Headlines News :
Home » » Pernyataan Sikap PP FMN: Mengecam dan Mengutuk tindakan Kekerasan dan Penangkapan Terhadap mahasiswa PGRI NTT Kupang oleh Rektor

Pernyataan Sikap PP FMN: Mengecam dan Mengutuk tindakan Kekerasan dan Penangkapan Terhadap mahasiswa PGRI NTT Kupang oleh Rektor

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Rabu, 18 Juni 2014 | 02.53





Tindakan refesifitas seperti kekerasan, pemukulan dan penangkapan masih kerap dipraktekkan di negeri ini. Ini yang membuktikan bahwa mulai dari rejim SBY sampai birokrasi di dunia  pendidikan pun akan terus melanggengkan tindakan-tindakan fasis tertutup dan terbuka untuk menjalankan kepentingan yang bertentangan dengan rakyat dan mahasiswa.

Di tengah gembor-gembornya Pemilu Presiden 2014 yang disebut sebagai Instrumen demokrasi, ternyata di sisi lain demokrasi dalam mengeluarkan pendapat masih saja dibungkam di kampus. Hal ini terbukti dari tindakan kekerasan melalui penyerangan dan penangkapan dilakukan oleh Rektor PGRI NTT dalam menyikapi aksi protes mahasiswa  (Selasa, 17 Juni 2014). Aksi  protes dilakukan mahasiswa  PGRI NTT yang berjumlah 500 orang, menuntut kejelasan dari dualisme kepemimpinan rektorat.  Mahasiswa meminta kejalasan, siapa yang sesunguhnya menjadi Rektor yang sah di PGRI NTT. Karena dengan adanya dualisme kepemimpinan, Ketua FMN Ranting PGRI NTT mengganggap,  bahwa “Dualisme kepemimpinan Rektor, akan berdampak buruk pada mahasiswa. Mulai dari pengurusan administrasi , kualitas kampus yang akan menurun, kondisi yang tidak nyaman di kampus sampai dengan  ancaman tidak diterimanya lulusan PGRI NTT bekerja dimana pun akibat status quo dari kepemimpinan Rektor yang dualisme. Sebab hal ini juga sudah pernah terjadi di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), akibat dualisme rektor, membuat lulusan UISU tidak diterima kerja dimana pun”. Kita pun menyadari bahwa dualisme kepemimpinan dalam sebuah universitas adalah ciri khas dari kapitalis birokrat yang bertarung untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan.

Aksi protes yang dilakukan mahasiswa PGRI NTT terhadap Dualisme kepimpinan Rektor, dibalas dengan penyerangan yang membabi buta oleh sekuriti dan menwa di kampus. Tindakan represitas tersebut berlanjut dengan Polisi masuk kampus dan kemudian menangkap mahasiswa PGRI NTT 25 orang dan Sekretaris jenderal PGRI NTT dan 2 Anggota FMN ikut termasuk ditangkap. Sampai dengan pernyataan ini dimuat, masih ada 9 orang mahasiswa PGRI NTT yang ditahan.  Oleh karena itu, kami dari Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (PP FMN) mengecam dan mengutuk tindakan kekerasan serta penangkapan terhadap Mahasiswa PGRI NTT oleh Rektor dan Menuntut ;

1. Segera selesaikan Dualisme kepemimpinan ditataran Rektor karena akan berdampak buruk pada mahasiswa
2. Bebaskan 9 Mahasiswa PGRI NTT yang masih ditangkap di Kapolresta Kupang tanpa syarat
3. Hentikan refesifitas dalam bentuk pemukulan, penangkapan dan kriminalisasi terhadap mahasiswa dan rakyat, serta berikan kebebasan menyampaikan pendapat di kampus

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan oleh Pimpinan Pusat FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN)  dan mengajak seluruh pimpinan dan anggota FMN untuk menyampaikan kecaman kepada Pihak Rektorat PGRI NTT ke no. 08123993548.

18 Juni 2014

Hormat kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL


Rachmad P Panjaitan
Ketua 
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger