, perampasan tanah yang massif akibat sistim Setengah Jajahan Setengah Feodal, tingginya biaya pendidikan menjadikan jutaan pemuda dan pemudi tak sekolah. Sebagian menjadi  buruh migran, seperti kami yang terpaksa pergi ke luar negeri meninggalakan keluarga tercinta di Indonesia demi mendapatkan perkerjaan dan menafkahi keluarga. Sebagian gaji kami juga kami gunakan untuk biaya sekolah anak dan keluarga kami. Imbas mahalnya pendidikan sehingga kami tak bisa sekolah, sampai saat ini justru semakin kami rasakan sehingga, yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara sesuai amanat UUD 45 di mana pendidikan menjadi tanggung jawab negara tidak pernah kami rasakan, justru harus kami tanggung sendiri sampai saat ini.

Imbas dari krisis ekonomi akibat dominasi imperialisme mengakibatkan kami harus terus mengalami kesusahan ekonomi. Terlebih saat ini semua siswa dari mulai TK hingga mahasiswa harus menggunakan belajar secara daring, dan memaksa setiap siswa memiliki kuota pulsa agar tetap bisa sekolah. Permasalan belajar daring ini menjadi tantangan tersediri terutama bagi siswa yang tinggal di pedalaman. Permasalahan lain yang dihadapi ketika semua belajar dari rumah namun masih harus membayar SPP, biaya kelulusan atau kenaikan kelas dan buku-buku pelajaran yang harganya tidaklah murah, ini semakin menjadi beban rakyat yang tak bisa mencari kehidupan karena dirumahkan ataupun di PHK. Pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis masihlah sangat jauh dari harapan rakyat Indonesia.

Di tengah situasi yang demikian, sudah tepat bagi FMN di ulang tahunnya yang ke – 17 mengambil tema “Pemuda Mahasiswa Bangkit Bersatu Bersama Klas BUruh dan Kaum Tani: Wujudkan Pendidikan Ilmiah, Demokratis dan Mengabdi kepada Rakyat” sebagai organisasi pemuda mahasiswa yang militan, ilmiah dan demokratis terus menggemakan perlawanan di seluruh Indonesia. Kedepan harapan kami, FMN terus memperbesar dan memperluas organisasi diseluruh pelosok Indonesia.

Panjang Umur Front Mahasiswa Nasional!
Jayalah Front Mahasiswa Nasional!

Ketua KABAR BUMI
Iweng Karsiwen

Pesan Solidaritas Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) untuk Hari Lahir ke 17 Front Mahasiswa Nasional (FMN)

Written By PP FMN on Senin, 18 Mei 2020 | 22.23



Atas nama Komite Eksekutif Nasional Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) mengucapkan Selamat Hari lahir Front Mahasiswa Nasional yang ke 17.

Indonesia, negeri kepulauan terbesar di dunia. Dianugrahi kekayaan alam dan tenaga kerja yang berlimpah. Ia memiliki syarat lebih dari cukup untuk menjadi negeri industrialis maju di dunia. Akan tetapi hal tersebut tidak akan pernah terjadi selama imperialisme masih berdominasi dan menjadikan Indonesia sebagai negeri setengah jajahannya yang bersandar pada sistem feodalisme yang masih eksis. Klas dalam masyarakat Indonesia telah menyebabkan krisis yang semakin menyengsarakan kehidupan rakyat. Klas Komprador merangkap Tuan Tanah yang dilayani oleh Kapitalis Birokrat tidak pernah sedikitpun berhenti menancapkan kepentingannya  yang menyebabkan rakyat Indonesia terutama klas buruh dan tani tidak lagi bisa hidup bermartabat sebagai manusia. Seluruh rakyat di semua sektor hidup dalam belenggu dan ketidakadilan di wilayah ekonomi, politik dan kebudayaan. 

Begitu juga sektor mahasiswa. Sistem yang eksis hari ini tidak mampu menciptakan sekolah tinggi yang mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan tenaga produktif untuk memajukan peradaban umat manusia. Pengetahuan yang lahir dari perguruan tinggi tidak layak disebut pengetahuan karena jauh dari proses penemuan yang ilmiah dan membebaskan.  Situasi ini menyebabkan kehadiran organisasi massa mahasiswa yang memahami benar persoalan pokok rakyat sangat diperlukan untuk ambil bagian dalam melakukan perubahan agar kehidupan yang lebih baik bisa di rasakan oleh seluruh rakyat. Ditengah krisis kesehatan dan pangan karena virus corona yang tengah melanda dunia termasuk Indonesia, semakin memperlihatkan ketidakbecusan rezim mengatasi wabah ini. Rakyat dipaksa beradaptasi dan hidup berdampingan dengan virus yang kemungkinan tidak bisa dihilangkan. Sebagai bagian dari gerakan massa demokratis dan militan, FMN harus terus kobarkan perlawanan ditengah kebijakan rezim yang semakin membuat rakyat menderita. FMN sebagai organisasi mahasiswa yang maju harus menjadi pelopor bagi gerakan pemuda dan mahasiswa lainnya untuk terus suarakan tuntutan rakyat yang kelaparan ditengah kosongnya tanggung jawab pemerintah.

Front Mahasiswa Nasional (FMN) yang lahir 17 tahun yang lalu merupakan tonggak sejarah yang sangat diperhitungkan karena telah mampu menyerap dan menyimpulkan pengalaman panjang gerakan mahasiswa sejak sebelum kemerdekaan sampai tahun 2003. FMN telah mampu menilai keobjektifan pertentangan klas dalam masyarakat yang melahirkan krisis dan menemukan jalan terang untuk mewujudkan perubahan. FMN sebagai organisasi massa mahasiswa konsisten menetapkan dan menjalankan garis demokrasi nasional sebagai karakter organisasi bersama gerakan rakyat yang lain ambil bagian dalam perjuangan mewujudkan reforma agraria sejati dan industri nasional. Sebuah kebanggaan bagi perjuangan rakyat. Dalam sejarahnya FMN didirikan dengan sangat militan, penuh perjuangan, pengorbanan, keringat dan airmata dan terus menerus menempa dirinya agar selalu bertalian erat dengan massa dan menjadi salah satu sektor yang ambil bagian dalam perjuangan klas buruh dan kaum tani untuk pembebasan seluruh rakyat termasuk pembebasan perempuan. Di usia yang telah mencapai 17 tahun Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) mengucapkan selamat atas terus meluas dan berkembangnya organisasi FMN di setiap kampus di seluruh Indonesia. Selamat atas perlawanan yang tak pernah lelah diperjuangkan untuk melenyapkan penindasan dan penghisapan. Selamat atas kemampuan yang terus meningkat maju untuk membangkitkan, menggerakkan dan mengorganisasikan mahasiswa agar ambil bagian dalam gerakan pembebasan nasional. Terus berjuang bersama rakyat dan libatkan lebih banyak lagi perempuan dalam organisasi.

Hidup Mahasiswa
Hidup Rakyat
Jayalah Perjuangan Rakyat


Helda Khasmy                                                                   Triana Kurnia Wardani
       Ketua                                                                                       Sekjend

Pesan Solidaritas Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Dalam Peringatan Hari Lahir FMN ke 17



Pesan Solidaritas Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) pada Peringatan Hari Lahir FMN ke 17


Salam Demokrasi Nasional!

Hidup Mahasiswa!!!

Hidup FMN !!



Pertama-tama, kami dari Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Serikat Buruh Indonesia (DPP.GSBI) beserta segenap anggota GSBI mengucapkan selamat atas peringatan 17 Tahun (18 Mei 2003 – 18 Mei 2020) berdirinya Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Suatu kehormatan bagi kami, dapat menyampaikan pesan solidaritas dalam peringatan 17 tahun berdirinya Front Mahasiswa Nasional (FMN) di dalam gerakan mahasiswa di Indonesia. Usia 17 tahun adalah usia matang bagi sebuah organisasi, dan selama itu juga FMN telah menunjukan dedikasi dan, konsistensinya sebagai organisasi mahasiswa yang lahir dari gelora perjuangan rakyat dalam melawan pemerintahan anti rakyat.

Peringatan 17 tahun dengan tema “Pemuda Mahasiswa Bangkit Bersatu Bersama Klas Buruh dan Kaum Tani: wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat”. Menggambarkan keteguhan dan komitmen FMN yang dibangun dan diorganisasikan untuk berjuang, bersatu dan pengbadikan diri pada perjuangan klas buruh dan kaum Tani di Indonesia. Selama 17 tahun berdiri di tengah gerakan mahasiswa dan gerakan rakyat di Indonesia, FMN telah menunjukan dan memberi tauladan bahwa gerakan dan perjuangan mahasiswa harus menjadi bagian dari gerakan rakyat di berbagai sektor, terkhususnya gerakan klas buruh dan kaum tani, di dalam melawan 3 musuh rakyat dunia maupun Indonesia, yaitu Imperialias , Feodalisme dan Kapitalis Birokrat

Sebagai organisasi buruh yang Anti Imperialisme, Feodalisme dan Kapitalis Birokrat, GSBI meyakini bahwa gerakan buruh dan rakyat diberbagai sektor membutuhkan pemuda-mahasiswa yang memiliki komitmen dan keteguhan untuk berjuang bersama dan mengabdi pada rakyat Indonesia. Oleh karenanya, kami menyakini bahwa FMN akan terus hadir dan turut serta dalam perjuangan rakyat untuk merebut dan mempertahankan hak-hak demokratis rakyat Indonesia.

Sekali lagi selamat atas peringatan 17 tahun berdirinya Front Mahasiswa Nasional (FMN), semoga FMN semakin maju, meluas dan terus melahirkan kader-kader pemuda yang tetap memiliki keteguhan dalam gerakan dan perjuangan demokratis nasional di Indonesia.


Front Mahasiswa Nasional, jadilah taulandan bagi gerakan pemuda-mahasiswa di Indonesia, gerakan pemuda-mahasiswa sejati yang berjuang dan mengabdikan diri pada perjuangan massa rakyat.

Demikian pesan solidasitas ini kami sampaikan, semoga di tahun-tahun ke depan FMN semakin solid, kuat, teguh dan terus meluaskan diri membangun aktifis-aktifis pemuda-mahasiswa yang memiliki karakter anti Imperialisme, Feodalisme dan Kapitalis Birokrat serta mengabdi sepenuhnya kepada perjuangan rakyat.




Hidup FMN!!!

Pemuda Mahasiswa, Berjuang Bersama Rakyat!!

Jayalah Perjuangan Rakyat!!


Hormat kami,

DEWAN PIMPINAN PUSAT
GABUNGAN SERIKAT BURUH INDONESIA (DPP.GSBI)



RUDI HB, DAMAN                                                        EMELIA YANTI MD. SIAHAAN, S.H
Ketua Umum                                                                                         Sekretaris Jenderal




SDMN : SELAMAT ATAS 17 TAHUN FMN SEBAGAI SEKOLAH GERAKAN MAHASISWA DI INDONESIA


“SATU IKATAN MENJADI BANYAK KEKUATAN”

Pertama-tama izinkan saya membuka pesan solidaritas ini dengan puisi :

Kerasnya batu masih dapat dipecahkan
Padatnya tanah masih dapat digemburkan
Kencangnya angin dan derasnya hujan
Bambu masih berdiri tegak dan bertumbuh
Ada harapan jika ada tindakan
Tak ada yang kekal
Ketika kita memahami perubahan
Puisi ini didedikasikan untuk persahabatan SDMN dan FMN yang sama-sama meyakini akan adanya perubahan di 17 tahun FMN.

Kawan-kawan yang baik,
Saya Raden Deden Fajarullah ketua umum SDMN (Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional), mewakili segenap pimpinan dan seluruh anggota mengucapkan selamat 17 tahun FMN sebagai sekolah gerakan bagi mahasiswa di Indonesia, sebagai organisasi yang konsisten melawan tiga musuh rakyat dan sebagai alat perjuangan bagi pemuda mahasiswa.

Saya ucapkan hormat, dan salut yang sangat tak ternilai untuk seluruh kawan-kawan FMN di Indonesia, berkat bersatu dan berorganisasi serta berjuang yang gigih dari kawan-kawan, rakyat Indonesia memiliki harapan cerah dikemudian hari akan adanya perubahan di Indonesia, karena kawan-kawan terus konsisten dalam perjuangan rakyat dan terlibat dalam pembangunan, dan perjuangan bersama klas buruh dan kaum tani di Indonesia sebagai kekuatan pokok dalam perubahan yang diyakini oleh SDMN dan FMN.

Tidak banyak yang akan saya sampaikan, tetapi dari hal yang singkat ini menjadi harapan bagi saya untuk terus mendukung dan meningkatkan rasa persahabatan yang tinggi antara SDMN dan FMN.
Kawan-kawan yang patriotis,

Sejak berdirinya SDMN sebagai organisasi mahasiswa skala nasional pada tahun 2018, menjadikan FMN bukan satu-satunya organisasi mahasiswa tingkat nasional yang memegang garis politik Demokratis Nasional, bukan berarti SDMN bersaing dan menyaingi FMN, tetapi membuktikan berkat kampanye dan propaganda yang tidak henti dan jemu-jemunya telah banyak pemuda mahasiswa menerima dan meyakini garis Demokratis Nasional. Kedepannya, kita yakin bahwa akan semakin banyak dan luas pemuda mahasiswa yang akan menerima garis Demokratis Nasional, karena garis politik ini adalah jawaban konkrit atas situasi objektif di negara Setengah Jajahan Setengah Feodal seperti Indonesia.

Kawan-kawan yang militan,

17 tahun usia FMN saat ini dimana situasi krisis umum Imperialisme semakin mendalam membuat rakyat sudah banyak menyadari situasi yang serba sulit dan membuat derita, situasi krisis ini juga diperparah dengan munculnya COVID-19 yang tak mampu ditangani oleh negeri imperialis seperti induk Imperialis AS, bahkan kehancurkan negeri-negeri Imperialis telah nampak di depan mata.

Mereka menyadari akan krisis ini, sehingga mereka selalu mencari cara untuk menutupi krisisnya, bahkan yang paling parah adalah mereka melakukan tindasan dan hisapan yang semakin menjadi-jadi kepada negara-negara jajahan dan setengah jajahan melalui pemerintah bonekanya seperti di Indonesia, dampaknya adalah kemerosotan penghidupan rakyat setiap harinya, pemangkasan upah, phk massal, perampasan tanah, pencabutan dan pemangkasan subsidi sosial. Artinya seluruh kebijakan dan aturan-aturan telah menghina dan menginjak-nginjak harga diri rakyat sebagai negara yang menyatakan “kedaulatan rakyat”.

Atas situasi seperti itu, kita dapat simpulkan pemerintah boneka AS seperti Jokowidodo-Maruf Amin tidak memiliki rasa malu dengan cara terbuka dan terang-terangan selalu mendukung resep-resep yang diberikan kepadanya untuk terus mendukung kepentingan investasi daripada kepentingan rakyat.

Saat ini di dalam negeri Indonesia, ditengah situasi krisis dan COVID-19 pemerintah Indonesia telah membuktikan dirinya sekali lagi, melalui COVID-19 negara terlihat panik dan tidak becus menanganinya, sejak awal pemerintah Indonesia menyepelekan hal ini karena mereka tidak berpikir secara ilmiah melainkan watak anti ilmiah seperti orang terbelakang. Tetapi ketika wabah ini semakin meluas mereka panik dan asal-asalan dalam menanganinya.

Di pedasaan maupun perkotaan mereka tidak mampu menjawab dengan cepat untuk menangani kasus ini, karena mereka sadar bahwa mereka tidak pernah mempersiapkan tenaga-tenaga yang cukup untuk menangani hal-hal yang bersentuhan secara langsung untuk rakyat, memang sejak awal mereka tidak pernah memiliki niat untuk menjamin rakyatnya dari kesehatan sampai pendidikan. Mereka hanya mengetahui bagaimana melayani dan terus setia kepada tuannya yaitu Imperialisme AS dan kaki tangannya di dalam negeri seperti borjuasi besar komprador dan tuan tanah.

Di sektor pendidikan saja, pemerintah Jokowi-Maruf Amin sudah jelas tidak memiliki orientasi untuk memberikan pendidikan ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat, terbukti dari COVID-19 ini, terlihat sekali keterbatasan tenaga kesehatan untuk mengcover seluruh rakyat di Indonesia, karena tidak banyak anak buruh dan kaum tani yang mampu dan mengerti kesehatan dengan baik akibat tidak diberikannya kesempatan menjadi seorang dokter atau tenaga medis, karena hanya orang-orang yang memiliki penghasilan tinggi yang mampu mengenyam pendidikan itu dan negara tidak mampu memberikan jaminan. Inilah privatisasi, komersialisasi dan liberalisasi didunia pendidikan.

COVID-19 juga membuka kelemahan dari sistem pendidikan kita yang dengan sepihak membuat kebijakan tanpa mendengar aspirasi-aspirasi mahasiswa dan tidak pernah juga diberikan ruang luas untuk duduk bersama menjawab situasi yang berhubungan dengan mahasiswanya, dan sangat jelas bahwa pendidikan kita tidak memiliki orientasi untuk kepentingan mahasiswa dan rakyat kebanyakan.

Banyak di kampus-kampus Indonesia saat ini bermunculan tuntutan tentang pengurangan dan pemotongan biaya kuliah, tetapi negara melalui rektor di Universitas-universitas atau sebutan lainnya menjawabnya dengan tidak memperhatikan tuntutan mahasiswa sebagai satu-kesatuan hal yang menentukan di dalam kampus.

Sudah sangat jelas disetiap sektor dan golongan, rakyat semakin diperparah penghidupannya, dihina dan direndahkan martabatnya serta tidak menjadi prioritas negara, hanya dengan membangun kekuatan rakyat melalui organisasi demokratis nasional dan berjuang melawan tiga musuh rakyatlah jawaban tunggal atas kondisi kacau ini.

Kawan-kawan yang mengabdi kepada rakyat,

Organisasi mahasiswa seperti FMN dan SDMN harus semakin bergiat dikalangan mahasiswa untuk mengikat (membangkitkan, mengorganisasikan dan memobilisasi) mereka kedalam organisasi massa mahasiswa demokratis nasional dan menyebarkan anggota-anggota terbaiknya terlibat bersama klas buruh dan kaum tani untuk hancurkan tiga musuh rakyat, inilah yang disebut “satu ikatan menjadi banyak kekuatan”.

Seperti pengalaman hebat kawan-kawan FMN 17 tahun ini, terus memberikan kontribusinya kepada gerakan rakyat  dengan memberikan tenaga dan fikirannya untuk terus berjuang bersama kaum tani dan klas buruh untuk memperjuangkan reforma agraria sejati dan membangun industrialisasi nasional. Karena tanpa perjuangan hebat mewujudkan reforma agraria sejati dan membangun industrialisasi nasional tidak mungkin ada pendidikan ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat. Maka sangat tepat 17 tahun FMN saat ini mengambil tema “Pemuda mahasiswa bangkit bersatu bersama klas buruh daan kaum tani : wujudkan pendidikan Ilmiah, Demokratis dan mengabdi pada rakyat”.

Sekali lagi atas nama segenap pimpinan dan anggota SDMN (Serikat Demokratis Mahasiswa Nasional) mengucapkan selamat 17 tahun untuk FMN (Front Mahasiswa Nasional), terus bergelora, terus kibarkan panji-panji perlawanan.

Jayalah FMN !

Salam demokrasi nasional

Imperialisme hancurkan!
Feodalisme musnahkan!
Kapitalis birokrat musuh rakyat!

Hormat Saya,


Raden Deden Fajarullah
Ketua Umum SDMN

Sambutan INDIES pada Ulang Tahun ke-17 FMN (18 Mei 2020)


Salam demokrasi,
Dengan hormat, INDIES menyampaikan selamat atas usia 17 tahun organisasi Front Mahasiswa Nasional (FMN), organisasi yang terus teguh dan konsisten membangkitkan, mengorganisasikan, dan menggerakkan pemuda mahasiswa untuk berjuang bersama rakyat.
Usia 17 tahun merupakan perjalanan panjang yang memberi pengalaman dan pengetahuan berharga bagi rakyat dan mahasiswa dalam perjuangan demokratis nasional melawan imperialisme, feodalisme, dan kapitalis birokrat di Indonesia. Usia yang mengingatkan kemestian bagi kawan-kawan untuk terus maju, mengukir kemenangan-kemenangan bersama rakyat di masa mendatang.
Kawan-kawan FMN se-Indonesia,
Apa yang dirasakan oleh klas buruh, kaum tani, perempuan, pemuda-mahasiswa saat ini bukanlah pembangunan, melainkan penghisapan dan penindasan berlipat ganda. Rakyat merasakan krisis ekonomi yang semakin buruk dengan pandemic COVID-19. Suatu konsekuensi nyata dari kegagalan kapitalisme monopoli internasional (imperialism) di bawah dominasi Amerika Serikat. Eksploitasi tanpa batas yang mereka lakukan adalah penyebab lahirnya berbagai penyakit dan virus mematikan, mengancam keselamatan rakyat dunia. Ditengah ketidakmampuan mereka mengatasi krisis dan pandemic, pemerintah reaksi di berbagai negeri digunakan untuk sibuk menyalahkan rakyat, membatasi gerak sosial rakyat tanpa jaminan social-ekonomi dan kesehatan, bahkan tanpa malu memanfaatkan kondisi ini untuk meraup keuntungan berlipat melalui berbagai program ekonomi-kesehatan yang menghisap rakyat. Di Indonesia, keterpurukan rakyat tidak cukup menjadi penghalang bagi kapitalis birokrat di bawah pemerintahan Jokowi untuk merampas hak dan upah rakyat melalui kenaikan Iuran BPJS per 1 Juli 2020 (Perpres No.64/2020).
Kondisi ini harusnya membuat kawan-kawan pemuda-mahasiswa se-Indonesia tidak dapat tidur nyenyak, mendorong gelisah yang membuncah dan meneriakkannya dengan lantang di jalan-jalan, menuntut hak rakyat di depan pemerintah, tanpa ragu, tanpa takut sedikitpun, berani dengan semangat “Serve the People”! Saat ini! Hari ini!
Itulah yang seharusnya! Jika memang perjalanan panjang ini telah menyuburkan nyali berjuang kawan-kawan FMN bersama pemuda-mahasiswa di Indonesia.
Kawan-kawan FMN yang terus semangat berjuang,
A finest research is research to rebel”
Kami berharap, tugas dan peran sebagai organisasi pemuda-mahasiswa harus diintensifkan untuk menyelidiki secara objektif bagaimana kondisi ekonomi-politik dan kebudayaan mahasiswa dan kaum intelektual boruasi kecil di kampus-kampus, memeriksa dengan komprehensif kondisi kampus-kampus. Riset yang baik dibutuhkan untuk membongkar kampus sebagai institusi kebudayaan terbelakang yang melanggengkan kekuasaan borjuasi besar komparador dan tuan tanah di Indonesia. Dari sini, kita akan menemukan fundamen bagi bangkit dan bergeraknya massa mahasiswa, dan menemukan hubungannya yang objektif perjuangan klas buruh, kaum tani, dan rakyat tertindas lainnya.
Akutnya penindasan dan penghisapan terhadap rakyat, mengharuskan kita mengurai sesak satu demi satu secara serentak. 
Kita harus mulai dan mampu mengurai penghisapan produk lebih (surplus product) oleh Tuan Tanah (Land Lord) dalam hubungan produksi setengah feodal atas kaum tani. Paham dengan 2 bentuk utamanya yang parasit; sewa tanah (land rent) dan peribaan (usury). Sewa tanah eksis dalam masyarakat Indonesia melalui 3 bentuk yang lazim ditemukan: sewa tanah yang diganti dengan uang (rent of money), sewa tanah yang diganti dengan barang/natura (rent of kind), dan sewa tanah yang diganti dengan tenaga kerja (rent of labor). Sedangkan oligarki keuangan (institusi kapital keuangan dan industri) semakin memperdalam penghisapan dengan bunga utang berlipat dan perampasan tanah kaum tani. Tidak terpisahkan, kita harus terus mengasah pemahaman tentang penghisapan kerja lebih yang mengahsilkan nilai lebih (surplus value) dari klas buruh (baca: sumber profit terbesar klas borjuasi dalam industri). 
Seorang kawan telah mengingatkan, “Sebagian rahasia kemenangan sudah di tangan!” Sehingga, hanya paham atas situasi ini tidaklah cukup! 
Terpenting adalah mengubahnya dengan lebih banyak tenaga, pikiran dan tindakan baik tulisan dan orasi yang membangkitkan, membangun organisasi yang mempersatukan, dan memimpin untuk menggerakkan!
Dengan demikian, kita dapat membuka peluang dan harapan yang lebih besar untuk menarik dan membangun kekuatan besar utamanya buruh dan borjuasi kecil dengan kesadaran objektif dan terhubung langsung dengan kekuatan pokok, Kaum Tani.
Semoga ulang tahun ke-17 ini membuat FMN terus semangat berjuang yang tinggi bersama pemuda-mahasiswa, dan senantiasa di barisan perjuangan bersama kaum tani, klas buruh, perempuan, dan rakyat tertindas lainnya.  

Salam hormat,
INDIES

Kurniawan Sabar

Direktur


 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger