Headlines News :
Home » » Kemudian Lahirlah FMN, Sebagai Ormass Mahasiswa Demokrasi Nasional

Kemudian Lahirlah FMN, Sebagai Ormass Mahasiswa Demokrasi Nasional

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Sabtu, 17 Mei 2014 | 11.04



Front Mahasiswa Nasional  :
11 Tahun perjalanan FMN Sebagai Ormas Massa Mahasisswa Demnas
“Mari Tingkatkan Kerja Massa di Kampus untuk Memperbesar dan Memperluas pengaruh FMN Sebagai alat Perjuangan Mahasiswa”

Pertama-tama atas nama Pimpinan Pusat FMN saya mengucapkan Selamat memperingati ulang tahun FMN yang ke-11 Tahun. Kepada seluruh jajaran organisasi baik kepada pimpinan Cabang, Ranting serta Anggota, saya sampaikan hormat yang setinggi-tingginya atas keuletan dan keteguhan dalam perjuangan massa selama ini yang menjadikan FMN sebagai Ormass mahasiswa yang anti Imperialisme, feodalisme dan kapitalis birokrat. FMN sebagai ormass mahasiswa di kampus, mengemban tugas untuk membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakkan mahasiswa agar terlibat aktif dalam perjuangan kita. Sebagai organisasi mahasiswa, kita mempunyai peran dalam memperjuangkan kebudayaan yang maju yakni mewujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat.

Sebagaimana kita ketahui, pada tanggal 18 Mei tahun ini FMN berumur 11 tahun. Bagi dunia ormass mahasiswa di tanah air kita ini, umur 11 tahun termasuk umur yang masih dini yang perlu banyak belajar teori-teori dan praktek maju di dalam berjuang. Banyak organisasi-organisasi yang berdiri sebelum dan sesudah FMN didirikan, namun dengan segala kerendahan hati harus diakui bahwa FMN lah satu-satunya ormass yang mempunyai hari depan gilang-gemilang. Jadi teranglah, bahwa itu didasari atas keteguhan kita memegang garis demokrasi nasional sebagai dasar berjuang agar pemuda mahasiswa dan rakyat Indonesia keluar dari kungkungan imperialism AS dan feodalisme. Untuk mencapai usia 11 tahun, tentu FMN mesti mempunyai dasar yang sangat kuat dan keuletan yang luar biasa. Baru saja kita menyelesaikan Kongres IV dan akan berlangsung kembali Rapat Pleno II DPP. Tentu itu adalah sebuah ketegasan dan komitmen kita bersama-sama mendiskusikan dan menetapkan segala kebijakan sebagai usaha untuk senantiasa memperbesar organisasi yang kita cintai.

Apa arti penting pembentukan FMN 11 Tahun yang lalu ? Pada Tahun 1998 negara Indonesia memasuki zaman reformasi yang disebut-sebut sebagai era keterbukaan arus demokrasi. Perjuangan mahasiswa sebagai pelopor saat itu, menuntut turunnya rejim komprador Soeharto dari Pucuk pimpinan selama 32 tahun berkuasa. Di bawah rejim Soeharto penindasan dialami rakyat tiada ampun dengan kemiskinan yang merajalela akibat rejim Boneka Soeharto yang sangat setia bagi tuanny, Imperialisme AS. Dengan berbagai regulasi, seluruh kekayaan alam diperuntukkan bagi Imperialisme AS. Indonesia yang basis sosialnya setengah feodal, semakin menjadi-jadi dengan memberikan hak guna, ijin kepada borjuasi besar komperador, tuan tanah besar, kabir, asing dan militer untuk menguasai seluruh perkebunan, pertanian dan pertambangan. Masifnya penindasan dan penghisapan yang dialami rakyat, tentu dibarengi dengan tindasan dari fasis Soeharto yang kerap memakai fasis terbuka untuk memukul gerakan rakyat. Mulai dari teror, intimidasi, kriminalisasi, penculikan dan penembakan. Itulah gambaran dasar bagaimana gerakan reformasi 1998 menjatuhkan rejim komperador Soeharto yang fasis.

Akan tetapi dengan semangat reformasi, penghidupan rakyat tidak berubah bahkan mengalami penghisapan dan penindasan yang sama saja atau malah meningkat. Mulai dari rejim  boneka Habibie sampai Megawati, tidak ada perubahan yang siknifikan diberikan kepada rakyat. Perampasan upah, tanah dan kerja menjadi persoalan pokok bagi rakyat Indonesia. monopoli atas tanah masih tetap tetap terjadi di pedesaan. Kaum tani, suku minoritas tanahnya dirampas sehingga mereka semakin kehilangan akses atas penguasaan tanah. Walau kita tahu di masa terror putih Soeharto, kaum tani sudah terampas hak tanahnya. Sedangkan buruh masih tetap menjadi tenaga kerja murah akibat politik upah yang murah dan kesejahteraan yang dirampas. Pemuda mengalami depresi akibat pendidikan mahal dan sempitnya lapangan pekerjaan. Kondisi demikian dialami juga buruh migran yang mayoritas berasal dari kaum tani. Mereka harus bekerja di luar negeri akibat tanah yang dirampas dan pekerjaan yang tidak ada di Indonesia. di perkotaan, masyarakat miskin mengalami penggusuran akibat pembangunan yang menopang imperialism dan feodalisme. Sementara pemerintah mulai dari tingkat bawah sampai atas menjadi kapitalis birokrat yang menyalahgunakan kekuasaan untuk menghisap rakyat.

Melihat kondisi tersebut, lahirlah FMN pada 18 Mei 2013 di Balai Utan Kayu Jakarta timur (hormat bagi mereka yang sudah berkorban). FMN secara tegas memandang bahwa Indonesia adalah masyarakat negara setengah jajahan dan setengah feodal. Melalui rejim boneka (pemerintah Indonesia) yang senantiasa mengabdi kepada tuannya Imperialisme AS. Sistem ekonomi Indonesia setengah feodalisme menjadi topangan kuat bagi Imperialisme AS untuk menancapkan dominasi menguasai secara ekonomi, politik, budaya dan militer di Indonesia. sehingga FMN menegaskan bahwa kita tidak akan berdaulat dan mandiri secara ekonomi, politik, budaya, militer selagi Indonesia masih menjadi negara setengah jajahan dan setengah feodal dengan 3 musuh rakyat yakni Imperialisme, feudalism dan kapitalis birokrat. Dan mulai dari FMN dideklarasikan sampai dengan usia 11 tahun ini, kita tetap memegang teguh garis perjuangan demokrasi nasional sebagai garis politik kita. Itulah kawan-kawan makna FMN berdiri tegak sampai sekarang.

Jadi teranglah, bahwa tanggal 18 Mei tahun 2003 adalah tonggak sejarah perjuangan demokrasi nasional di kampus yang anti Imperialisme, feodalisme dan kapitalisme birokrat. Tapi selayaknya pula kita harus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemimpin pembebasan (Klas buruh), kepada sokoguru pembebasan (Kaum tani), yang telah memberikan FMN sejuta pengalaman maju yang menjadikan kita teguh, kuat dan tetap bertalian erat dan percaya dengan aliansi dasar buruh dan tani untuk melawan  3 musuh rakyat.

Ke depan perjuangan FMN akan lebih besar dan hebat lagi. Di tengah-tengah krisis imperialism AS yang semakin akut yang meningkatkan penderitaan rakyat. Kemudian pemilu 2014  yang akan melahirkan pengganti rejim boneka SBY , tentu akan mempertahankan perampasan upah, kerja dan tanah, pendidikan yang mahal dan anti rakyat. Sehingga tantangan bagi FMN akan terus belajar dan meningkatkan kerja massanya. Karena dengan memperbesar pengaruh politik dan organisasilah, kita akan dapat melawan 3 musuh rakyat.

Terakhir saya mengulangi rasa bangga dan hormat saya yang setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan cabang, ranting dan anggota. tidak luput juga mengucapkan kepada seluruh mahasiswa di Indonesia yang telah menerima dan mempercayai kehadiran Front mahasiswa Nasional (FMN) di tengah-tengah kampus selama 11 Tahun. Sebab kami percaya, bahwa “perjuangan adalah karya berjuta-juta massa”. Terima kasih, Jayalah FMN.
Hidup FMN !
Jayalah Perjuangan Massa !
18 Mei 2014

Hormat Kami

Pimpinan Pusat 
Front Mahasiswa Nasional (FMN)



Rahcmad P. Panjaitan S.IP
Ketua 


Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger