Headlines News :
Home » » Profil Front Mahasiswa Nasional (FMN)

Profil Front Mahasiswa Nasional (FMN)

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Selasa, 24 Januari 2012 | 02.45


FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN)
"Organisasinya Mahasiswa untuk Terus Bangkit, Belajar, Berorganisasi & Berjuang"


Apa itu FMN ?
Front Mahasiswa Nasional atau lebih dikenal dengan FMN merupakan organisasinya mahasiswa yang menjadi wadah untuk belajar-berorganisasi dan belajar-berjuang bersama. FMN merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dengan berbagai kegiatan yang menarik dan berguna. FMN lahir melalui dialektika panjang dalam perjuangannya.

Sejarah gerakan pemuda-mahasiswa yang merupakan sebuah gerakan pelopor dan selalu terlibat aktif dalam perjuangan rakyat untuk perubahan yang lebih baik adalah bagian dari cikal bakal berdirinya FMN. Embrio dari lahirnya FMN sebagai organisasi sudah ada saat akhir tahun-80an, saat ituterdapat berbagai serikat, komite kerja, forum-forum mahasiswa tingkat daerah yang berupaya menyatukan diri untuk melawan pemerintahan Orde Baru. Pada tahun 1997 merupakan suatu “ momentum” persatuan organisasi tingkat daerah dalam wadah skala nasional bernama Forum Mahasiswa Nasional. Dari momentum itu, FMN terus memngembangkan dan memperbaiki diri agar dapat memperkuat persatuan organisasi dan perjuangannya. Alhasil, pada 18 Mei 2003 di Jakarta digelarlah Kongres Pendirian yang mengganti nama dari Forum Mahasiswa Nasional menjadi Front Mahasiswa Nasional (FMN). Kongres pendirian ini juga menandakan bentuk persatuan yang nyata mulai dari organisasi tingkat daerah hingga pusat. Tidak hanya itu, FMN juga semakin memperteguh perjuangannya untuk selalu setia berjuang tiada henti demi mahasiswa dan rakyat Indonesia.



Hingga saat ini, FMN telah menggelar 4 kali Kongres yang merupakan forum tertinggi dalam organisasi. Kongres I diselenggarakan padan 2004 di Kota Metro Bandar Lampung. Sementara itu, Kongres II FMN dilaksanakan di Kota Bandung pada tahun 2006. FMN kembali menyelenggarakan Kongres III nya pada tahun 2009 di Kota Mataram, NTB. Selanjutnya, pada tahun 2014 di Jakarta FMN kembali menyelenggarakan Kongres-nya yang ke 4.

Ada Di mana Saja FMN?

FMN saat ini telah berusia 13 tahun. Usia FMN yang masih sangat muda  dibandingkan dengan organisasi mahasiswa lainnya ini bukan berarti tidak menunjukan kedewasaanya dalam berjuang. FMN terus berusaha memajukan organisasinya dengan belajar baik teori dan praktiknya. Hingga saat ini, FMN telah tersebar di 25 Cabang/Kota dan 104 Kampus/Ranting. Berikut kota persebaran FMN:
Medan, Padang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Purwokerto, Wonosobo, Yogyakatra, Jombang, Malang, Surabaya, Bangkalan (madura), Banyuwangi, Pontianak, Palangkaraya, Denpasar, Mataram, Lombok Timur, Kupang, Kefamenanu, Makassar, Palu, dan Poso.

Persebaran tersebut merupakan capaian bagi FMN. Namun capaian tersebut bukan berarti FMN tidak mengembangkan dan memperbesar terus organisasi. FMN memiliki komitmen kuat untuk terus memperluas, memperbesar dan memperkuat organisasinya. Hal ini dilakukan FMN demi menjadi wadah belajar, berorganisasi dan berjuang dari mahasiswa. Demi terpenuhinya hak dasar mahasiswa dan rakyat Indonesia.

Apa Saja Program Perjuangan FMN?

FMN memiliki program umum berupa:
  • ·    Berjuang dan mengabdi kepada masyarakat untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat.
  • ·   FMN berjuang bersama masyarakat untuk lahirnya sistem pendidikan yang Ilmiah, Demokratis dan Mengabdi kepada Rakyat.

Sementara itu, Program khusus FMN adalah:
1). Menuntut pendidikan gratis  dan Kuliah Murah, 2). Menuntut direalisasikannya APBN dan APBD minimal 20% untuk pendidikan diluar gaji tenaga pengajar dan tenaga kependidikan, 3). Menuntut Peningkatan fasilitas pendidikan di Kampus, 4). Menuntut dijaminnya kebebasan berpendapat dan berorganisasi di Kampus, 5). Menolak represifitas terhadap mahasiswa, 6). Menolak segala bentuk pungutan liar di Kampus, 7). Melawan segala bentuk korupsi di dunia pendidikan, 8). Menuntut peningkatan kesejahteraan bagi Dosen, Guru, dan Karyawan, 9). Menuntut penyediaan lapangan pekerjaan yang layak bagi Pemuda Indonesia, 10). Pemberantasan Buta huruf di Indonesia, 11). Bersama Buruh menentang upah murah, 12). Berjuang bersama Tani melawan perampasan tanah, 13). Berjuang bersama kaum miskin di perkotaan untuk melawan penggusuran, 14). Membangun kebudayaan yang progresif, 15). Melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan terhadap perempuan Indonesia.

Workshop Organisasi Di Kota Makassar

Lalu, Apa saja Kegiatannya?

 1. Ada Kajian Ilmiah:
  • ·   Riset
  •    Diskusi Kelompok
  • ·   Diskusi Publik/Seminar
  • ·   Bedah Buku/Film
  • · Kursus-kursus: Jurnalistik, Riset, Menulis, dll


Panggung Budaya di Kota Purwokerto

2. Ada Juga Seni, Budaya, dan Olah Raga:
  • ·  Panggung Budaya
  • ·  Pelatihan dan Pentas Teater
  • ·   Bermusik
  • ·Petualangan Alam/Camping/Naik Gunung





Aksi Kampanye Di Kota Bandung



3. Kampanye Massa:
  • ·    Panggung Rakyat
  • ·    Mimbar Bebas/Pidato Kebudayaan
  • ·    Flashmob Progresif
  • ·    Konferensi Pers
  • ·    Aksi Massa
  • ·    Pawai bersama 





Tanggap Bencana Gunung Sinabung (Sumatera Utara)



4. Tidak Boleh lupa, Pengabdiannya ke Masyarakat:
  • ·   Bakti Sosial
  • ·   Pengobatan Gratis
  • ·   Penyuluhan-penyuluhan
  • ·   Sanggar Belajar Rakyat
  • ·  Tanggap Bencana





Kegiatan Internasional di Filipina
Gak Cuma itu, di kancah Internasional FMN juga punya kegiatan:


FMN juga tergabung dalam International League of People Struggle (ILPS) yang di dalamnya terdapat lebih dari 200 organisasi dari lebih 40 negara di dunia. Selain itu, FMN juga menjadi anggota dari
Asian Student Association (ASA). FMN dalam kedua organisasi internasional tersebut sering menghadiri dan mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakannya, baik yang diselenggarakan di Indonesia maupun yang di luar negeri, seperti Workshop, pendidikan bersama, diskusi internasional, dll.


Tertarik? Ingin tau lebih dalam ? Yuk langsung gabung aja !

Cara bergabung untuk menjadi anggota dan bagian dari keluarga besar FMN sangat mudah. FMN tidak akan membeda-bedakan mahasiswa berdasarkan suku, agama, ras, kepercayaan, dll. Jadi, siapapun mahasiswa di seluruh Indonesia yang ingin belajar bersama, mengasah dan menambah pengalaman bersama dalam berorganisasi dan mendekatkan diri dengan realita masyarakat, dapat segera bergabung. Caranya hanya tinggal mengisi formulir keanggotaan atau menghubungi kontak yang tersedia.

Kemudian kawan-kawan akan difasilitasi untuk mendiskusikan mengenai seluk beluk FMN secara lebih dalam. Lalu akan mendapatkan pendidikan dan seluruh informasi mengenai organisasi. Jadikanlah FMN tempatmu belajar, menambah kawan dan wawasan, hingga mencurahkan tenaga untuk mencapai cita-cita.

Ayo Kawan, jadilah bagian dari FMN. Terus belajar, berorgansiasi, dan berjuang bersama !!!

Mari Bergabung dan segera Hubungi:
Badarudin: 081805227040
Widianto Satria: 081294553740

Share this article :

2 komentar:

tiar mlg mengatakan...

1. Sumbernya darimana ya???

2. Kalimat : Melalui pertemuan nasional yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1997 kemudian terbentuk sebuah jaringan nasional dengan nama “Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional (FKMN)” sebagai identitas dari pokja yang dibangun...
Setau saya gak ada FKMN, mohon klarifikasinya...

3. Di akhir tahun 98, puncak pertemuan di Batu-Malang yg hasilnya al : 1. isu bersama yaitu pendidikan murah, tanah untuk rakyat, cabut dwifungsi ABRI dll. 2. Pembangunan organisasi tingkat kota yg kemudian melahirkan SMKR-jogja, FIM-B bandung, Amipro Rakyat - Malang, KMPR - Jombang, SMPR Surabaya

4. Founding kongres tdk hanya melahirkan hari penetapan hari lahir, namun juga yg plg penting adalah garis politik : Anti Impe, Anti Fasis, Garis organisasi : sendem. Disusul dgn rapat kerja tingkat nasional...

Terima Kasih

Salam...

Sarung Tangan mengatakan...

masih seperti yang dulu-dulu, persoalan mahasiswa adalah penyakit garis besar. seolah-olah semua itu terbentuk begitu saja, tanpa ada keterlibatan individu-individu yang turut mendesain. faknyanya, selalu ada kohesi antara lintas masa dan keterlibatan aktor. garis-garis hubung antar aktor berikut arena gerak material itulah yang menyusun terbentuknya sejarah perkembangan satu entitas.

penganut garis besar selalu mengabaikan kekhususan yang mempengaruhi suatu perkembangan. mengabaikan entitas sangat materiil yang dianggap tak ada, karena bias obyektivitas absolut.

menurutku, coba lihat kembali fakta dengan lebih jernih, biar bisa melihat ikan-ikan yang hidup di dalam air, tak sekedar melihat sungainya. salam kepal!

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger