Headlines News :

Latest Post

Pernyataan Sikap FMN: Menolak Kenaikan Harga BBM Per 28 Maret 2015

Written By Front Mahasiswa Nasional on Jumat, 27 Maret 2015 | 09.01

Pemerintah Jokowi-JK tidak henti-hentinya membuat masyarakat Indonesia sengsara. Di tengah Kondisi politik yang carut marut, rakyat juga diterpa dengan berbagai kebijakan anti rakyat. Kenaikan kebutuhan pokok saat ini khususnya beras, tentu telah membuat rakyat Indonesia semakin sengsara. Akan tetapi, kebijakan yang tidak populis tidak berhenti disitu saja. Rakyat akan menelan pil pahit atas rencana kenaikan harga BBM Per 28 Maret 2015. 

Pemerintahan Jokowi melalui Keputusan Menteri ESDMN No. 2486/K/12/MEM/2015, akan menaikkan harga BBM per 28 Maret 2015 pukul 00.00 WIB. harga bahan bakar minyak jenis Bensin akan naik menjadi Rp. 7.300,- dan jenis Solar naik menjadi Rp. 6.900,-. Ini di luar logika untuk mensejahterakan rakyat yang dijalankan pemerintahan Jokowi. Harga BBM tiap bulannya mengalami kenaikan dan ketidakpastian. Padahal kenaikan BBM akan berbanding lurus kenaikan inflasi kebutuhan pokok dan barang-barang yang tidak juga mampu dikendalikan pemerintahan. Ujung-ujung rakyat yang menjadi korban atas kebijakan yang tidak berpihak ini.

Sementara jika dinilai dari Harga minyak mentah dunia, saat ini hanya berkisar USD 51,03 /barel. Artinya masih di bawah penjualan harga distribusi ke masyarakat saat ini. Dengan harga minyak besin Rp. 6.800,- dan solar Rp. 6.400,- saja, pemerintah telah meraup untung yang tinggi. Ini adalah keblunderan  Jokowi yang mencoba menetapkan kebijakan harga BBM yang mengikuti mekanisme pasar yang berubah-ubah tiap bulan. Sehingga gagal memberikan kestabilan harga di Indonesia. Ini sekaligus membuktikan Indonesia masih bergantung dan dikendalikan oleh harga minyak dunia mentah AS. Di sisi lain, kami tetap melihat bahwa penguasaan sumber-sumber minyak di Indonesia dikuasai Asing hingga 90% harus diambil dan dikelola secara mandiri. Karena monopoli atas penguasaan asing atas sumber minyak Indonesia, akan hanya membuat Indonesia terus bergantung pada impor minyak. 

Oleh karena itu, Kami dari Pimpinan Pusat FMN menyampaikan sikap "Menolak Kenaikan Harga BBM Per 28 Maret 2015". Ayooo Tolak Dan Bergerak, Lawan Rejim Anti rakyat.


27 Maret 2015

Hormat kami,


Rachmad P Panjaitan
Ketua PP FMN

Pernyataan Sikap FMN: Hari Air Sedunia 2015

Written By Front Mahasiswa Nasional on Sabtu, 21 Maret 2015 | 19.22




Lawan Privatisasi dan Komersialisasi AIR oleh Swasta-Asing dan Berikan Hak Rakyat Mengakses AIR sepenuhnya

Pada 22 Maret 2015 rakyat  dunia akan kembali memperingati momentum Hari Air Sedunia. Peringatan ini tentunya sebagai momentum yang sangat berarti bagi seluruh rakyat dunia.  22 Maret dapat menjadi peringatan untuk mengkaji kembali pentingnya ketersediaan air bersih dan sumber daya air tawar bagi rakyat. Hari Air Internasional mulai diwacanakan dan diusulkan pada Konferensi PBB 1992 tentang Lingkungan dan Pembangunan (UNCED). Kemudian, PBB mengesahkan 22 Maret sebagai Hari Air Sedunia pada tahun 1993. Hal ini menjadi penting untuk diperjuangkan karena air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

Peringatan Hari Air Sedunia tentunya bertepatan dengan semakin buruknya kondisi ketersediaan air dunia. Hal ini dikarenakan sebagai dampak dari sistem kapitalisme monopoli yang terus menggerogoti sumber daya alam seluruh dunia, tidak terkecuali air. Hal ini terus-menerus dilakukan untuk mengakumulasikan dan menghasilkan super profit atas monopoli air oleh perusahaan-perusahaan raksasa milik imperialisme. Belum lagi karena semakin masifnya ekspansi perusahaan milik imperialisme yang terus merusak dan mencemari lingkungan termasuk pencemaran air bersih demi meraup keuntungan besar. Fenomena ini terus berjalan hingga saat ini dirasakan oleh seluruh rakyat dunia yang negerinya didominasi oleh imperialisme Amerika Serikat, termasuk Indonesia.

Sebagaimana di Indonesia, sumber air telah dikuasai oleh kapitalisme monopoli. Lahirnya kebijakan monopoli air ini tidak lain dari upaya imperialisme pimpinan AS untuk menguasai seluruh sumber air di Negara-negara setengah jajahan seperti Indonesia. Dalam konferensi air dan lingkungan internasional yang diselenggarakan di  Dublin, Irlandia pada tahun 1992, menyepaki The Dublin Statement on Water and Sustainable Development, atau yang lebih dikenal dengan “Dublin Principles”, Indonesia menjadi bagian yang meratifikasinya. Salah-satu dari prinsip “Dublin Principles” adalah “water has an economic value in all its competing uses and should be recognized as an economic good” . Prinsip ini kemudian menjadi landasan air diubah sebagai barang dagangan atau bersifat ekonomistik yang dikelola swasta maupun Negara yang bersifat profit. Alhasil, melalui Bank Dunia memaksakan sebanyak 276 Negara termasuk Indonesia untuk melakukan kebijakan privatisasi air sebagai syarat pengajuan bantuan hutang luar negeri baru. Demikian pula lembaga donor milik imperialisme AS lainnya seperti IMF, ADB, selalu memberikan hutang dengan salah-satu syaratnya yakni mendorong privatisasi air di Indonesia

Bentuk nyatanya adalah bercokolnya dan semakin luasnya bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang dilakukan oleh Aqua Danone, Coca-Cola Company, & Nestle. Aqua Danone saat ini saja sudah menguasai 50% bisnis Air Minum Kemasan, dan sudah memiliki 14 perusahaan dengan 10 sumber mata air besar di Indonesia. Tanpa disadari Aqua menjadi minuman sehari-hari yang sangat dekat dengan komsumsi masyarakat, yang ternyata meraup keuntungan dari bisnis penguasaan air di Negara kita sendiri.  Demikian pula privatisasi air lainnya di Indonesia seperti PT. Palyja (Perancis), PT Aetra (Inggris) yang kedua perusahaan ini bekerja sama dengan PAM dalam mengelola air bersih kepada masyarakat, dan inilah yang membuat mengapa air dibeli dan semakin mahal di Indonesia.

Selain itu, dampak dari privatisasi air ini sangat dirasakan terutama kaum tani di sekitaran perusahaan air. Kaum tani semakin sulit untuk mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan irigasi akibat penguasaan air oleh perusahaan swasta-asing di Indonesia. Demikian pula yang dialami masyarakat adat atau masyarakat minoritas yang berada di hutan maupun di pegunungan. Mereka semakin sulit mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengairi tanamannya. Belum lagi dampak eksploitasi monopoli air besar-besaran di Indonesia yang akan terus merusak lingkungan hidup.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa ada kemenangan rakyat yang patut diapresiasi atas pencabutan UU No.07 Tahun 2004 tentang sumber daya air oleh MK baru-baru ini pada 18 Maret 2015. Selama ini UU tersebut  melegitimasi privatisasi dan komersialisasi air di Indonesia. Sehingga, ke depan perlu bagi rakyat memastikan jangan sampai UU baru mempunyai esensi yang sama dengan UU No.07 Tahun 2004 yang tetap memprivatisasi air untuk memberikan keuntungan bagi pihak swasta dan asing. Privatisasi dan komersialisasi air akan merugikan rakyat serta membatasi akses rakyat mendapatkan air bersih di Indonesia. Selain itu, privatisasi air bertentangan dengan pasal 33 ayat 3 UUD 1945, bahwa air sepenuhnya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, kami Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN) dalam momentum Hari Air Se-dunia 22 Maret 2015, menyatakan sikapTolak Privatisasi dan Komersialisasi Air di Indonesia, Berikan hak rakyat mengakses Air sepenuhnya dan Ciptakan UU yang mengaturnya”.

22 Maret 2015
Hormat Kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL



Rachmad P Panjaitan
Ketua


Pernyataan Sikap FMN: Stop Intervensi Imperialisme AS atas Pemerintahan Demokratis Venezuela

Written By Front Mahasiswa Nasional on Kamis, 19 Maret 2015 | 05.36



"Tutup Telinga Anda, Karena tuan yang rakus selalu berbohong pada Rakyat Dunia. Dan Berbanggalah Bangsa yang Melawan Kuasanya"

Imperialisme AS tidak berhenti-hentinya untuk  mencampuri dan mengintervensi pemerintahan demokratis di suatu Negara. Hal ini ditunjukkan imperialisme AS terhadap usaha untuk memprovokasi keadaan dalam negeri pemerintahan Venezuela di bawah kepemimpinan Nicolas Maduro yang terpilih secara demokratis untuk melanjutkan perjuangan Hugo Chaves yang anti imperialisme AS. Pemerintahan imperialisme AS memberi label terhadap pemerintahan Maduro dengan pelanggaran HAM dan mengancam keamanan nasional.

Pihak imperialisme AS lah yang mengancam dan mengintervensi urusan dalam negeri Venezuela melalui instrumen reaksionernya dengan pendanaan kaki tangan lokalnya untuk mensabotase ataupun memanipulasi situasi politik dan ekonomi untuk memicu konflik sosial dalam usaha menggulingkan pemerintahan Maduro. Tindakan intervensi imperialisme AS ini telah menjadi skema yang kerap dijalankan sebagaimana di negara-negara Asia Tenggara, Timur tengah dan bahkan sejarah kelam berkuasanya rejim fasis Soeharto di Indonesia. 

Rakyat dan pemerintahan Venezuela memiliki hak kedaulatan untuk menentukan nasibnya sendiri. Pemerintahan Venezuela juga berhak untuk melawan provokasi yang dilancarkan imperialisme AS guna menguasai Venezuela melalu cara-cara licik dengan menggulingkan Maduro dan bertujuan melahirkan rejim boneka di Venezuela.  Imperialisme AS sekali lagi menunjukkan upaya-upaya untuk menguasai dunia dengan berbagai cara mulai dari isu penegakkan Demokrasi dan HAM, Perang melawan teroris, agresi atau dengan cara-cara konspirasi dengan klik reaksioner kaki tangan lokal untuk melahirkan rejim bonekanya seperti yang dialami Venezuela saat ini.


Oleh karena itu, kami dari Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional memberikan dukungan kepada rakyat Venezuela untuk melakukan perlawanan atas intervensi dan campur tangan imperialisme AS yang mencoba menggulingkan pemerintahan Nicolas Maduro. Karena kemandirian dan kedaulatan suatu bangsa adalah hak seluruh rakyat dunia untuk melawan dominasi imperialisme AS.


19 Maret 2015,

Rachmad P Panjaitan
Ketua

Sukseskan Rekrutmen Anggota

Written By Front Mahasiswa Nasional on Kamis, 12 Maret 2015 | 21.34



Apa itu Organisasi Massa ?
            Organisasi massa adalah organisasi yang mengedepankan perjuangan kepentingan massa untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, politik dan budaya. Organisasi massa menitikberatkan kekuatan utamannya pada massa rakyat yang merupakan penggerak keniscayaan perjuangan atas hukum perkembangan objektif masyarakat untuk meraih perubahan sejati dahulu, kini dan masa-masa yang akan datang.  Tidak akan ada yang dapat mengantikan peran dari massa rakyat untuk perubahan, karena “Perubahan adalah karya berjuta-juta massa”. Oleh karena itu, FMN sebagai organisasi massa mahasiswa dalam memperkuat perjuangan Demokrasi Nasional di kampus dan di tengah-tengah rakyat, harus mampu memasifkan seluruh pekerjaan untuk membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakkan massa.
            Salah-satu pekerjaan yang teramat penting dan untuk mempraxiskan perubahan di dalam kampus dan di Indonesia, maka pekerjaan rekruitmen anggota harus menjadi perhatian bagi seluruh pimpinan dan anggota. Semakin besar anggota FMN maka semakin populis dan dicintainya perjuangan massa Demokrasi Nasional di kampus dan di tengah rakyat. Dan perlu diingat, Kuantitas akan mempengaruhi kualitas perjuangan FMN.

Apa itu Pekerjaan Rekrutmen Anggota?
           Rekrutmen anggota merupakan pekerjaan yang mendasar dan penting bagi FMN sebagai organisasi massa Demokratis Nasional. Untuk melakukan setiap perjuangan massa, FMN akan selalu bersandarkan pada kekuatan massa sebagai agen utama roda penggerak sejarah perubahan di dalam kampus maupun di tengah massa. Melalui serangkaian pekerjaan harian propaganda hingga kampanye massa, semua ditujukan untuk membangkitkan kesadaran massa untuk bangkit berjuang bersama organisasi. Setelah massa mahasiswa memahami akan arti penting perjuangan untuk menyelesaikan persoalannya dan rakyat, maka tahapan berikutnya adalah bagaimana FMN mampu mengorganisasikannya yang kita sebut merekrutnya menjadi anggota. Karena dengan menjadi anggota FMN, mereka akan terpimpin dalam garis politik yang tepat yakni Demokrasi Nasional. Selain itu, padangan maju massa mahasiswa selama ini yang masih terpencar-pencar akan menjadi sistematis sebagai hasil didikan organisasi kepada anggota FMN dalam teori dan praktek yang maju.
Dapat dikatakan bahwa rekrutmen adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan-pekerjaan harian FMN yang lainnya, sehingga rekrutmen menjadi perhatian khusus sebagai parameter keberhasilan FMN dalam membangkitkan kesadaraan massa mahasiswa untuk direkrut menjadi anggota yang secara sadar dan sukarela terlibat aktif berjuang bersama FMN.  “Tiada Hari Tanpa Rekrutmen, Kawan”. Maka, Pimpinan harus mampu melibatkan seluruh anggota agar menjadi tenaga-tenaga yang handal untuk dapat melakukan pekerjaan rekrutmen anggota pula.
            Rekrutmen anggota adalah pekerjaan organisasi yang sistematis, terukur dan mempunyai targetan. Maksudnya adalah bahwa rekrutmen anggota akan terintegrasi dalam program kerja  sehingga harus memuat target, sasaran, metode, batas waktu program, kebutuhan, dan penanggung jawab. Semua itu akan terus-menerus dinilai secara harian, mingguan, dan bulanan, sehingga menghasilkan perasan-perasan praktik kerja yang maju dalam meningkatkan rekrutmen anggota.


Arti Penting Rekrutmen Anggota
            Tugas mulia FMN untuk membangkitkan, mengorganisasikan, dan menggerakan massa mahasiswa untuk memperjuangkan seluruh hak-haknya merupakan tugas yang harus diemban. Selain perjuangan di dalam kampus, FMN juga harus bertalian erat dan terlibat aktif dalam perjuangan rakyat khususnya aliansi dasar klas buruh dan kaum tani. Dalam hal ini, FMN menjadi Sekolah yang  mencetak aktivis-aktivis Demokrasi Nasional. Perjuangan besar nan mulia inilah yang harus disadari oleh seluruh unsur baik pimpinan maupun anggota FMN, untuk ambil bagian aktif dalam kerja-kerja harian rekrutmen anggota.
            Seluruh kegiatan yang dijalankan FMN haruslah mempunyai orientasi untuk mengorganisasikan massa mahasiswa ke dalam FMN. Hal ini penting, karena semakin besar kegiatan yang dapat diorganisasikan  FMN, maka semakin besar rekrutmen anggota yang dapat FMN raih.  Sehingga perjuangan massa FMN untuk memenangkan tuntutan mahasiswa dan rakyat akan semakin dekat dengan perubahan sejati di tengah-tengah massa.
               Beberapa pandangan yang tidak tepat dalam memperbesar organisasi dan hal yang perlu diperhatikan:
1.      Menganggap kuantitas/jumlah anggota tidak lebih penting dari kualitas
          Pandangan ini adalah cara pandang yang salah. Kuantitas menjadi ukuran dari kualitas. Kuantitas adalah yang akan mengantarkan kita pada kualitas yang lebih baik. Sebagai organisasi massa, sudah menjadi kewajiban FMN untuk mampu mengorganisasikan sebanyak-banyaknya massa menjadi anggota FMN. Ketika barisan FMN dalam suatu kampus hanya 8 orang misalnya, maka itu adalah ukuran dari pekerjaan dan kualitasnya, hanya mampu mengorganisasikan 8 orang mahasiswa. Begitu juga misalkan dalam suatu kampus FMN mampu mengorganisasikan 2000 anggota. Maka 2000 anggota itu pula adalah cerminan dari kualitas FMN yang diterima dan dicintai di tengah massa mahasiswa. Dengan demikian pula semakin mendekatkan perubahan dalam kehidupan mahasiswa dan rakyat Indonesia. Jadi, perbaiki pandangan yang menyatakan kuantitas tidaklah penting. Karena semakin besar yang mampu kita organisasikan, maka semakin meningkat pula kualitas FMN dalam melakukan perjuangan massa.

2.     Massa mahasiswa dapat dibangkitkan dan digerakkan sebesar-besarnya, namun belum mampu merekrut menjadi anggota.
             Ini menjadi perhatian yang teramat penting yang harus dapat diperbaiki oleh seluruh pimpinan FMN. Dalam beberapa kegiatan yang dijalankan FMN baik kampanye massa, diskusi publik, panggung budaya, mengajar ke desa, teryata mampu melibatkan massa mahasiswa yang sebesar-besarnya. Akan tetapi, massa mahasiswa yang kita ajak belum mampu untuk diorganisasikan ke dalam FMN. Tentu ini menjadi persoalan yang harus segera dipecahkan.  Memadukan usaha membangkitkan dan menggerakkan massa harus tetap terhubung dengan pekerjaan mengorganisasikan massa mahasiswa menjadi anggota. Sama halnya ketika propaganda FMN di tengah-tengah massa mahasiswa diterima tanpa adanya menentang baik dalam bentuk garis maupun konten yang kita sampaikan  secara tertulis maupun lisan. Maka, propaganda yang telah diterima dari FMN harus dapat ditingkatkan untuk memajukan kesadaraan massa mahasiswa hingga bersedia bergabung bersama FMN. Nah, disinilah upaya-upaya yang harus sitematis, terukur dan mempunyai targetan untuk dalam menghubungkan pekerjaan membangkitkan kesadaraan massa, menggerakkan hingga FMN mampu menarik seluas-luasnya massa mahasiswa agar bersedia dengan senang hati bergabung bersama FMN.

GERAKAN 10.000 REKRUTMEN ANGGOTA  TAHUN 2015:
Bangkit dan Organisasikan Seluruh Massa Mahasiswa, Menuju Ormass FMN yang besar, kuat dan populis !
               Kehidupan kampus yang terus tertancap oleh hegemoni imperialisme AS dan feodalisme melalui kurikulum, kebijakan lainnya membuat kebudayaan mahasiswa semakin terbelakang. Mahasiswa terus dikepung dengan teori-teori usang yang bertujuan untuk merawat pikiran-pikiran yang berpihak pada kepentingan imperialisme AS dan feodalisme.  Selain itu, Ilusi masa depan selalu disebarkan di dunia pendidikan yang sejatinya dimana kita tidak mempunyai jaminan masa depan yang baik selain kita mengambil jalan berjuang untuk mewujudkannya. Karena pemerintah tidak akan menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi lulusan dari universitas-universitas. Belum lagi, transformasi kebudayaan yang menjadikan mayoritas mahasiswa terbelenggu oleh budaya  individualis, liberal, apatis, konsumeris, dan dekaden.
               Pemerintah  sadar betul akan penting dan besarnya kekuatan massa mahasiswa dalam perjuangan, sehingga pemerintah boneka pimpinan Jokowi-JK terus mengelurkan kebijakan dan mempertahankan yang sudah ada untuk membendung segala perjuangan yang sedang dibangun oleh mahasiswa. Berbagai peraturan seperti pemisahan antara organisasi intra kampus dan ekstra kampus, tata tertib mahasiswa, pelarangan berorganisasi, dan memperpendek masa kuliah dari 7 tahun menjadi 5 tahun bagi jenjang sarjana, adalah serangkaian upaya anti demokrasi dari rejim untuk mengkebiri cara berpikir dan ruang gerak mahasiswa untuk mengembangkan IPTEK yang berguna bagi rakyat. kampus-kampus dibuat menjadi menara gading  yang menjulang tinggi, sehingga kampus-kampus jauh dari kenyataan akan kehidupan masyarakat Indonesia.
               Dengan kenyataan/fenomena seperti tersebut, maka FMN harus dapat meningkatkan kerja-kerja massanya lagi di tahun 2015 untuk membangkitkan, mengorganisasikan, dan menggerakkan massa mahasiswa dalam perjuangan merebut hak-hak demokratisnya. Mewujudkan cita-cita perjuangan atas dunia pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat, akan lahir dari karya berjuta-juta massa yang terorganisir dan terdidik melalui ormass mahasiswa yang mempunyai kualitas dan kuantitas dalam perjuangan Demokrasi Nasional.           
Oleh karena itu, FMN tidak boleh luput dalam mengorganisasikan massa mahasiswa yang sebesar-besarnya. Pada tahun 2015 ini,  semangat bersama untuk memperbesar dan memperluas organisasi harus dipegang erat-erat. Oleh karena itu, kita harus mampu bersama-sama menyukseskan REKRUTMEN ANGGOTA  10.000.
Jumlah 10.000 adalah jumlah yang teramat sangat kecil dibanding jumlah mahasiswa dari total 5 juta mahasiswa Se-Indonesia. Artinya FMN menargetkan hanya 0,2 % dari total mahasiswa. Keyakinan dan pandangan kita bahwa perubahan hanya mampu dicapai dengan perjuangan berjuta-juta massa, menjadi dasar yang kuat yang harus terpatri dalam menyukseskan 10.000 REKRUTMEN ANGGOTA 2015.  Selain itu, semakin besar mahasiswa yang diorganisasikan maka semakin besar usaha FMN memberikan kesadaraan yang maju kepada mahasiswa atas keadaan objektif mahasiswa dan rakyat Indonesia yang masih dihisap dan ditindas imperialisme AS, feodalisme dan kapitalis birokrat.
             Dengan demikian FMN harus percaya akan kekuatan dirinya dalam mengorganisasikan massa mahasiswa. FMN harus mampu menggerakan seluruh pimpinan dan anggotanya dalam setiap rangkaian pekerjaan yang memadukan dengan pekerjaan rekrutmen anggota sebesar-besarnya. FMN harus percaya dan yakin untuk terus berjuang dalam memperbesar organisasi kita. Jadikan tahun 2015 ini sebagai tahun untuk meramaikan gelora perjuangan massa di kampus dan di tengah rakyat Indonesia dengan MENYUKSESKAN 10.000 REKRUTMEN ANGGOTA 2015. Jayalah Perjuangan FMN !


Penulis: Nuradam (Ka. Dept Organisasi)

FMN: Selamat Hari Perempuan Internasional 08 Maret 2015

Written By Front Mahasiswa Nasional on Sabtu, 07 Maret 2015 | 16.09






“Hentikan Kekerasan dan Diskriminasi Terhadap Perempuan Indonesia. Tolak kenaikan Harga Beras”


Peran perempuan merupakan elemen penting dalam perjuangan rakyat. Kebangkitan perempuan sejatinya akan membawa perjuangan lebih dekat dengan takdirnya untuk bersama-sama meraih emansipasi baik dalam hal ekonomi, politik dan budaya. Golongan Perempuan sebagai unsur terbelakang, tertindas dan terhisap pada masyarakat setengah jajahan dan setengah feodal,  memiliki potensi luar biasa besar untuk memajukan perjuangan Demokrasi Nasional. Kesabarannya, kedisiplinan, kegigihannya dan keuletannya dalam menghadapi kehidupan telah teruji. Jumlah perempuan sebagai pekerja pun semakin sebanding dengan jumlah pekerja laki-laki. Bahkan dari waktu ke waktu jumlah perempuan yang menjadi tulang punggung di di keluarga semakin meningkat. Sama halnya dulu, perjuangan perempuan telah menorehkan cerita patriotis dalam melawan kolonialisme Asing seperti; Kartini, Cut Nyak Dien, kelompok Inong Bale, dan lain-lain.

Pada tanggal 8 Maret 2015 ini merupakan Hari Perempuan Internasional yang sudah diperingati semenjak 8 Maret 1917. HPI merupakan moment yang bersejarah bagi perjuangan kaum perempuan di dunia untuk memperjuangkan emansipasi hak-hak atas ekonomi, politik dan sosial budaya. Akan tetapi, kondisi Perempuan di Indonesia saat ini masih saja mendapatkan bentuk-bentuk penindasan baik dalam hal kekerasan dan diskriminasi. Dalam periode 2003-2013 saja data umum kekerasan terhadap perempuan Indonesia menunjukan kenaikan yang signifikan. Tahun 2003 tercatat jumlah perempuan yang mengalami kekerasan sebanyak 7787, Sementara di tahun 2013 angka kekerasan meningkat menjadi 279.688 kasus. Sedangkan kasus kekerasan juga tidak kalah dialami oleh Buruh migran Indonesia yang bekerja di luar negeri. Dari jumlah 8 juta BMI hampir 90% merupakan kaum perempuan dan data BNP2TKI saja (Versi pemerintah) menunjukkan, selama bulan januari 2015 ini telah terjadi 300 kali kekerasan terhadap BMI.

Demikian diskriminasi  yang dialami perempuan secara ekonomi, politik dan sosial budaya masih saja dialami perempuan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Mulai dari kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan, pengekangan perempuan terhadap kehidupan gelanggang politik dan berorganisasi, kemudian perempuan dijadikan sebagai objek “diperdagangkan”, partisipasi pendidikan yang rendah kaum perempuan khususnya di pedesaan, hingga budaya patrialkal dan liberal yang masih memposisikan perempuan lebih rendah  harkat dan martabatnya di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Dan terakhir, kenaikan harga BERAS  yang sangat tinggi mulai dari harga Rp. 10.000,- hingga Rp. 15.000,- , merupakan bentuk kegagalan pemerintahan Jokowi-JK untuk memberikan kesejahteraan dan ketahanan pangan di Indonesia. Jokowi malah menghina  rakyatnya dengan beras miskin dari program pasar BULOG. Kenaikan BERAS,  LPG dan BBM  menghantam khususnya kaum perempuan atau ibu-ibu yang secara khusus mengurusi pengeluaran dari pendapatan yang pas-pasan. Tingginya harga beras dan kebutuhan pokok di pasar, sudah pasti melahirkan depresi di kalangan perempuan atau ibu-ibu untuk dapat menekan pengeluaran yang tak sebanding dengan pendapatan yang pas-pasan.

Oleh karena itu, kami dari Pimpinan Pusat FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN) pada Kampanye Hari Perempuan Internasional 08 Maret 2015 yang melakukan aski di hampir 26 kota Se-Indonesia  Menyatakan sikap ; 

1.      Hentikan kekerasan dan diskriminasi terhadap kaum perempuan Indonesia, Negara harus memberikan perlindungan sejati bagi perempuan, demikian pula di dunia institusi pendidikan.
2.      Turunkan Harga BERAS, LPG, BBM dan kebutuhan pokok rakyat Indonesia.
3.      Ciptakan UU PRT dan UU Buruh Migran Indonesia yang memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan oleh Negara.
4.      Berikan pendidikan dan kesehatan bagi seluruh Indonesia tanpa adanya diskriminasi terhadap kaum perempuan.
Demikian Pernyataan sikap ini FMN sampaikan, Pemerintahan Jokowi-JK harus dapat memenuhi tuntutan rakyat. Dan terakhir, Selamat Hari Perempuan Internasional 08 Maret 2015, Ayo Perempuan Indonesia Bangkit berorganisasi Melawan Penindasan.

08 Maret 2015
Hormat Kami,


Rachmad P Panjaitan
Ketua
 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger