Headlines News :
Home » » Pernyataan Sikap Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional: Mengecam Tindakan Represifitas Pemerintah Indonesia (KJRI) Terhadap Erwiana

Pernyataan Sikap Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional: Mengecam Tindakan Represifitas Pemerintah Indonesia (KJRI) Terhadap Erwiana

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Senin, 07 April 2014 | 10.45


Pernyataan Sikap Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional

Mengecam tindakan represif yang dilakukan KJRI-Hongkong kepada Erwiana
Berikan keadilan serta perlindungan untuk Erwiana dan seluruh Buruh Migrant Indonesia

Erwiana, TKI berusia 22 tahun asal Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada (7/4/14) mendapatkan panggilan dari pengadilan Hongkong untuk memenuhi penyidikan terkait kasus penyiksaan yang menimpa dirinya. namun dalam perjalanannya tidak berjalan mulus seperti apa yang diharapkan, tiket Erwiana tidak diberikan sejak awal meski sudah ditanyakan berkali-kali. Baru hari Minggu kemarin, staff KJRI-HK baru datang ke Ngawi (kediaman Erwiana) untuk memberi tiket sekaligus menjemput Erwiana dan Bapaknya. Awalnya Erwiana menolak karena sudah berencana berangkat dini hari bersama rombongan (pengacara dan pendamping), tapi team KJRI mengancam tidak akan bertanggung jawab jika Erwiana tetap memilih berangkat bersama Rombongan.


Erwiana yang juga didampingi Pengacaranya (Samsudin Nurseha, LBH-Yogyakarta), Rianti yang menolongnya sewaktu dipulangkan oleh majikan dan, Karsiwen (anggota JBMI-Indonesia), sejak tahu akan ke Hong Kong (setelah menerima panggilan dari pengadilan Hong Kong), Erwiana telah meminta kepada Mission for Migrant Workers (MFMW) dan organisasi lainnya yang tergabung dalam jaringan komite keadilan untuk Erwiana dan seluruh PRT yang berada di Hong Kong, untuk mendampingi dan menyediakan akomodasi selama berada di Hong Kong. Namun kini secara sepihak oleh KJRI Hong Kong, Erwiana beserta bapaknya dijemput paksa dan diharuskan tinggal di gedung konsulat dengan pengawalan ketat selalama 24 jam dan terpisah dengan pendampinya dari Indonesia (Rombongan).

Setelah lama dipaksa dan diancam untuk dipulangkan, dengan pertimbangan untuk memperlancar penyidikan, Erwiana kemudian turut serta tanpa ditemani oleh pendampingnya (karena tidak dibolehkan oleh pihak KJRI-HK). Dengan memberikan berbagai tuduhan kepada Mr. Melville Boase (Pengacara Erwiana dari MFMW), oleh petugas dari Kementerian Luar Negeri Erwiana juga dipaksa menandatangai surat pernyataan pelimpahan kasus kepada pemerintah Indonesia. Kendati demikian, Erwiana tetap menolak. Sampai dengan release ini diterbitkan, Erwiana dan Bapaknya tetap diharuskan tinggal di gedung KJRI dengan alasan bahwa mereka warga Negara Indonesia. Sementara permintaan Erwiana untuk tinggal di rumah yang disediakan MFMW bersama jaringan tetap diabaikan.

Kenyataan-kenyataan diatas, sungguh memilukan. Erwiana baru saja keluar dari penjara majikan, kini kembali disekap di KJRI. Kenyataan-kenyataan tersebut diatas, tidak hanya menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia tak hanya plin-plan, rumit dan berbelit-belit, namun hal ini juga menunjukan bahwa watak pemerintah yang diwakili oleh KJRI-Hongkong tidak benar-benar serius untuk melindungi buruh migrant Indonesia khususnya Erwiana. Pemerintah justru mengekang kebebasan individu Erwiana untuk memilih bantuan hukum dari manapun yang dipercayainya dan dinilai sanggup membela dan menjamin perlindungannya.

Berdasarkan uraian diatas, kami Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN) menyatakan sikap “Mengecam tindak pemaksaan dan intimidasi” yang dilakukan oleh Pemerintah terhadap Erwiana. Bersama ini, Kami juga menuntut:

  1.   Menuntut kepada KJRI Hongkong untuk memberikan hak kepada Erwiana untuk memilih bantuan Hukumnya sendiri.
  2. Mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan oleh KJRI-Hongkong kepada Erwiana beserta kawan-kawan yang mendampinginya.
  3. Berikan proteksi kepada Erwiana bukan intimidasi! !
  4.  Menuntut kepada pemerintah agar memberikan perlindungan kepada seluruh Buruh Migrant Indonesia dan keluarganya.

Jakarta, 07 April 2014

Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional (FMN)


Tri Mulyono
Kepala Departement Pelayanan Rakyat dan Kampanye Massa

Mengetahui


Rachmat P. Panjaitan

Ketua PP. FMN
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger