Headlines News :
Home » » Pernyataan Sikap FMN : Membubarkan Konsolidasi Buruh, SBY melanggar Konsitusi. Mendukung Konsolidasi dan Perjuangan Serikat Buruh untuk Upah Layak 2014

Pernyataan Sikap FMN : Membubarkan Konsolidasi Buruh, SBY melanggar Konsitusi. Mendukung Konsolidasi dan Perjuangan Serikat Buruh untuk Upah Layak 2014

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Jumat, 18 Oktober 2013 | 10.27



Tindakan represif dan bertentangan dengan pasal 28 UUD RI tentang kebebasan berserikat, berkumpul dan berpendapat kembali dilakukan oleh pemerintah melalui kepolisian dan Kodim di Semarang.

Acara konsolidasi gerakan buruh di Semarang yang diadakan di Hotel Pandanaran di bubarkan Polisi Polrestabes Semarang dan Kodim dengan alasan perijinan (18/10). Sebelum melakukan pembubaran paksa terkait agenda penguatan gerakan buruh untuk upah layak, kedua institusi keamanan melakukan intimidasi dan mengancam akan membubarkan acara.

Pembubaran tersebut, tentu bukan semata-mata karena tidak ada ijin. Namun lebih pada melemahkan gerakan serikat buruh yang akan melakukan mogok nasional pada 28-30 Oktober 2013 untuk menuntut upah layak. Kebebasan berkumpul dan berpendapat di atur dalam UUD pasal 28 dan juga UU 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Selain melanggar konstitusi, Pemerintah juga telah melanggar Hak Azasi Manusia.

Pemerintah SBY semakin menunjukan watak Fasis yang anti Demokrasi. Tindakan kekerasan secara terbuka selalu digunakan untuk melawan rakyat disemua sektor. Demokrasi yang didengungkan, omong kosong. Meningkatkan kesejahteraan rakyat, hanya sampai ucapan saja.

Berdasarkan pemaparan di atas, Front Mahasiswa Nasional menyatakan sikap “Mengecam tindak pembubaran konsolidasi serikat buruh di Semarang oleh aparat kepolisian dan Kodim”. Selain itu kami juga menyatakan sikap:
  

  1. Menuntut kepada Pemerintahan SBY, Untuk menjamin kebebasan berorganisasi, berkumpul dan berpendapat sebagaimana amanat konstitusi
  2. Menuntut kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk menindak institusi di bawahnya yang telah melakukan pembubaran acara konsolidasi serikat buruh di Semarang, karena melanggar Konstitusi dan Hak Asasi Manusia 
  3.   Mendukung konsolidasi dan perjuangan gerakan buruh untuk upah layak dan mendukung hak mogok serikat buruh.


Demikian pernyataan ini disampaikan.

Jakarta, 19 Oktober 2013
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional (FMN)


L. Muh. Hasan Harry Sandy Ame
Sekretaris Jenderal


Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger