Headlines News :
Home » » Sanggar Belajar Peduli Pendidikan

Sanggar Belajar Peduli Pendidikan

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Rabu, 13 Juni 2012 | 21.10


SERVE THE PEOPLE

FRONT MAHSISWA NASIONAL MENDIRIKAN
“SANGGAR BELAJAR PEDULI PENDIDIKAN UNTUK MASYARAKAT PESISIR”

"Buat Apa Ribuan Sarjana Kalau Rakyatnya di biarkan bodoh"(Romo Mangun)

Pendidikan adalah merupakan suatu proses dialektika manusia untuk mengembangkan akal pikir dalam menyelesaikan setiap persoalan-persoalan social, serta menjadi tolak ukur kemajuan suatu zaman peradaban Bangsa dan Negara, dalam mencerdaskan kehidupan rakyat. Sehingga menjadi tonggak instrument kemajuan tenaga produktif yang akan menopang kesejahtraan rakyat secara utuh. Pendidikan harus menjadi pondasi utama dalam mewujudkan kemajuan rakyat yang sejahtera, berkeadilan, berdaulat adil dan makmur, serta menjunjung tinggi nilai-nilai social yang maju dan mengabdi pada kepentingan rakyat.

Pemeratan pendidikan di Indonesia khusunya dimasyarakat Lampung memang menjadi persoalan tersendiri, mahalnya biaya pendidikan sehingga membuat masih tingginya angka putus sekolah, kurangnya sarana dan prasarana pendidikan terutama untuk meningkatkan kecerdasan anak-anak, minimnya kualitas pendidikan yang diterima, dll. Merupakan persoalan-persoalan yang mewarnai generasi bangsa ini, sehingga tak heran jika banyaknya anak-anak terutama di pinggiran kota (Urban Poor) dan desa yang kurang sekali pengetahuanya.

Menyadari betapa pentingnya persoalan ini, perlu ada langkah kongkret yang dapat memberikan kontribusi dan perbaikan secara konkret pada masyarakat lampung khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia. Tentu saja agenda ini setidaknya mampu menjadi langkah alternatif di tengah sulitnya masyarakat (khususnya anak-anak sebagai generasi penerus) mendapatkan sarana pembelajaran di luar institusi pendidikan.

Hal ini pulalah yang mendorong Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Bandar Lampung untuk membuka pelayanan pendidikan berupa “Sanggar Belajar” untuk anak-anak yang di fokuskan pada daerah- daerah yang masih kurang fasilitas pendidikannya dan masih tingginya angka putus sekolah, sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap problem bangsa.

Tentang program “Sanggar Belajar Peduli pendidikan Untuk Masyarakat Pesisir”.

“Sanggar Belajar Peduli Pendidikan Untuk Masyarakat Pesisir” ini adalah suatu wadah untuk mahasiswa memberikan pelayanan pendidikan berupa bantuan pengajaran secara sukarela kepada anak-anak di daerah pesisir. Sanggar Belajar ini lahir dari keprihatinan kami terhadap kondisi pendidikan di daerah pesisir, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. Dimana fasilitas pendidikan masih sangat minim, dan  masih banyak anak-anak yang putus sekolah. Selain itu juga sanggar belajar ini adalah sebuah bentuk pelayanan kepada mahasiswa (terutama fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di UNILA atau Fakultas tarbiyah di IAIN) untuk menjawab kebutuhan akan media mempraktekan ilmu yang di dapat di perkuliahan yang hari ini tidak dapat dijawab oleh kampus.

       Pendirian sanggar belajar tersebut kami lakukan di 2 kampung yaitu, kampung Gubuk Sero kelurahan Kangkung kecamatan Teluk Betung Selatan dan di kampung Karawang kelurahan Garuntang kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung. adapun tempat yang digunakan untuk sanggar belajar tersebut masih menggunakan TPA dan sekretariat dari organisasi Jaringan Rakyat Miskin Kota (UPLINK/UPC).
       Sanggar belajar ini telah memiliki peserta didik berjumlah 68 orang di kampung gubuk sero dan  74 orang. Peserta didik tersebut berasal dari jenjang pendidikan formal SD hingga SMP, namun ada juga yg belum sekolah (PAUD). Aktifitas dari sanggar belajar tersebut kami jadwalkan setiap hari Minggu. Dalam pengajaran kami membagi menjadi 5 kelas yaitu : 
  1.  PAUD 
  2.  Kelas 1 dan 2
  3. Kelas 3 dan 4
  4. kelas 5 dan 6
  5. untuk SMP

Adapun materi pelajaran yang kami berikan selain materi pelajaran di sekolah, kami juga memberikan materi kesenian, olah raga, dan kerajinan tangan. Metode pembelajaran yang kami berikan tidak hanya didalam kelas saja tapi kami juga menggunakan alam terbuka dan kami juga menggunakan metode belajar sambil bermain agar anak-anak peserta didik tidak jenuh dalam belajar

Kegiatan ini telah berlangsung semenjak tanggal 19 mei 2012. Kami mengajak mahasiswa secara luas di kampus-kampus untuk bergabung menjadi tenaga pengajar sukarela di sanggar-sanggar belajar yang kami buat. Hingga saat ini cukup banyak mahasiswa yang bergabung dalam program tersebut. Di Universitas Lampung sebanyak 25 orang mahasiswa bergabung menjadi tenaga pengajar, sedangkan di IAIN Raden Intan sebanyak 24 orang, dan di kampus UMITRA sebanyak 4 orang.

Selain memberikan pelayanan pendidikan, kami juga menggalang bantuan dari mahasiswa di kampus-kampus dengan membuka stand dan “class to class” dan juga dari pengguna jalan, untuk menunjang operasional pengajaran. Bantuan yang kami kumpulkan berupa buku tulis, buku gambar, buku bacaan, alat tulis/mewarnai, pakaian sekolah layak pakai, dan juga uang. Penggalangan bantuan juga melibatkan mahasiswa yang terlibat menjadi tenaga pengajar sukarelawan di sanggar belajar yang kami buat. Bantuan tersebut akan kami distribusikan langsung kepada anak-anak peserta didik yang membutuhkan. Selain itu kami juga rutin mengadakan diskusi-diskusi tentang pendidikan dan persoalannya. Diskusi inilah yang kemudian menjadi media kami melakukan propaganda dan edukasi kepada masssa mahasiswa yang terlibat dalam sanggar belajar kami.

Dalam proses pendiriannya sanggar belajar ini FMN bekerja sama dengan organisasi JARINGAN PEREMPUAN PESISIR (JPrP), JARINGAN RAKYAT MISIKN KOTA (JRMK), dan warga serta ketua RT setempat.

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger