Headlines News :

Latest Post

Pernyataan Sikap PP FMN: Mengutuk Tindakan Fasis Berupa Tindak Kekerasan dan Penangkapan Massa Aksi FPR Bantaeng oleh Polres Bantaeng

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Kamis, 12 Januari 2017 | 04.30

Kado pahit di awal tahun 2017 yang diberikan oleh rezim Jokowi-JK berupa kenaikan Bahan Bakar Minyak, Tarif Dasar Listrik dan Biaya Administrasi Surat Kendaraan Bermotor merupakan pukulan bagi kehidupan rakyat. Pasalnya, di tengah derita dan kemerosotan hidup yang makin tajam akibat kebijakan rezim selama ini yang terus menghisap dan menindas, rakyat kembali dibebankan kebijakan kenaikan harga tersebut.

FMN Mengutuk dan Mengecam Tindakan Pemanggilan Orang Tua Siswa SMAN 13 Depok oleh Kepala Sekolah: Hentikan segala tindakan intimidasi terhadap siswa yang melakukan demostrasi

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Selasa, 10 Januari 2017 | 08.10


Sebagai tindak lanjut pemecatan yang dilakukan oleh pihak Sekolah kepada Pak Dika, puluhan Siswa melakukan aksi menuntut pembatalan pemecatan pada tanggal 9/1/2017. Puluhan siswa menilai bahwa apa yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah bentuk ketidakadilan dan pengekangan terhadap hak demokratis. Namun, aksi tersebut mendapat tindakan represif dari pihak sekolah dengan  melibatkan aparat negara.

Di waktu yang sama, terjadi pertemuan antara Pak Dika dengan Kepala Sekolah. Salah satu tuntutan yang ditekankan kepada Pak Dika adalah untuk membubarkan Student Merdeka yang merupakan organisasi yang diinisiasi oleh Pak Dika. Namun, tentu Pak Dika tidak menyetujuinya.

Respon dari pihak sekolah yang anti demokrasi tersebut terhadap Pak Dika dan aksi puluhan siswa terus berlanjut. Pada 10/01/2017 Kepala Sekolah mengeluarkan Surat Pemanggilan kepada orang tua para siswa yang terlibat dalam aksi maupun kampanye menudukung Pak Dika. Hingga saat ini, dari data yang terhimpun sudah terdapat 7  orang Siswa yang mendapat panggilan tersebut Hal tersebut merupakan bentuk dari tindakan intimidasi terhadap siswa..

Selain itu, tindakan intimidasi dalam berbagai bentuk semakin intensif dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 13 Depok terhadap siswa yang melakukan demonstrasi. Tindakan tersebut telah membuat siswa tidak nyaman dalam proses belajar mengajar. Hal demkian tidak selayaknya dilakukan oleh Kepala sekolah. Karena Kepala Sekolah harus  menjamin kenyamanan  siswa dalam proses belajar mengajar agar siswa dapat menerima ilmu pengetahuan yang diajarkan.

Intimidasi tersebut merupakan bentuk yang tidak sewajarnya dilakukan oleh institusi pendidikan. Hal tersebut justru menunjukan bahwa SMAN 13 Depok merupakan ruang dan media negara untuk mengekang kebebasan politik dan hak demokratis rakyat.

Atas dasar hal tersebut FMN menyatakan mengutuk secara keras tindakan intimidasi berupa Pemanggilan Terhadap Orang Tua Siswa yang berkaitan dengan aksi dan kampanye yang dilakukan Siswa SMAN 13 Depok. Selain itu FMN juga menyatakan sikapnya:
  1. Batalkan Surat Pemanggilan terhadap siswa yang berjuang dalam menyampaikan aspirasi dantuntutannya.
  2. Hentikkan tindakan intimidasi terhadap siswa
  3. Berikan secara luas ruang kepada Siswa dan Guru untuk mengeluarkan pendapat dan hak politik lainnya.
  4. Pekerjakan Kembali Pak Dika tanpa syarat apapun.
  5. Tarik keluar aparatur negara dari SMAN 13 Depok
kami menyerukan kepada seluruh pemuda mahsiswa untuk memperhebat perjuangan melawan tindakan anti demokratis dan anti kemajuan/


Jakarta, 10 Januari 2017
Hormat kami,
Pimpinan Pusat FMN



BADARUDIN
(Sekretaris Jenderal)


Front Mahasiswa Nasional Mendukung Penuh Perjuangan Siswa SMAN 13 Depok, Melawan Kebijakan Kepala Sekolah tentang Pemecatan Pak Dika. Lawan Tindakan Anti Demokrasi dan Anti Kemajuan di Dunia Pendidikan

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 08 Januari 2017 | 22.21



foto aksi siswa SMAN 13 Depok, Jawa Barat 9/1/2017
Jakarta, 9/1/2017 Puluhan Siswa SMAN 13 mengelar aksi di lapangan sekolah dalam menyikapan kebijakan kepala sekolah yang telah pemecatan kepada Pak Dika pada tanggal 9/1/2017. Aksi tesebut menuntut kepala sekolah untuk mencabut kebijakan pemecatan terhadap pak dika. 

Badarudin selaku Sekertaris Jenderal Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (SEKJEN PP FMN) menyampaikan dukungan penuh atas perjuangan siswa SMAN 13 Depok, Jawa Barat melawan kebijkan kepala sekolah SMAN 13 tentang pemecatan guru Pak Dika. Karena  Kebijakan Pemecatan yang dilakukan kepala sekolah SMAN 13 merupakan wujud nyata dari tindakan  anti demokrasi dan anti kemajuan. Selain itu  kami juga memuntut kepala sekolah SMAN 13 untuk segera mencabut Kebijakan pemecatan terhadap Pak Dika

Kondisi pendidikan semakin jauh dari nilai nilainya yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat. Terbukti dengan  tindakan anti demokratis semakin menjadi jadi didunia pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga pendidikan tinggi. Tindakan anti demokrasi  dalam bentuk pemecatan terhadap guru yang melakukan kritik terhadap institusi pendidikan seperti yang terjadi kepada Pak Dika.

Jika hal tersebut tetap dibiarkan, maka kedepan akan banyak guru yang akan dipecat dikarenakan bobroknya institusi pendidikan di Indonesia.  dan perkembangan  pendidikan Indonesia kedepan akan semakin bobrok dan terbelakang.

Selain itu, Tindakan anti demokrasi juga terjadi secara massif di pendidikan tinggi. dalam 2 tahun pemerintahan Rezim Jokowi-JK banyak mahasiswa Drop Out (DO) karena mengkritik Rektor karena buruknya pendidikan tinggi. Seperti yang terjadi di beberapa kampus, Univesitas Muhammadyah Sumatera Utara (UMSU)  yang telah melakukan Drop Out 24 mahasiswa karena mengelar aksi. DI Univesitas Islam Makasar (UIM) mengeluarkan kebijakan Drop Out kepada 3 mahasiswa karena mempertanyakan kejelasan statuta rektornya. 

Menguatnya tindakan anti demokrasi didalam dunia pendidikan mengharuskan pelajar dan pemuda mahasiswa memperkuat dan  memperhebat perjuangan  melawan segala tindakan anti demokrasi dan anti kemajuan.
 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger