Headlines News :
Home » » Rakyat Menolak Kenaikan Harga BBM, "Pemerintah Anti Kritik, Anti Rakyat"

Rakyat Menolak Kenaikan Harga BBM, "Pemerintah Anti Kritik, Anti Rakyat"

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Senin, 02 April 2012 | 01.43



Tolak keniakan harga BBM dan Mengecam Keputusan DPR dan Tindak kekerasan aparat Kepolisian.
Jakarta (31/3).Sidang paripurna DPR tentang Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) mengesahkan pasal 7 ayat 6a pada Sabtu dini hari (31/3).


Dalam pasal tersebut, pemerintah mendapatkan kewenangan menaikan harga minyak bersubsidi  jika terjadi kenaikan harga minyak mentah (ICP) sebesar 15 % dari asumsi pemerintah selama enam bulan kedepan. Ketetapan tersebut diambil setelah terjadi tawar menawar antar partai politik di DPR. Sekretaris Jendral Front Mahasiswa Nasional, L Muh Harry Sandy mengatakan bahwa ketetapan tersebut menunjukkan sikap DPR yang tidak tegas dan membingungkan rakyat.

“ dalam situasi seperti sekarang, Partai politik di DPR masih mengambil keuntungan dan agar nampak baik dimata rakyat. Mereka hanya mengambil keuntungan politik masing-masing dengan mengijinkan pemerintah menaikan harga BBM,  yang dibutuhkan rakyat adalah BBM tidak naik “ jelas Sandy yang juga Sekertaris Front Perjuangan Rakyat(FPR).


Sidang paripurna yang diwarnai guyonan tidak ubahnya acara dagelan, padahal diluar gedung rakyat yang melakukan penolakan dihadapkan dengan alat keamanan negara bahkan dibubarkan paksa dengan tembakan demikian komentar Sandy.

“ permainan kata-kata yang seolah mendukung perjuangan rakyat menolak kenaikan BBM nampak dalam sidang paripurna, sejatinya DPR  dan Pemerintah anti kritik anti demokrasi anti rakyat bahkan cenderung fasis, hal ini ditunjukan dengan pengerahan keamanan dengan senjata lengkap bahkan tindakan represif tehadap demonstran di DPR dan tempat lainya” imbuh Sandy.

Front Mahasiswa Nasional yang tergabung dalam FPR bersama gerakan rakyat lainnya pada 29 dan 30 Maret di DPR RI. Selain itu juga melakukan aksi penolakan atas rencana kenaikan harga BBM di berbagai kota. Di Medan, aksi yang dilakukan FMN bersama organisasi rakyat lainya tidak luput dari tindakan represif. Tiga anggota FMN ditangkap bersama 32 demonstran lainya saat demo menolak kenaikan harga BBM di DPRD Sumatera Utara pada tanggal 26 lalu.

FMN menilai bahwa pemerintah tidak perlu menaikan harga BBM. Kebijakan menaikan BBM akibat naiknya harga minyak dunia akibat monopoli perusahaan minyak menunjukkan pemerintah taat dan patuh terhadap intervensi asing. Anggaran belanja birokrasi yang harus dipotong untuk memberikan subsidi kepada rakyat.

“ kejadian represif aparat terhadap rakyat yang melakukan demonstrasi telah melukai rakyat Indonesia, tindakan tersebut tidak akan menyurutkan semangat rakyat tetapi justeru membakar semangat rakyat untuk terus berjuang menentukan nasibnya, FMN akan terus melakukan aksi penolakan keniakan harga BBM”.
Redaksi “Gelora” PP-FMN (Harry Kusuma) 085691920368 
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger