Headlines News :
Home » » SBY Abai Atas Hukuman Mati Satinah, Seorang Buruh Migran Indonesia di Arab Saudi

SBY Abai Atas Hukuman Mati Satinah, Seorang Buruh Migran Indonesia di Arab Saudi

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 23 Maret 2014 | 06.42


Jakarta, 23 Maret 2014
Saat ini satu buruh migran Indonesia (BMI) yg bernama Satinah berasal dari Semarang terancam hukuman Pancung di Arab Saudi dengan tuduhan melakukan tindakan kriminal terhadap majikan Perempuannya pada tahun 2007 silam. Satinah dijatuhi dihukum pancung dan akan dieksekusi pada tanggal 3 April 2014. Akan tetapi hukuman ini bisa dibebaskan jika pemerintahan RI membayarkan uang diyat sebesar 21 M. Namun terbilang beberapa tahun setelah penjatuhan vonis sampai  menjelang eksekusi Satinah, belum ada tanda-tanda itikad baik yang ditunjukkan Pemerintah yakni SBY selaku kepala pemerintah/kepala negara untuk menyelamatkan Satinah dari hukuman Mati.
Di tengah meriahnya kampanye partai dan bahkan melibatkan SBY sebagai jurkam dalam menghadapi pesta demokrasi,  ternyata di sisi lain “Pahlawan Devisa Negara” akan menemui ajalnya melalui hukuman pancung. Tentu ini adalah salah satu bentuk abai dan tidak manusiawi dari seorang Presiden yang membiarkan rakyatnya pesakitan. Kita memahami bahwa Satinah pergi ke luar negeri menjadi PRT untuk mencari nafkah akibat rendahnya lapangan pekerjaan di Indonesia. Di lain pihak, Satinah adalah satu dari sekian juta korban kemiskinan serta ketidaktahuan hukum dan rendahnya pendidikan yang diecap.

FMN sebagai Ormass Mahasiswa skala nasional, meminta kepada SBY untuk melakukan usaha melalui Diplomasi  atau negoisasi politik dengan pemerintah Arab Saudi untuk membebaskan Satinah dari Hukuman Mati (pancung). Ketua Pimpinan Pusat FMN Rachmad P Panjaitan Menegaskan, bahwa Diyat 21 Miliar adalah perkara kecil dibanding pemasukan remintasi BMI terhadap Negara Indonesia yang mencapai 100 Triliun per tahun. Lanjutnya selain membayar diyat untuk membebaskan Satinah dari Hukuman mati, sesungguhnya SBY harus menunjukkan Ketegasan sebagai Kepala Negara melalui diplomasi politiknya. Tapi sampai sekarang SBY masih saja sibuk dengan kegiatan kampanyenya daripada rakyatnya.

FMN juga bergabung dengan “Jaringan Save Satinah” yang di dalamnya terdapat organisasi masyarakat sipil/Individu seperti; Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI), Migran Care, Migran Institute, Komnas Perempuan, Jala PRT, Komisi Aksi Perempuan, GSBI, INDIES, LBH Jakarta, Melanie Subondo dan lain-lain. Tadi Pagi (23/03/2014) di Komnas Perempuan, Jaringan Save Satinah melakukan Konferensi Pers untuk meminta SBY membebaskan Satinah dari Hukuman Mati. Selain itu Jaringan Save Satinah sedang menjalankan aksi penggalangan dana untuk membebaskan Satinah. Kemudian rencananya, FMN beserta Jaringan Save Satinah akan melakukan “Doa Bersama Lintas Agama untuk Satinah” Hari/tanggal Selasa 01 April 2014 di Bundaran HI sore hari.
 

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger