Headlines News :
Home » » Pernyataan Sikap: Mengecam Penembakan Warga di Ogan Ilir

Pernyataan Sikap: Mengecam Penembakan Warga di Ogan Ilir

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Senin, 30 Juli 2012 | 04.05

Pernyataan Sikap
Front Mahasiswa Nasional (FMN)
Mengecam Penembakan Aparat Kepolisian terhadap Petani di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan!

“Hentikan Perampasan Tanah dan kekerasan terhadap kaum tani-Jalnkan Reforma Agraria sejati”



Konflik agraria kembali memakan korban jiwa. Insiden penembakan oleh Brimob Polda Sumatera Selatan menewaskan satu orang petani, satu orang kritis dan empat lainnya mengalami luka terjadi pada Jumat sore(27/7).


Sejak tanggal 25 Juli lalu, pasukan keamanan sudah melakukan penjagaan didesa-desa disekitar perkebunan milik negara tersebut. Bahkan, melakukan pemeriksaan kepada warga yang melintas. Pada hari Kamis(26/7) sebanyak 15 truk polisi melakukan sweeping kerumah-rumah warga didesa Sri Bandung kemudian melakukan penangkapan kepada sejumlah warga yang dituduh melakukan penjarahan pupuk milik PTPN VII. Warga yang ditangkap pun dibebaskan pada tengah malam karena tuduhan tersebut tidak terbukti. Keadaan ini mengakibatkan trauma bagi warga.

Pada hari Jumat, polisi kembali melakukan sweeping dibeberapa desa. Didesa Lubuk Liat sejumlah warga ditangkap namun akhirnya dibebaskan. Desa Betung, warga yang sedang melakukan sholat Jumat juga dijadikan sebagai target sasaran sweeping. Sementara di Desa Sri Kembang, warga juga didatangi aparat saat sedang melayat.

Sekitar pukul 17.00 WIB, polisi melakukan penyisiran ke Desa Tanjung Pinang dan Limbang Jaya dengan melakukan penembakan. Angga seorang anak berusia 12 tahun terkena tembakan dikepala sehingga cairan diotaknya keluar. Seorang warga yang bermaksud mengangkat bocah tersebut dilarang oleh pasukan keamanan dengan intimidasi, hingga akhirnya Angga tewas di rumah sakit Tanjung Batu. Seorang bernama Alimin Kritis, Jesika(16 tahun), Du binti Juni dan dua orang perempuan lainya yang belum teridentifikasi dilarikan ke RS.

Hingga menjelang Isya, Brigade Mobil Polda Sumsel dan gabungan pasukan dari Polres Ogan Ilir Sumatera Selatan masih melakukan penyisiran dan penembakan terhadap warga Desa Limbang Jaya dan Tanjung Pinang sekitar lokasi PTPN VII Cinta Manis. Konflik yang sudah dimulai sejak 3 bulan lalu, berawal  saat warga menuntut 20.000 Ha lahan mereka di kembalikan oleh PTPN VII.
Pada tahun 1982, PTPN membuka perkebunan di Kabupaten Ogan Ilir dengan melakukan paksaan terhada warga. Luas perkebunan PTPN VII tersebar di enam kecamatan (Kec. Payaraman, Batu, Lubuk Keliat, Indralaya Selatan, Indralaya Induk, dan Kecamatan Tanjung Raja).

Berdasarkan surat keterangam Badan Pertanahan Nasional, tanah PTPN VII yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) hanya 6.512, 423 Hektare, sedangkan sisanya kurang lebih 20.000 Ha, tidak memiliki HGU. Tanah tersebut hasil melakukan perampasan tanah warga di lima desa yaitu desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Desa Meranjat I, Meranjat II, Meranjat Ilir dan Desa Beti, Kecamatan Indralaya Selatan.

Berbagai tindak kekerasan disertai penembakan terhadap warga selalu mewarnai dalam konflik agraria di berbagai wilayah di Indonesia. Monopoli tanah oleh perusahaan swasta maupun perusahaan negara yang disertai perampasan tanah rakyat melibatkan TNI dan Polri . Instruksi Presiden kepada Kapolri untuk menambah pasukan sebanyak 10.000 personil pada tahun ini dan 25.000 personil pada tahun depan untuk menghadapi warga semakin menunjukan bahwa SBY presiden yang anti Demokrasi dan mengedepankan watak militernya (Fasis). Pembungkaman aspirasi rakyat, memberangus gerakan perlawanan rakyat demi terpenuhi kehendaknya semakin memperterang SBY adalah Rezim yang anti kritik dan anti rakyat, pelayan setia borjuasi komprador dan impersialisme.

Berdasarkan pemaparan diatas, kami dari Front Mahasiswa Nasional “Mengecam Penembakan Terhadap warga oleh Brimob Polda Sumatera Selatan. Selain itu kami juga menyatakan sikap:

1.      Mengecam tindak kekerasan dan penembakan yang dilakukan Brimob Polda Sumatera Selatan terhadap warga disekitar PTPN VII Cinta Manis
2.      Menuntut kepada Kapolri untuk menarik pasukanya dilokasi konflik agraria di kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dan daerah lain di Indonesia. Menghentikan segala tindak intimidasi dan tindak kekerasan terhadap rakyat serta usut tuntas dan adili pelaku kekerasan.
3.      Menuntut kepada PTPN VII untuk mengembalikan tanah rakyat yang telah dirampas
4.      Menuntut kepada Presiden Susilo Bamabang Yudhoyono bertanggung jawab atas penembakan dan tindak kekerasan terhadap warga di sekitar PTPN VII dan seluruh wilayah di tanah air.
Demikian pernyataan sikap ini disampaikan, kami juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengorganisasikan diri dan berjuang bersama-sama menuntut hak-hak yang telah dirampas oleh Pemerintahan Fasis SBY Boediono.
Hidup Rakyat Indonesia!
Jayalah Perjuangan Massa!

Jakarta, 27 Juli 2012
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional (FMN)




L. Muh. Hasan Harry Sandy Ame
Sekjend

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger