Headlines News :
Home » » TOLAK KENAIKAN HARGA BBM-NAIKKAN UPAH BURUH DAN LAKSANAKAN REFORMA AGRARIA SEJATI

TOLAK KENAIKAN HARGA BBM-NAIKKAN UPAH BURUH DAN LAKSANAKAN REFORMA AGRARIA SEJATI

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Senin, 12 Maret 2012 | 10.12


Hal yang tidak kalah Pentingnya harus disadari oleh Rakyat bahwa, Tidak ada hal apapun yang dapat Menghentikan niat jahat Pemerintah untuk menaikkan Harga BBM saat ini, melainkan Rakyat itu sendiri dengan membangun persatuan yang besar dan melakukan perlawanan Bersama. Saling Membangkitkan, Saling Mengorganisasikan dan Bergerak berjuang bersama-sama.



Kepada seluruh Ralyat Indonesia, harus dicatat bahwa: Rencana Kenaikan Harga BBM yang akan ditetapkan tanggal 1 April Mendatang adalah KENAIKAN YANG KEEMPAT KALINYA dalam dua Periode Pemerintahan Rezim Boneka Anti Rakyat yang bernama “Susilo Bambang Yudhoyono” saat ini, yakni pada: Maret 2005, Oktober 2005, dan Mei 2008  yang tujuannya tidak lain adalah penghapusan subsidi kepada rakyat.

Dengan Politik Pencitraannya, menunjukkan wajah Sedih dan Haru (Seakan-akan peduli dan sangat terharu dengan keadaan Rakyatnya) dengan berbagai Janji terus Menipu dan memberikan Ilusi pada Rakyat akan Nasib baik di masa akan datang. Dengan DALIH untuk menyelamatkan Anggaran yang MEMBENGKAK karena (Seolah-olah) Tingginya Subsidi yang ditanggung oleh Negara dan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, sehingga tampak Negara seakan berada di jalan buntu dan tidak ada jalan lain selain menaikkan Harga dan Pemotongan Subsidi BBM tersebut. Dengan cara demikian tersebut (Salah satunya), Rakyat kemudian dipaksa untuk “Nerimo dan Legowo”  Kebijakan sesat yang mencekik tersebut.

Kenyataannya (Dari Pengalaman 3 kali kenaikan harga BBM yang telah lalu) kebijakan tersebut telah mengantarkan rakyat semakin jauh terperosok kedalam jurang kemiskinan dan penderitaan. Bagaimana tidak, dengan Total prosentase rata-rata angka kenaikan harga tersebut menunjukkan angka yang sangat fantastis yaitu ± 183,76% hanya dalam rentang waktu tiga tahun (2005-2008), dengan perincian tiap-tiap angka kenaikannya yaitu Maret 2005 ± 29%, Oktober 2005 ± 126,06%, dan Mei 2008 ± 28,7%.


Dalam Rencana Kenaikan harga BBM kali ini, kembali dengan DALIH yang sama bahwa “Kenaikan Harga Minayk Dunia mengakibatkan semakin Tingginya kebutuhan biaya pembelian (Import) Minyak dari luar Negeri, akibatnya akan terjadi pembengkakan Anggaran akibat Subsidi BBM”. Karena pembelian minyak dari pasar Internasional dengan harga Pasar Internasional pula, maka Pemerintah harus memberikan Subsidi setiap liter pembelian minyak yang dilakukan oleh Rakyat untuk menutupi kekuarangannya. Sementara itu Subsidi yang disediakan pemerintah dari APBN 2012 (Berdasarkan asumsi harga Minyak Indoneisa/Indonesian Crude Price “ICP”) hanya sebesar US$ 90 per Barel yang menelan subsidi lebih dari Rp 137,7 Triliyun. Namun pada perkembangannya harga minyak Indonesia mencapai US $122 per barel yang menelan subsidi lebih dari Rp 200 Triliyun.

Artinya, Pemerintah Menerangkan bahwa dengan Kenaikan harga Minyak dunia tersebut, dipastikan akan terjadi pembengkakan Anggaran akibat Subsidi yang kemudian secara otomatis meningkat harus ditanggung pemerintah. Maka menaikkan Harga BBM dan penghapusan Subsidi BBM adalah pilihan yang  dianggap “TEPAT” bagi Pemerintah untuk menghadapi kenaikan harga minyak dunia tersebut. Persoalannya adalah, Pemerintah tidak pernah menerangkan kepada Rakyat akan Besaran Kebutuhan Minyak dalam negeri, jumlah Produksi minyak dalam Negeri, kemudian dipadukan dengan Jumlah dan Keuntungan dari Eksport Minyak yang dilakukan oleh Pemerintah bahkan keuntungan penjualan minyak didalam negeri sekalipun.

Yang harus dipegang kuat oleh setiap kita bahwa, sesungguhnya kebutuhan konsumsi minyak dalam negeri tidak terlalu besar dibandingkan dengan Negara-negara Industri seperti AS maupun Negara dikawasan Eropa lainnya. Faktanya bahwa jumlah Eksport minyak mentah Indonesia jauh lebih tinggi dari jumlah Import Minyak jadi.

Merosotnya Taraf hidup Rakyat, Ancaman nyata akan kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga BBM tak pelak lagi akan menambah penderitaan rakyat di tengah melambungnya harga-harga kebutuhan pokok. Jika harga BBM dinaikkan akan memicu naiknya inflasi karena melonjaknya harga kebutuhan pokok. Inflasi mencerminkan kenaikan harga kebutuhan pokok yang menekan daya beli masyarakat di luar perkiraan. Artinya kenaikan harga BBM pasti akan memicu kenaikan harga di segala lini. Dengan rendahnya upah dan pendapatan rakyat Indonesia yang rata-rata di bawah 2 dollar AS per hari, bisa dipastikan barang-barang dan berbagai kebutuhan lainnya akan sulit terjangkau oleh masyarakat. Hal ini tentu saja akan mematikan perekonomian dalam negeri.

Rakyat Miskin harus tetap mendapatkan Haknya atas subsidi, sehingga tidak dirugikan akibat naiknya harga minyak saat ini, maka Subsidi akan diberikan lansung kepada yang berhak menerimanya. (Kurang lebih demikian pernyataan yang diungkapkan oleh Menteri Keuangan, Agus Martowardoyo). Adapun skema penyaluran yang digunakan oleh Pemerintah (Sebagai jalan keluarnya) adalah dalam bentuk Konvensasi, yaitu 1). Bantuan Lansung Tunai (BLT) yang akan diberikan kepada 18 Juta Rakyat Miskin, masing-masing Rp. 150.000/bulan selama 9 (sembilan) Bulan. 2). Subsidi untuk pengelola Angkutan Masyarakat. 3). Subsisidi pendidikan untuk masyarakat Miskin dan, 4). Peningkatan Alokasi dan sasaran pembagian Beras miskin (Raskin).

Skema tersebut sebagai pilihan pemerintah dengan pertimbangan bahwa, penyaluran subsidi selama ini hanya dinikmati oleh Orang kaya, atau Orang menengah keatas yang menggunakan kendaraan mewah, sementara Rakyat miskin yang tidak memiliki kendaraan tidak dapat Merasakan lansung subsidi tersebut. Dengan pertimbangan tersebut, menunjukkan bahwa Pemerintah lupa, bahkan justeru menegasikan bahwa kepentingan atau kebutuhan rakyat atas minyak tidak hanya digunakan untuk transportasi. Namun digunakan dalam berbagai hal, seperti untuk energi mesin industri rakitan, manufaktur yang ada di Indonesia, untuk transportasi dalam distribusi hasil produksi maupun bahan baku didalam negeri, dan lain sebagainya. Yang pasti bahwa semua aspek tersebut yang menanggung biaya produksi yang tinggi akibat kenaikan harga BBM dan penghapusan subsidi harus menaikkan harga produknya, kemudian harus ditanggung oleh Rakyat yang sudah pasti membutuhkan seluruh kebutuhan tersebut, terutama kebutuhan Sandang, Pangan dan  Papan.

Objektifitas dari solusi dan jalan keluar yang akan dijalankan oleh Pemerintah tersebut dapat dilihat dari kenyataan masyarakat Indonesia saat ini yang masih terbelenggu kemiskinan dan penderitaan yang hebat. Bahkan dampak lain dari kenaikan harga BBM tersebut juga dapat dipastikan bahwa kemiskinan dan angka pengangguran juga pasti akan meningkat. Angka kemiskinan saat ini menurut BPS sekitar 36,8 juta jiwa atau 16, 85 persen dari total penduduk Indonesia. Sementara Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi memperkirakan, kenaikan harga BBM sebesar 30 persen berpotensi mengakibatkan orang miskin bertambah sebesar 8,55 persen atau sekitar 15,68 juta jiwa dan pengangguran diprediksikan meningkat 16,92 persen dari angka pengangguran resmi yang dilansir BPS sebesar 10,11 juta.

Kepastian jelas dari kenaikan harga BBM bahwa penghidupan massa rakyat semakin merosot dan hancur. Daya hidup buruh, kaum tani miskin dan buruh tani, pegawai negeri rendahan, prajurit rendahan, nelayan, intelektual demokratis, pedagang kecil dan semua klas semi-proletar perkotaan (tukan asongan, loper koran, dsb)  semakin lemah dan terancam bangkrut. Buruh terancam PHK secara luas akibat pengusaha melakukan efisiensi dengan alasan mahalnya ongkos produksi untuk bahan baku sebagai akibat naikknya harga BBM,  atau menambah jam kerja buruh untuk terus meningkatkan produksi agar perusahaan tidak lekas bangkrut. Hal ini terutama mengancam industri-industri kecil dan menengah.

Di pedesaan, kaum tani miskin akan sangat mudah kehilangan tanah akibat jeratan utang para lintah darat yang mengincar tanah mereka, dengan memanfaatkan ketidakberdayaan tani miskin dalam memenuhi beban kebutuhan hidup akibat kenaikan harga BBM. Buruh tani akan kehilangan pekerjaan, karena biaya produksi pertanian yang tinggi dan tuan tanah-petani kaya akan mengurangi penggunaan tenaga kerja dan mengurangi waktu kerja, termasuk meningkatkan jumlah kerja yang tidak dibayarkan. Angka anak putus sekolah terutama dari kaum tani miskin dan buruh tani meningkat tajam, karena tidak sanggup membayar uang gedung, SPP, dan biaya buku serta seragam sekolah.

Di sisi lain, para nelayan terancam kehilangan pendapatan akibat mahalnya biaya solar untuk melaut. Ibu rumah tangga semakin pusing tujuh keliling karena minyak tanah dan gas mahal dan sulit didapatkan. Ongkos tranportasi umum naik, biaya sekolah juga ikutan naik dan pastinya kenaikan biaya keperluan hidup paling pokok seperti beras-lauk pauk dan sandang. Ini tentu akan diikuti beban penderitaan langsung maupun tidak langsung yang menggerogoti penghasilan, gaji atau upah yang bernominal tetap.

Artinya bahwa, Jalan keluar yang diambil pemerintah atas kenaikan harga minyak dunia dan solusinya bagi Rakyat tersebut, bukanlah jawaban objektif bagi rakyat. Ementara itu Pemerintah akan terus mencari pembenaran untuk tetap dapat menaikkan harga BBM dan memangkas subsidi bagi Rakyat, dan secara leluasa terus melakukan perampasan atas hak-hak rakyatnya lainnya. Dengan Kenyataan demikian tersebut, maka tidak ada alasan apapun bagi pemerintah untuk menaikkan harga, apalagi ditambah dengan penghapusan subsidi bagi Rakyat. 

Hal yang tidak kalah Pentingnya harus disadari oleh Rakyat bahwa, Tidak ada hal apapun yang dapat Menghentikan niat jahat Pemerintah untuk menaikkan Harga BBM saat ini, melainkan Rakyat itu sendiri dengan membangun persatuan yang besar dan melakukan perlawanan Bersama. Saling Membangkitkan, Saling Mengorganisasikan dan Bergerak berjuang bersama-sama, Bahkan itulah Jawaban (Jalan keluar) bagi Rakyat atas berbagai persoalan yang dihadapi saat ini.

Bersatulah Rakyat Indonesia!
Jayalah Perjuangan Massa!

Dept. Pend. dan Propaganda-PP FMN
Jakarta, 12 Maret 2012.  
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger