Headlines News :
Home » » Press Release: 1 Orang Petani Padang Halaban tertembak dan 60 Orang ditangkap oleh Pihak Keamanan PT. SMART dan Aparat TNI/POLRI

Press Release: 1 Orang Petani Padang Halaban tertembak dan 60 Orang ditangkap oleh Pihak Keamanan PT. SMART dan Aparat TNI/POLRI

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Selasa, 05 Juni 2012 | 04.39


Press Release
Front Mahasiswa Nasional (FMN)

Mengecam tindak kekerasan dan penangkapan yang dilakuakn oleh aparat keamanan (TNI/POLRI) terhadap petani di Padang Halaban, Kab. Labura-Sumatera Utara.

“STOP Perampasan Tanah, Penembakan dan segala bentuk Tindak kekerasan terhadap kaum Tani. Usir PT. SMART dari Tanah Padang Halaban”

Sejak paska kemerdekaan di Deklarasikan di Bumi Nusantara, sebagai tonggak awal kemerdekaan rakyat Indonesia, sebagai jaminan terwujudnya tatanan Masyarakat yang berdaulat, adil dan sejahtera dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai Negara agraris dengan kondisi alam yang subur dan kaya, maka pemberlakuan Undang-undang pokok agraria (UU PA) oleh Pemerintah dimasa orde lama menunjukkan semangat membangun bangsa yang adil dan sejahtera serta jaminan kedaulatan Rakyat dalam mengakses dan mengelola lahan (Tanah) sebagai sandaran hidupnya.


Pengkhianatan oleh kalangan borjuasi hingga jatuhnya kepemimpinan Negara dibwah kuasa Rezim militer (Soeharto) yang disokong penuh oleh Borjuasi komprador sebagai perpanjangan tangan lansung Imperialisme di Indonesia, telah kembali melemparkan Rakyat Indonesia kedalam jurang kemiskinan dan penderitaan yang hebat dan tak berujung hingga hari ini. Sepanjang kekuasaannya yang otoriter dan Fasis, telah menyebabkan Rakyat kehilangan sandaran dalam mewujudkan semangat agung kemerdekaan dari kuasa kolonial Belanda yaitu, kehidupan yang adil, Sejahtera dan Berdaulat. Kenyataannya, pergantian rezim hingga sekian kali, dengan watak yang sama sebagai rezim boneka dan pelayan setia bagi Imperialisme, gagasan reforma agraria “meskipun telah di-Undangkan” hingga saat ini hanya menjadi Wacana semata.

Dibawah kuasa rezim boneka Imperialis yang bahkan paling loyal dibandingkan dengan rezim-rezim sebelumnya, kaum tani diseluruh penjuru nusantara selain dihadapkan dengan berbagai bentuk penghisapan atas ketimpangan harga jual hasil produksi dengan biaya produksi (Akibat mahalnya biaya saprotan), kaum tani bahkan telah semakin kehilangan hak kepemilikan atas tanah. Monopoli dan perampasan tanah dalam berbagai bentuk terus meluas dan tak terhindarkan bagi kaum tani. Jalan-jalan kekerasan sudah menjadi jalan utama bahkan tradisi dalam praktek perampasan tanah rakyat yang dilakukan oleh Swasta ataupun pemerintah.
Bagi pemerintah, aparat keamana (TNI/POLRI maupun sipil) sudah menjadi alat utamanya dalam memaksa dan meghadapi perlawanan Rakyat yang hendak merebut dan mempertahankan tanahnya. Kasus pembantaian di Mesuji, penembakan di Papua, Jambi, Palembang, Bima dan diberbagai daerah lainnya adalah contoh nyata akan upaya pemerintah dalam merampas tanah dan hak rakyat lainnya. Hal serupa, kini kembali terjadi terhadap kaum tani di Padang halaban yang senantiasa teguh dan gagah berani mempertahankan tanahnya, yang sejak puluhan tahun lalu sudah dihadapkan dengan berbagai bentuk tindak kekerasan bahkan pembantaian dan penghilangan oleh Pemerintah. Senin tanggal 04 Juni kemarin, sekitar pukul 13.00WIB, Perkebunan PT. SMART dengan aparat keamanan POLISI/TNI kembali melakukan tindak kekerasan dan penembakan terhadap kaum tani di Padang Halaban.

Berdasarkan kesaksian dari pengurus kelompok tani di Padang Halaban ‘Serikat Tani (Setan)”, diterangkan bahwa akibat tindakan brutal aparat tersebut telah menyebabkan 1 (Satu) orang pemuda tani tertembak (Manto, 19 tahun) dan sekitar 60 (Enam puluh) orang ditangkap dan, 10 Orang diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara kondisi dilapangan hingga hari ini kian mencekam dan semakin menyebabkan warga takut dan tertekan dibawah intimidasi serta karena masih terjadinya pengejaran dan penangkapan oleh pihak Polisi dan PT. SMART terhadap kaum tani di Padang Halaban. Sampai hari ini, Polisi masih melakukan sweeping kerumah-rumah warga, sementara lahan telah digusur dengan menggunakan alat Berat (Buldoser) oleh Polisi dan pihak PT. SMART. 

Kenyataan tersebut semakin terang menunjukkan kerakusan dari Borjuasi besar komprador (Baik yang tampil sebagai Perusahaan swasta ataupun menggunakan Negara secara lansung) dalam merampas tanah rakyat untuk kepentingan dan pelayanannya terhadap Imperialisme. Dilain sisi, pemerintah dibawah kuasa rezim boneka anti rakyat (SBY-Boediono) justeru menunjukkan pelayanan setianya dengan mengerahkan Aparat (TNI/POLRI) yang senantiasa digunakan sebagai alat pemaksanya. Selain untuk menguasai tanah-tanah rakyat, hal tersebut juga semakin menunjukkan watak asli dari rezim hari ini yang fasis dengan melakukan pembungkaman aspirasi dan kebebasan rakyat, memberangus gerakan-gerakan perlawanan rakyat demi terpenuhinya kehendak dan kepentingannya dalam merampasa tanah Rakyat.
Berdasarkan kenyataan objektif tersebut, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Mengecam tindak kekerasan dan penangkapan yang dilakuakn oleh aparat keamanan (TNI/POLRI) terhadap warga di Padang Halaban. Bersama ini, kami juga menuntut:
1.     Stop Intimidasi, Kekerasan dan Penembakan Oleh POLRI/TNI terhadap kaum Tani di Padang Halaban
2.     Segera Tarik aparat keamanan dari Padang Halaban
3.     Hentikan Perampasan Tanah oleh perkebunan skala besar, Pertambangan yang dikuasai oleh Negara dan Swasta
4.     Bebaskan Petani Padang Halaban yang ditangkap
5.     Usir PT.SMART dari Tanah Padang halaban yang merampas Tanah rakyat
6.     Laksanakan Reforma Agraria Sejati

Demikianlah pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk kecaman atas ketidak berpihakan Pemerintah terhadap Rakyat dan sebagai bentuk dukungan atas perjuangan Kaum tani dan warga Padang Halaban, Kota Batu Sumatra Utara. Melalui Pernyataan sikap ini, kami juga mengajak kepada seluruh pemuda dan mahasiswa dan elemen rakyat Indonesia disektor lainnya untuk bersama-sama memberikan dukungannya, dan terus bersama membangun persatuan yang besar nan kuat untuk melawan segala bentuk penghisapan dan penindasan yang dilakukan oleh Pemerintah terhadap Rakyat.

Hidup Kaum Tani Indonesia!
Hidup Rakyat Indonesia!
Jayalah Perjuangan Rakyat!



Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional (FMN)



L. Muh. Hasan Harry Sandy Ame
Sekretaris Jenderal


Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger