Headlines News :
Home » » FMN: Mengecam dan Mengutuk Rektor UNAS yang membungkam aspirasi mahasiswa dengan Pemecatan , Skorsing dan Penangkapan oleh Kepolisian

FMN: Mengecam dan Mengutuk Rektor UNAS yang membungkam aspirasi mahasiswa dengan Pemecatan , Skorsing dan Penangkapan oleh Kepolisian

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Kamis, 14 Agustus 2014 | 00.02




Sejumlah kawan-kawan mahasiswa Universitas Nasional (UNAS), Jakarta diberi sanksi pemecatan (Droup out) dan skorsing oleh Rektorat UNAS. Hal ini terjadi usai mahasiswa UNAS  melakukan aksi damai dalam menentang salah-satu keputusan rektor yang dianggap menghilangkan nilai-nilai demokratis di kampus. Demontrasi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas penetapan Surat Keputusan (SK) Rektor UNAS Nomor: 112 Tahun 2014 tentang pemberlakuan jam malam di lingkungan kampus.

Mahasiswa UNAS yang menghimpun diri dalam Keluarga Besar Mahasiswa UNAS menilai bahwa pemberlakuan jam malam di lingkungan kampus adalah usaha secara masif yang dilakukan oleh pihak Rektor untuk memberanggus nilai-nilai berorganisasi di dalam kampus. Hal ini tentu akan berdampak pula pada pemberangusan hak atas kebebasan akademik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di dalam kampus. Di sisi lain, dengan aktivitas berorganisasi yang dibatasi melalui pemberlakuan jam malam, akan berdampak pula hilangnya “Roh Organisasi kampus” yang selama ini mengawasi kebijakan-kebijakan kampus dan pemerintah.  Mahasiswa Unas juga menjelaskan, bahwa pemberlakukan jam malam ini dikeluarkan tanpa adanya sosialisasi dengan mahasiswa UNAS melalui perwakilan-perwakilan organisasi yang ada di UNAS. Keputusan ini diambil tanpa melibatkan pihak mahasiswa untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan secara demokratis sesuai dengan aspirasi mahasiswa UNAS.

Selain melakukan pemecatan 4 orang dan 3 orang skorsing terhadap mahasiswa UNAS, pihak Rektorat juga mengandeng pihak kepolisian polres Jakarta Selatan dan berujung penahanan 1 mahasiswa.  Hal ini menunjukkan sikap anti demokratis dan arogan dari pihak Rektor UNAS.

Tindakan yang dilakukan oleh Rektor El Amry Bermawi Putra, sungguh tidak menunjukkan sifat pemimpin kampus yang demokratis. Mahasiswa berkumpul, berorganisasi di kampus dan melakukan demonstrasi adalah hak konstitusi yang sudah diatur UUD 1945. Bentuk pembungkaman nilai-nilai demokratis yang dilakukan Rektor UNAS melalui pemecatan, skorsing bahkan penangkapan adalah tindakan kekerasan di dunia pendidikan yang merupakan manifestasi pendidikan yang anti ilmiah, anti demokratis dan anti mengabdi kepada rakyat yang terkandung dalam UU Pendidikan Tinggi untuk merampas kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik mahasiswa di kampus.

Oleh karena itu, kami dari PP FMN menyampaikan sikap dalam persoalan UNAS mengecam dan mengutuk tindakan represif pihak rektorat dan kepolisian serta batalkan pemecatan, skorsing dan bebaskan mahasiswa UNAS yang ditangkap polres Jaksel.

14 Agustus 2014



PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL




Rachmad P Panjaitan
Ketum
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger