Headlines News :
Home » » Stop Menjual Indonesia!! Hentikan Liberalisasi Perdagangan dan Pendidikan

Stop Menjual Indonesia!! Hentikan Liberalisasi Perdagangan dan Pendidikan

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Selasa, 08 Oktober 2013 | 03.44



Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia, kini mempunyai pekerjaan baru. Saat pembukaan CEO Summit APEC 2013, di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10) dia menyebut dirinya Chief Salesperson Indonesia Inc. 

Dalam kapasitasnya sebagai Presiden Republik Indonesia, apapun alasanya termasuk untuk mengundang investor menyebutkan demikian tidak pantas. Indonesia adalah milik rakyat, bukan milik SBY. 

Indonesia merupakan Negara sedang berkembang yang mempunyai sumber daya alam melimpah dan sumber daya manusia yang besar. Ini merupakan modal untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia melalui system pendidikan nasional agar Indonesia mempu mengelola SDA yang ada harus menjadi agenda pemerintah. Pemerintahan SBY dan pemerintahan yang akan dating harus berfikir dan bertindak secara sungguh-sungguh mencukupi kebutuhan nasional dengan meningkatkan produksi nasional bukan menjual Indonesia.

Dalam pertemuan APEC di Bali, 1.200 CEO se Asia Pasifik hadir. Pemerintah mengusulkan 20 gagasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pasific Economic Coorporation (APEC) tahun ini termasuk liberalisasi pendidikan. 

Pertemuan APEC pada 20-21 April 2013 di Surabaya, pendidikan menjadi salah satu pembahasan. Dalam skema liberalisasi, Perguruan Tinggi Asing bisa membuka cabang di Indonesia. Menurutnya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. 

Menciptakan kurikulum yang berdasarkan keadaan nyata da kebutuhan rakyat harus segera dilakukan oleh pemerintah. Institusi pendidikan Asing, membuka cabang di Indonesia tujuannya adalah komersil. Disisi lain kurikulum yang diciptakan hanya untuk kebutuhan pasar dan bagian dari skema penjajahan gaya baru.

Berdasarkan pemaparan diatas, Front mahasiswa Nasional menyatakan sikap “Mengecam pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut dirinya Marketing Indonesia Inc”. Selain itu, FMN juga menyatakan Sikap:

  1. Kepada presiden SBY untuk berhenti menjual Indonesia 
  2.  Menuntut kepada pemerintah untuk menghentikan liberalisasi perdagangan dan pendidikan Indonesia 
  3.  Menuntut kepada pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas SDM Indonesia melalui sekolah gratis kuliah murah dan meningkatkan mutu pendidikan dengan kurikulum yang sesuai kebutuhan rakyat
  4. Bangun kerjasama perdagangan yang adil dan mengabdi pada Rakyat
  5. Bangun industry nasional yang kuat dan mandiri
  6.  Tolak KTT APEC sebagai wujud penjajahan gaya baru


Demikian pernyataan sikap ini disampaiakan sebagai bentuk protes dan kecaman atas pernyataan Presiden dalam sambutan APEC. 

Jakarta, 7 Oktober 2013
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional

L Muh Hasan Harry Sandy AME
Sekretaris Jenderal

Share this article :

1 komentar:

kingkong mengatakan...

Thank's gan infonya !!!!

peluang agen tiket

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger