Headlines News :
Home » » Lima Fitur Imperialisme Sebagai Tahap Akhir Perkembangan Kapitalisme

Lima Fitur Imperialisme Sebagai Tahap Akhir Perkembangan Kapitalisme

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Sabtu, 26 Oktober 2013 | 08.18



Oleh : Rachmad P Panjaitan

ABSTRAK

Studi ini adalah studi tentang Lima Fitur Imperialisme Sebagai Tahap Akhir Perkembangan Kapitalisme. Fokusnya membahas tentang Apa lima fitur imperialisme sebagai perkembangan tahap akhir dari Kapitalisme. Temuan studi ini antara lain terdapat lima hal penting yang menjadi fitur utama Imperialisme. Pertama konsentrasi produksi dan capital membentuk monopoli ekonomi; Kedua, Pembentukan oligarki finansial; Ketiga, eksport kapital berbeda dengan eksport komoditi. Keempat, Pembentukan Asosiasi Imperialisme. Kelima, Pembagian Teritorial diantara Imperialisme telah usai. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif-kualitatif yakni bermaksud menggambarkan lima fitur imperialisme sebagai perkembangan tahap akhir kapitalisme.

Kata Kunci: Imperialisme, Fitur, Tahap Akhir Kapitalisme.

This study is the study of the Five Features Imperialism In Late Stage Development of Capitalism. What is the focus discusses five features of imperialism as the final stage of the development of capitalism. The findings of this study, among others, there are five important things to be the main features of Imperialism. The first concentration of production and capital form of economic monopoly; Second, the establishment of the financial oligarchy; Third, in contrast to capital export commodity exports. Fourth, the establishment of the Association of Imperialism. Fifth, Territorial division between Imperialism is over. The method used is descriptive-qualitative method that is intended to describe the five features of imperialism as the final stage of the development of capitalism.

Keywords: Imperialism, Feature, Late Stage Capitalism


Pendahuluan
Menurut Marx, kapitalisme telah mengakhiri ketidakadilan dan irasional feudal, namun kapitalisme telah menggantikannya dengan ketidakadilan dan irasionalisme itu sendiri. Kapitalisme telah mengembangkan industri, dan demikian menciptakan kemungkinan terkumpulnya kekayaan yang besar[1]. Ia juga menciptakan kelas buruh industri, yang nantinya membangun masyarakat tanpa adanya penindasan manusia atas manusia sebagai doktrin historis tugas proletar untuk membebaskan umat manusia.

hubungan-hubungan produksi kapitalisme sama menindasnya dengan hubungan produksi feudal, namun ide-ide liberal tentang indivualitas  memiliki efek menyembunyikan kenyataan itu. Kebebasan menguasai alat produksi oleh kapitalis melahirkan esensi sistem sosial yang menindas. melalui kerja upahan dalam masyarakat kapitalis (Negara Maju), buruh harus bekerja untuk kapitalis secara terus-menerus dengan watak eksploitasi, ekspasi dan akumulasi modal. Namun di lain pihak hasil produksi buruh dirampas dalam bentuk nilai lebih oleh kapitalis. Marx, mengatakan bahwa buruh upahan sama tertindasnya dengan para petani, meski dengan cara lebih tersamar. Buruh upahan harus menghasilkan barang-barang yang bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari ongkos produksinya, dan ongkos ini, tentu saja termasuk upah si buruh. Jadi buruh mungkin hanya perlu kerja setengah minggu untuk menutup ongkos produksinya (bahan baku, mesin, dan upah). Sedangkan lebih dari separuh waktunya diberikan pada pemilik modal. Sementara dalam masyarakat Neokoloialisme yang bercorak sistem ekonomi setengah feudal, [2]kaum tani menjadi objek penindasan oleh Imperialisme, Tuan tanah dan negara atas monopoli alat produksi, tanah.

Feodalisme di Eropa dan amerika (baca: tidak untuk negara berkembang,Indonesia) runtuh dan melahirkan sistem baru dalam masyarakat yaitu kapitalisme. Ada beberapa revolusi besar yang telah menghantarkan dunia ke era sekarang. Revolusi Amerika (sekitar 1761-1766), revolusi Perancis (1787-1799), Revolusi Industri di Inggris Abad Pertengahan ke-18, serta peristiwa-peristiwa yang membawa pesan revolusioner di seluruh dunia seperti revolusi-revolusi eropa sekitar tahun 1848, komune paris (1870-1871), dan yang terpenting revolusi Rusia (1917-1918) serta revolusi cina (1911-1948). Revolusi dan fenomena di atas telah mempengaruhi gambaran diri masyarakat-masyarakat modern (Negara Maju). [3]Fenomena itu juga telah membentuk suatu  simbolisme revolusioner; ia telah menjadi paket simbolisme politik dan ideologis serta gagasan-gagasan dunia modern. Namun yang paling menonjol menandai perubahan masyarakat di eropa dari feodalisme menuju kapitalisme adalah revolusi Prancis dan revolusi industri di Inggris. Tokoh besar dalam pemikiran kapitalisme dalam konten ekonomi liberalisme adalah Adam Smith. ia berpendapat bahwa sumber kemakmuran dari masyarakat adalah dengan memberikan kewenangan seluas-luasnya kepada pasar, mulai kebebasan individu atas penguasaan alat produksi, mekanisme pasar dan harga-harga di pasar dengan prinsip liberalisme. Ia berpendapat bahwa tangan-tangan tak kelihatan-Invisible hand (baca:Kapitalis/Perusahan) akan membawa kejayaan bagi umat manusia. Fase awal perkembangan kapitalisme ditandai persaingan bebas yang berkembang pesat dimulai sejak 1860-1870. Fase kedua kapitalisme dengan menggambarkan watak dasarnya yang eksploitatif, ekspansif dan akumulatif, perkembangan persaingan bebas kapitalisme mulai mengalami transisi (1873-1890) yakni sebagian besar kapitalis (perusahan) kecil runtuh dan mulai diakuisisi atau dimerger dengan perusahaan kapitalis besar. Dan tahap ketiga [4]sebagai tahap terakhir perkembangan kapitalisme dimulai sejak 1900-1903  yakni ditandai dengan krisis dimana kapitalis kecil runtuh dan berkembangnya kapitalisme monopoli yang melakukan pengakusisian kapitalis kecil oleh kapitalis besar dalam suatu negara, serta pada dewasa ini bahkan lintas negara. Secara ekonomi, hal utama di dalam proses ini adalah pergeseran kapitalisme persaingan bebas oleh kapitalisme monopoli. Persaingan bebas adalah fitur utama dari kapitalisme dan produksi komoditas secara umum; monopoli adalah kebalikan dari persaingan bebas. Disinilah kemudian terjadi disebut fase imperialisme sebagai tahap tertinggi dari kapitalisme. Lenin memberikan defenisi singkat Imperialisme yakni tahapan monopoli dari kapitalisme. [5]ia menegaskan bahwa imperialisme bukanlah sebatas perkembangan kapitalisme dari aspek politik yakni hasrat untuk menjajah dunia sebagaimana disebut kautsky. Iya mengkritik kausky. Lenin menyatakan bahwa itu defenisi kurang lengkap dan bahkan tak berbasis. Menurut Lenin bahwa imperialisme sebagai tahapan kapitalisme monopoli harus lebih detail dilihat sebagai perkembangan kapitalisme dari aspek ekonomi. Ia menyatakan bahwa eksport kapital menjadi kunci perbedaan dengan fase awal kapitalisme. Selain itu bahwa era imperialisme atau disebut perdagangan bebas, sudah digeser  dengan monopoli pasar oleh imperialisme. Tidak ada lagi ruang perdagangan bebas bagi kapitalis-kapitalis kecil karena tergusur oleh dominasi kapitalis-kapitalis besar yang memegang peran penting ekonomi dunia. Oleh karena itu, agar secara komprehensif memahami Imperialisme sebagai tahap akhir perkembangan kapitalisme, perlu memahami fitur imperialisme sehingga mampu mendefenisikan imperialisme tersebut[6] secara lengkap. Studi ini membahas lima fitur imperialisme sebagai tahap akhir kapitalisme.

Metode
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dengan teknik penelitian analisis wacana. Analisis data menggunakan kualitatif.

Pembahasan
Dari hasil pemaparan penelitian di atas, maka dapat dibahas hasil analisis deskriptif tersebut dengan menggunakan pendekatan teoritis agar menghasilkan penilian komperhensif dari lima fitur imperialisme.

Pertama, konsentrasi produksi dan kapital membentuk monopoli ekonomi. Produksi dan kapital yang berkembang pesat telah membangun sebuah tatanan yang memegang peran penting dan sangat menentukan dalam kehidupan ekonomi dunia. Tahapan imperialisme berbeda dengan kapitalisme awal. Imperialisme menggantikan ambisi sebuah kekaisaran tunggal dengan teori dan praktek kekaisaran-kekaisaran yang saling bersaing, tiap-tiap dari mereka termotivasi oleh nafsu kemegahan politik dan laba komersial yang serupa.[7] Dominasi produksi dan finansial  terhadap kepentingan perdagangan oleh kapitalis besar yang mampu kemudian menerapkan praktek monopoli internasional.  Contohnya industri otomotif Mercedes dan Benz merupakan perusahan yang berbeda, tapi Mercedes mengakuisisi Benz dan berubah menjadi Mercedes benz. Kemudian hanya ada satu holding compay  yang lainnya hanya branch company (Ford di AS, Coca cola di AS, Honda di jepang, BMW dan Mercedes Benz ada di Jerman) namun kantor cabangnya tersebar di seluruh dunia. Fitur ini melihat bahwa satu perusahan mampu menguasai dari industri hulu dengan hilir sampai pasar.
Kedua, Pembentukan oligarki finansial. Perpaduan antara kapital bank dengan kapital industri yang menciptakan basis yang dinamakan kapital finansial.  Industri imperialisme membutuhkan sebuah topangan modal untuk mempertahankan dominasinya melalui ekspansi pasar dengan bantuan dari lembaga modal. Melalui sokongan instrumen lembaga keuangan, imperialisme, mampu membuka perusahan-perusahan cabang di seluruh negeri yang menjadi prioritas mendapatkan akumulasi modal yang besar. Contohnya keberadaan World Bank, ADB, IMF, Bank Sentral yang berdiri bertujuan mengumpulkan modal. Sementara modal tersebut berasal dari super profit yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan yang dikuasai oleh negara-negara Imperialisme. Dan kapital finansial ini digunakan oleh negara imperialis untuk melakukan ekspor kapital dan membangun perusahaan cabang di seluruh dunia yang kelak akan menjadi media untuk terbentuknya negara-negara boneka (Setengah Jajahan). [8]  Negara jajahan menjadi pasokan bahan mentah murah, tenaga kerja murah, tempat pemasaran sekaligus eksport kapital.
Ketiga, eksport kapital berbeda dengan eksport komoditi. Corak utama yang amat perlu diperhatikan dari imperialisme bukanlah sebatas kapital industrial tetapi kapital finansial. Persaingan antara beberapa negara maju untuk meraih hegemoni, yakni perebutan teritori bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk melemahkan musuhnya dan melemahkan hegemoni musuhnya. Oleh karena itu, salah satu fitur imperialisme adalah eksport kapital ke seluruh penjuru negara sebagai keniscahyaan negara-negara imperialisme untuk menguasai perekonomian dunia. Contohnya banyak hutang, bantuan, investasi yang dikucurkan ke negara berkembang atau setengah jajahan dan jajahan dengan dalih pembangunan di negara tersebut. biasanya dengan bungkus perjanjian yang timpang (WTO).  Selain itu eksport kapital dewasa ini termanifestasikan dalam bentuk investasi yang tinggi baik dalam bentuk perusahan imperialisme, atau bahkan pembagunan infrastuktur di negara-negara berkembang. Seperti Indonesia, melalui rejim komprador SBY, memberikan jalan yang seluas-luasnya bagi Imperialisme khususnya AS untuk menanamkan investasi dalam program RPJMN dan MP3EI. Teori dan praktek kekaisaran-kekaisaran (Imperialisme) yang saling bersaing, tiap-tiap dari mereka termotivasi oleh nafsu kemegahan politik dan laba komersial yang tinggi dalam dominasi finansial atau investasi terhadap kepentingan perdagangan.
Keempat, pembentukan asosiasi imperialisme. Pembentukan asosiasi-asosiasi monopoli kapitalis internasional membagi dunia di antara diri mereka sendiri. Imperialisme adalah kapitalisme pada tahap perkembangan dimana dominasi monopoli dan kapital finansial telah menjadi kenyataan, dimana ekspor kapital telah menjadi sangat penting. Selain fitur itu adalah dimana adanya pembagian dunia di antara sindikat-sindikat internasional (imperialisme) telah dimulai. Sebab imperialisme yang menembus batas-batas negara (globalisasi) yang memegang kendali atas hajat hidup rakyat dunia, mengklasifikasikan negara-negara di dunia. Sebab Pertentangan antara kekuatan-kekuatan imperialis dunia menjadi semakin akut yang kemudian berusaha dikonversi melalui jalan damai, walau pada dasarnya sesama imperialisme mempuyai kekhasan perang.  Lenin menyatakan bahwa perang dunia adalah perang antar imperialis merebut koloni-koloni negara jajahan dan setengah jajahan. Sementara itu laba yang didapatkan oleh kapital finansial dari koloni-koloni yang paling menguntungkan semakin meningkat. Dalam pembagian jarahan ini, sebagian besar jatuh ke tangan negara-negara yang kecepatan perkembangan kekuatan produksi mereka tidak selalu yang terbesar. Oleh karena itu, untuk mengurangi pertentangan antara negeri imperialis, mereka membentuk asosiasi-asosiasi atau formasi di antara mereka. Contoh; adanya negara adikuasa/ Imperialisme (Negara Maju) yang pada umum disebut negara dunia I, Negara Dunia II disebut Negara Sedang Berkembang, Negara dunia Ke-III disebut Negara Berkembang, dan seterusnya.
Kelima, Pembagian teritorial diantara Imperialisme telah usai. Kontradiksi di antara negeri-negeri imperialisme yang pada dasarnya perang antar imperialisme yang ditunjukkan dalam perang dunia I dan ke-II adalah manifestasi bagaimana segitnya pertarungan antara imperialisme dalam menguasai territorial dunia khususnya negara berkembang. Pasca perang dunia ke-II yang melahirkan krisis diantara negeri imperialis, membuat formasi imperialisme semakin nyata melakukan monopoli. Kapital finansial dan sindikat-sindikat tidaklah mengurangi tetapi justru meningkatkan perbedaan-perbedaan laju perkembangan dari berbagai bagian perekonomian dunia. Segera setelah perimbangan kekuatan-kekuatan diubah, solusi apa yang dapat ditemukan di bawah kapitalisme selain solusi dengan kekerasan? Tidak akan ada, karena imperialisme akan selalu mengorbarkan perang, kekerasan khususnya terhadap negara-negara koloninya. Sementara itu imperialisme AS keluar sebagi negeri pemenang dan pemimpin diantara negeri-negeri imperialisme. Sehingga tampak negara-negara imperialisme untuk memulihkan krisis dengan melakukan pinjaman terhadap imperialisme AS dan melanggengkan dominasi melalui instrumen AS yang lahir dari konferensi Bretton woods [9]. Dengan demikian fitur terakhir dari imperialisme adalah pembagian teritori di seluruh dunia di antara kekuatan kapitalis besar telah selesai. Contohnya dapat kita lihat dengan adanya G-7, G-8, G20 dan sebagainya. Sejak PD II yaris tidak ada lagi negara lain  yang menjadi kapitalis baru. Dan ini didominasi oleh Imperialisme AS.  Imperialisme AS saat ini menjadi kekuatan kapitalisme monopoli Internasional yang paling kuat dan memegang peranan memimpin di antara kekuatan-kekuatan imperialisme dunia yang lain seperti Inggris, Jerman, Jepang dan Cina. Kekuatan di sektor ekonomi, politik, budaya dan militer imperialisme AS menjadi segi yang berdominasi di dunia ditambah skema lembaga-lembaga multinasional yang dikendalikan oleh AS serta kerjasama baik regional ataupun global. Semakin ini ini terang bagaimana dunia telah usai dibagi diantara kekuatan imperialisme

Penutup
Kapitalisme menuju tahap akhir disebut imperialisme. Perkembangan masyarakat dalam sistem sosial kapitalisme mengalami perkembangan sebagai kontradiksi di dalam interhen kapitalisme. Mulai dari kemunculan kapitalisme, era persaingan antar kapitalisme, sampai kapitalisme monopoli sebagai tahap akhir yang disebut imperialisme. Dalam memahami imperialisme, ada lima fitur yang menandai yaitu, Pertama, konsentrasi produksi dan kapital membentuk monopoli ekonomi. Kedua, Pembentukan oligarki finansial. Ketiga, eksport capital berbeda dengan eksport komoditi. Keempat, Pembentukan Asosiasi Imperialisme. Kelima,  Pembagian Teritorial diantara Imperialisme telah usai.

Daftar Pustaka

FMN Pimpinan Pusat. Masyarakat Indonesia Setengah Jajahan-Setengah Feodal. Doc.Pendidikan, Jakarta 2009.
Henry J. Schmandit. Filsafat Politik. Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Hobson.  Imperialisme, Inggris 1902
Lenin V.I. Imperialism, The Highest Stage of Capitalism, Progress Publisher, Moscow, 1975
Santoso Sayid Nur, M.A. Negara Marxis dan Revolusi Proletariat. Pustaka pelajar, Yogyakarta 2011
Sztompka Piotr. Sosiologi Perubahan Sosial, Judul Asli: The Sosiology Of Sosial Chage, Penerjemah: Alimandan. Prenada Cet Ke-3, Jakarta, 2007.


[1] Henry J. Schmandit. Filsafat Politik. Pustaka Pelajar.
[2] Setengah Feodal adalah sistem sosial masyarakat  yang menjadi basis ekonomi yang bercorak agraria melalui monopoli atas tanah oleh tipe tuan tanah baru, Negara, Perkebunan swasta/asing, tuan tanah lokal dan raja-raja lokal.  Yang membedakan feudal dengan setengah feudal adalah pengusaan alat produksi, orientasi produksi, sistem pemerintahan
[3] Piotr Sztompka. Sosiologi Perubahan Sosial, Judul Asli: The Sosiology Of Sosial Chage, Penerjemah: Alimandan. Prenada Cet Ke-3, Jakarta, 2007.
[4] Pimpinan Pusat FMN. Masyarakat Indonesia Setengah Jajahan-Setengah Feodal. Doc.Pendidikan, Jakarta 2009.
[5] Nur Sayid Santoso, M.A. Negara Marxis dan Revolusi Proletariat. Pustaka pelajar, Yogyakarta 2011
[6] V. I. Lenin, Imperialism, The Highest Stage of Capitalism, Progress Publisher, Moscow, 1975
[7] Hobson. Imperialisme, Inggris 1902
[8] Negara boneka atau disebut negara setengah jajahan adalah negara yang secara politik dikuasai oleh imperialisme dalam bentuk penjajahan baru (tanpa pendudukan secara fisik),dengan membangun rejim komprador/kaki tangan oleh imperialisme. Tujuan negara setengah jajahan contoh; Indonesia bagi Imperialisme ialah untuk mendominasi (menguasai) ekonomi, politik, budaya dan militer.
[9] Konferensi Bretton Woods lahir pasca perang dunia ke-II yang dipelopori Imperialisme AS untuk menyelenggarakan konferesi internasional yang diadakan di Bretton Woods, New Hampsire, AS pada tanggal 22 Juli 1947 atas dalih memperbaiki perekonomian dunia yang hancur. Dalam pertemuan ini lahir instrumen Imperialisme AS seperti; Word Bank, IMF, GATT-WTO.
Share this article :

1 komentar:

symphati dimas mengatakan...

mantap bung. yang jadi tantangan selanjutnya adalah menjawab keresahan dan kebuntuan banyak orang tentang mengapa kapitalisme yang bahkan sudah sampai ke fase imperialisme tidak kunjung hancur, padahal lenin sudah mengidentifikasi perubahan ke imperialisme diawal tahun 1916.

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger