Headlines News :

Latest Post

Bersama Indonesia Bangki (IB), FMN Terus Melakukan Aksi Kemanusiaan Tanggap Bencana Gempa Bumi Lombok

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Kamis, 09 Agustus 2018 | 19.27




Bencana Gempa Bumi yang melanda Lombok, NTB sejak tanggal 29 Juli hingga saat ini terus memberikan duka mendalam bagi Indonesia. Pada tanggal 5 Agustus, Gempa dengan kekuatan lebih besar (7 Skala Ricther)  semakin memperburuk kondisi warga. 

Duka rakyat Lombok semakin dalam dengan meninggalnya 347 orang (Hingga 8 Agustus). Lebih dari 1.447 orang mengalami luka  berat, diantaranya anak-anak beserta lansia. Sementara bangunan rumah warga yang rusak mencapai 42.239 unit, 458 unit sekolah rusak berat. Hingga saat ini, sebanyak 156.003 orang mengungsi di berbagai tenda darurat, bukit, sawah, dengan kondisi yang serba kekurangan kebutuhan dasarnya. 
Beberapa jalan menuju perkampungan warga terputus diantaranya jalan menuju Sembalun, Jalan di kecamatan Tanjung, lombok utara bahkan di kecamatan kayangan lumpuh total akibat jalan terputus. Kondisi korban gempa masih sangat memprihatinkan, warga banyak yang terluka dan mengungsi di tempat terbuka dengan keadaan sangat ketakutan. Penangan korban luka maupun meninggal masih terbatas karena banyaknya korban yang jatuh. Listrik sebagian masih dalam keadaan padam.
Kondisi ini mengundang solidaritas dari berbagai tempat. Salah satunya yang dilakukan oleh Front Mahasiswa Nasional (FMN) yang tergabung dalam Indonesia Bangkit Humanitarian Center (IB). Di Wilayah NTB, FMN secara langsung terlibat dalam aktifitas tanggap bencana di berbagai lokasi gempa. FMN Cabang Mataram dan Lombok Timur membuat posko Indonesia Bangkit di Kota Mataram dan mengirimkan relawan untuk membantu korban dan menyalurkan bantuan yang ada. 



(Penggalangan Dana di Makassar)
Di Kota Makassar, FMN bersama dengan berbagai organisasi mahasiswa dan sektor rakyat lainnya melakukan aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana dan bantuan untuk korban gempa. Aktifitasnya dilakukan daerah Universitas Negeri Makassar dan sekitarnya. Begitu juga yang dilakukan oleh FMN Cabang Medan yang melakukan penggalangan di seputaran kampus Universitas Sumatera Utara. 

Sementara itu, di Kalimantan Tengah FMN Cabang Palangkaraya sudah sejak tanggal 6 Agustus 2018 menggelar aksi kemanusiaan bersama puluhan organisasi lainnya. Pagelaran budaya jalanan juga dilakukan oleh FMN Cabang Palu untuk menggalang bantuan solidaritas. Hal serupa juga dilakukan FMN di berbagai caba seperti di Yogyakarta, Jakarta, Poso, Surabaya, Bali, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Lampung, Palembang, Bandung, Purwokerto, dan Kupang.


(Doc: FMN Palu)
Menurut Ketua Umum FMN "Aktifitas ini dilakukan sebagai bentuk nyata bagi FMN dalam pekerjaan pelayanan rakyat. Kami menyerukan kepada seluruh cabang untuk melakukan aksi kemanusiaan dalam berbagai bentuk seperti pembukaan posko, penggalangan bantuan, pagelaran budaya dan lainnya. Kami secara organisasional juga tergabung dengan Indonesia Bangkit dalam pelayanan rakyat ini" ujar Dimas.


Aktifitas aksi kemanusiaan ini akan terus dilanjutkan sesuai dengan perkembangan di lokasi bencana. Selain menggalang berupa bantuan dana dan barang yang dibutuhkan, FMN juga akan segera mengkoordinasikan pengiriman relawan kemanusiaan. Hal ini berhubungan erat dengan kebutuhan mendesak tenaga relawan di lokasi seperti, tenaga kesehatan, trauma center, pembangunan tenda, penyalur bantuan, dan lainnya. FMN mengajak kepada seluruh mahasiswa dan organisasi mahasiswa untuk bersama-sama terlibat dalam aksi kemanusiaan membantu warga di Lombok yang saat ini terkena bencana. 

Kembali Diguncang Gempa, Belasan Ribu Warga Lombok Mengungsi di Tenda-tenda Darurat

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Jumat, 03 Agustus 2018 | 08.59





Lombok - Meski telah 5 hari berlalu dari gempa hebat yang mengguncang lombok tanggal 29 Juli lalu, gempa masih terus terjadi. Pada tanggal 3 Agustus ini pada pukul 03.08 WIT dinihari kembali terjadi Gempa dengan kekuatan 4,9 Skala Richter. Pengungsi yang mendiami tenda darurat sontak terbangun, bahkan sebagian ada yang panik dan menangis.

Gempa Lombok mengakibatkan luka dan duka yang mendalam bagi rakyat lombok, sejak tanggal 29 hingga kini tercatat 17 orang sanak keluarga pengungsi meninggal dunia, 2.301 rumah hancur  dan 3.147 rumah rusak. Kini seisi pulau lombok berubah menjadi barak tenda darurat pengungsi, lebih dari 15 ribu orang termasuk anak-anak dan lansia menahan terpaan angin dalam tenda darurat di lapangan terbuka.

Tenda pengungsi di desa Lelongken, Sajang, Kecamatan Sembalun
Di kecamatan Sembelia dan kecamatan Sembalun - Lombok Timur lokasi posko Indonesia Bangkit keadaan masih porak poranda. Seperti di dusun longken, desa Sajang saat ini dari 1100 orang warga, 87% (835 orang) terpaksa mengungsi yang diantaranya terdapat 85 anak balita. Di dusun Longken 22 rumah roboh dengan total kerusakan mencapai 77 rumah. Warga bertahan di tenda darurat dalam keadaan suplai air terputus, minimnya tenaga kesehatan dan kekurangan suplai popok bayi, obat-obatan, susu bayi, terpal dan tikar. 

Kini pengungsi mulai banyak yang jatuh sakit terutama anak-anak dan lansia, namun tidak mudah mendapatkan pengobatan di lokasi pengungsian. Dokter sangat terbatas, obat-obatan tidak selalu ada di lokasi, sementara pertolongan belum datang pengungsi hanya bisa menahan sakit sambil mengobati duka yang masih menyelimuti.

Pengungsi di dusun longken terpaksa tidur beralaskan tanah
dalam tenda darurat yang didirikan relawan bersama warga. 

Suasana malam di tenda darurat lebih menyayat hati, sepotong selimut menjadi barang berharga ketika tidur di tempat terbuka, itupun tidak semua bisa mendapatkannya. Ditengah gulita akibat padamnya listrik pengungsi terlelap akibat kelelahan dan keresahan sepanjang pagi hingga sore. Sesekali warga terbangun karena gempa susulan kerap datang di waktu malam.

Persedian pangan dan obat-obatan di tenda darurat semakin menipis, dapur umum yang dibangun warga bersama relawan kini menjadi topangan untuk menghalau lapar dan rasa gelisah si kecil. 

Doa terus terpanjat dari korban yang masih mengungsi, doa untuk saudara yang meninggal, doa untuk keselamatan keluarga, maupun doa untuk si kecil agar tabah dalam penderitaan. 

Relawan Indonesia Bangkit merasakan duka yang sama dan berupaya bersama korban bencana untuk dapat mengatasi kesulitan pengungsi. IB kembali mengajak seluruh rakyat seluruh kawan untuk bersama meringankan penderitaan korban gempa lombok. Tenaga relawan, bantuan barang dukungan dana dapat di sampaikan melalui posko IB di 18 propinsi di Indonesia. (IB)

FMN Cabang Lombok Timur bersama Indonesia Bangkit (IB) Mendistribusikan Bantuan ke Kecamatan Sambelia-Lombok Timur

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Kamis, 02 Agustus 2018 | 08.43




Sejak hari Kamis, 2 Agustus 2018 relawan Indonesia Bangkit mulai mendistribusikan bantuan dengan sasaran ke dusun yang belum terjangkau bantuan. Kali ini relawan kemanusiaan Indonesia Bangkit yang di motori oleh Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Lombok Timur mendistribusikan bantuan untuk korban gempa bumi di Dusun Pekendangan, Desa  Blanting.

Bantuan yang didistribusikan relawan diantaranya paket makanan, kebutuhan anak dan juga obat-obatan. Beberapa kebutuhan lain yang mendesak di lokasi adalah tenda darurat, popok bayi, susu dan obat-obatan yang persediaannya mulai menipis.

Warga dusun menyambut gembira kedatangan relawan dan mengucapkan terimakasih atas segenap perhatian dan bantuan yang di berikan. Relawan bersama warga juga melakukan pendataan di lokasi dan juga melakukan doa bersama agar seluruh korban bencana dikuatkan untuk dapat melalui situasi yang sulit ini bersama-sama.

Dusun Pekendangan letaknya sekitar 600 mèter dari jalan utama hingga tanggal 2 Agustus belum sama sekali mendapat bantuan sejak hari pertama dilanda gempa. Akses ke dusun baru bisa terbuka setelah relawan IB dari serikat tani Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) melakukan penyisiran ke lokasi bencana di pedalaman.

FMN Cabang Lombok Timur mendatangi dusun Pekendangan untuk menyalurkan bantuan yang telah di galang di Kota. Di dusun Pekendangan terdapat sekitar 85 KK, sebagian besar penduduknya adalah petani dan peternak sapi. Seluruh rumah warga mengalami keretakan,  Jumlah rumah yang rusak berat dan tidak layak huni (TLH) sekitar 20 rumah. Akan tetapi karena tidak memiliki tenda untuk pengungsian, warga dusun terpaksa berdiam di dalam rumah meski bahaya terus mengancam akibat ratusan gempa susulan yang terus terjadi sampai tanggal 4 Agustus. (IB)

Mengecam Rektor Unnes atas Pemberian Sanksi Skorsing Terhadap Julio Belnanda Harianja: Lawan Seluruh Kebijakan Komersialisasi dan Tindasan Fasis Di Dunia Pendidikan

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Selasa, 10 Juli 2018 | 01.57




Tindakan anti demokrasi terus ditunjukan oleh kampus terhadap perjuangan yang dilakukan oleh mahasiswa. Upaya untuk membungkam gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan hak-hak demokratisnya kembali terjadi, kali ini menimpa mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Pada 29 Juni 2018 Rektor Unnes melalui Wakil Rektor Bidang Akademik mengelurkan Surat Keputusan Skorsing selama 2 Semester dan larangan untuk mengikuti seluruh kegiatan Akademik serta Non Akademik terhadap mahasiswa atas nama Julio Belnanda Harianja.

SK Skorsing tersebut dilatari dari meningkatnya gelombang perjuangan mahasiswa Unnes dalam menolak komersialisasi pendidikan dengan bentuk penarikan Uang Pangkal. Gerakan mahasiswa Unnes telah melakukan perjuangan yang militan dan berani dalam menentang kebijakan Uang Pangkal yang dikeluarkan oleh Rektor Unnes. Gelombang demonstrasi terjadi begitu masif dan mampu menggerakan banyak mahasiswa. Dalam aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa Unnes, tidak jarang pihak kampus meresponnya dengan tindak kekerasan dan intimidasi. Namun demkian, tekad dan keteguhan mahasiswa Unnes tidak juga meredup.

Secara prinsip, perjuangan mahasiswa Unnes dalam bentuk aksi-aksi massa merupakan hak demokratis mahasiswa. Kampus sebagai representasi dari lembaga ilmiah seharusnya membuka secara luas kebebasan berdemokrasi di dalamnya. Iklim demokrasi seharusnya dibuka seluas-luasnya, termasuk di dalamnya adalah kritik yang dilayangkan oleh mahasiswa melalui aksi demonstrasi.

FMN menilai SK Skorsing tersebut merupakan upaya nyata untuk membungkam gerakan mahasiswa di Unnes. Tudingan Rektor Unnes atas pelanggaran berupa tindakan memicu atau menghasut keonaran sangat tidak berdasar. Apa yang dilakukan oleh Julio dan kawan-kawan Unnes adalah upaya untuk membangkitkan kesadaran massa melalui berbagai aktifitas yang produktif. Berbagai kegiatan diskusi, edukasi, propaganda dan berbagai publikasi adalah tindakan yang tepat dan ilmiah dalam mendidik massa mahasiswa. Hasilnya jelas, mahasiswa di Unnes makin sadar untuk melawan seluruh kebijakan kampusnya yang merugikan mahasiswa dan rakyat.

Dengan dikeluarkanya SK Skorsing tersebut telah menambah catatan buruk iklim demokrasi di Indonesia selama pemerintahan Jokowi berkuasa. Sejak awal tahun 2017, FMN mencatat pemerintah Jokowi melalui kampusnya telah melakukan tindak kekerasan terhadap 192 mahasiswa, 52 di antaranya mendapat sanksi Drop Out. Belum lama ini juga kegiatan dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Malang dan Surabaya mendapat tindak represi dari aparat keamanan negara. Begitu juga beberapa waktu lalu terjadi kekerasan terhadap peserta aksi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Artinya, kampus terus menunjukan watak fasis dari rezim Jokowi. Hal tersebut tidak lain adalah cara untuk memastikan seluruh skema ekonomi, politik dan kebudayaan dari rezim dapat berjalan. Kampus kini pun juga terus dijadikan alat legitimasi mulusnya skema neoliberal di jalankan. Melalui berbagai skemanya termasuk membuat berbagai pungutan biaya, meningkatkan biaya pendidikan dan memangkas anggaran adalah cara untuk meliberalisasi sektor pendidikan tinggi.

Mahasiswa tidak hanya dibenturkan dengan berbagai tipu daya teori dan konsepsi yang anti rakyat, namun juga dibenturkan dengan berbagai skema depolitisasi dan tindasan fasis. Kampus digunakan sebagai Menara Gading untuk mengungkung mahasiswa dan menjauhkannya dari realita kehidupan rakyat. Bahkan lebih jauh nya, kampus melalui berbagai riset, kajian dan teorinya kerap menjadi alat legitimasi kebijakan yang menindas rakyat.
 
Atas dasar itu, Pimpinan Pusat FMN menyatakan “MENGECAM TINDAKAN FASIS REKTOR UNNES YANG MENERBITKAN SURAT KEPUTUSAN PEMBERIAN SANKSI SKORSING TERHADAP KAWAN JULIO DAN SELURUH TINDASAN REPRESIFNYA KEPADA MAHASISWA UNNES”, serta menuntut:


  1. Cabut SK Skorsing (Keputusan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor 304/P/2018) ! 
  2. Cabut Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2016 tentang Etika dan Tata Tertib Mahasiswa !
  3. Rektor Unnes harus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh mahasiswa Unnes atas tindakannya yang telah menciderai spirit perguruan tinggi untuk menjunjung tinggi demokrasi dan keilmiahan !
  4. Menolak Penerapan Uang Pangkal di Unnes dan seluruh PTN di Indonesia. Hentikan seluruh praktik komersialisasi dan liberalisasi pendidikan !
  5. Hentikan seluruh tindak kekerasan, intimidasi, teror, dan kriminalisasi terhadap perjuangan mahasiswa !
  6. Cabut Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi !
  7. Wujudkan Sistem Pendidikan Nasional yang Ilmiah, Demokratis dan Mengabdi Kepada Rakyat!
  8. FMN menyampaikan dukuang penuh terhadap gerakan mahasiswa Unnes dalam perjuangannya melawan komersialisasi pendidikan dan melawan tindasan fasisme di dunia pendidikan !



Dalam momentum ini, FMN juga menyerukan dan mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia untuk memperkuat persatuan dan membangun organisasi massa sejati di seluruh kampus. Gerakan mahasiswa juga harus bersatu dengan perjuangan rakyat, khususnya klas buruh dan kaum tani untuk melawan seluruh kebijakan dan tindasan rezim Jokowi.

Jakarta, 10 Juli 2018
Hormat Kami,
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional
                                            

Symphati Dimas Rafi’i
Ketua Umum


 

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger