Headlines News :
Home » » Pernyataan sikap: Hari Buruh Migran Internasional 2014

Pernyataan sikap: Hari Buruh Migran Internasional 2014

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Kamis, 18 Desember 2014 | 08.39

Mahasiswa berjuang bersama Buruh Migran Indonesia (BMI). Berikan perlindungan bagi BMI dan Hentikan perbudakan modern di Indonesia





“Saya tidak mau menjadi budak, yang ditahan dan menjadi gladiator bagi tuan. Kami akan berperang melawan perbudakan ini-Spartacus”

Peringatan Hari Buruh Migran Internasional ditetapkan berdasarkan momentum penetapan konvensi PBB dalam perlindungan Hak Buruh Migran dan Keluarganya pada 18 Desember 1990.  Bersamaan dengan ini juga, tiap tanggal 18 desember diperingati sebagai hari Buruh Migran Internasional.  Dan melalui UU No. 16 Tahun 2012, Indonesia meratifikasi konvensi PBB 1990 untuk melindungi buruh migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Akan tetapi, kondisi buruh migran yang bekerja di luar negeri hingga saat ini masih saja sangat memprihatinkan. Rendahnya  perlindungan yang diperoleh buruh migran beserta keluarganya menjadi persoalan pokok yang belum terselesaikan oleh pemerintahan IndonesiaUU No. 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang ditetapkan pemerintahan RI, ternyata belum mampu memberikan keadilan dan perlindungan sejati terhadap buruh migrant Indonesia. Ironinya lagi, UU No.39 Tahun 2004 menjadi legitimasi pemerintahan menyerahkan penempatan dan perlindungan buruh migran Indonesia kepada pihak Perusahan penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS/Agen). Penyerahan urusan penempatan dan perlindungan secara menyeluruh terhadap PPTKIS/Agensi ini menciptakan permasalahnya BMI hingga saat ini. Sudah tidak menjadi rahasia lagi jika PPTKIS/Agensi hanya meraup keuntungan dari bisnis pegiriman buruh migran. BMI dijadikan alat penghasil uang untuk keuntungan mereka.

Sementara itu, persoalan biaya penempatan BMI yang tinggi (overcharging) yang dilakukan Negara dan PPTKIS/agensi, menjadi bentuk perampasan hak-hak dasar BMI untuk bekerja dan mendapatkan hidup yang layak. Bayangkan saja, BMI mulai dari pelatihan, penempatan sampai dengan pengiriman ke lur negeri, harus membayar jumlah yang besar yaitu sekitar Rp.30 juta- Rp.50 juta. Seharusnya biaya pelatihan sampai dengan pengiriman itu harus ditanggung Negara. Sebab BMI yang bekerja di luar negeri, adalah akibat kondisi rendahnya lapangan kerja tersedia di Indonesia. BMI yang saat ini jumlahnya sekitar 8,5 Juta jiwa yang tersebar di 142 negara, sebagian besar berasal dari keluarga tani, buruh tani di pedesaan. Rendahnya akses kaum tani atas tanah di pedesaan, menjadi factor utama yang mendorong BMI bekerja di luar negeri.

Secara objektif, BMI mempunyai sumbangsih yang besar atas pemasukan APBN di Indonesia. Dari tahun ke tahun remitansi yang dihasilkan BMI selalu mengalami peningkatan. Tahun 2014, hampir 120 Triliun remitansi dihasilkan BMI terhadap Negara. Maka “wajar” apabila pemerintah memberikan gelar bagi BMI sebagai pahlawan devisa Negara. Namun, besarnya sumbangsih yang diberikan BMI terhadap Negara Indonesia, tidak berbanding lurus atas keadilan dan perlindungan yang diperoleh BMI dari pemerintah RI.  Maka tak asing, kita mendengar kasus-kasus kekerasaan yang dialami BMI mulai dari kekerasaan fisik, seksual, deportase, kriminalisasi, hingga berujung pada kematian.

Oleh karena itu, pada Hari migran Internasional 18 Desember 2014, kami FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN) menyampaikan “Berikan perlindungan bagi Buruh Migran Internasional dan keluarganya. Segera Hentikan perbudakan modern di Indonesia”. Adapun tuntutan lainnya;

1.      Ratifikasi konfensi ILO 189 tentang kerja layak.
2.      Cabut UU 39/2004 tentang UU PPTKILN ciptakan UU perlindungan buruh Migran dan keluarganya sesuai dengan konfensi PBB 1990.
3.      Hapuskan overcharging ,berikan hak kontrak mandiri.
4.      Turunkan harga BBM dan harga bahan pokok rakyat serta naikan upah.
5.      Ciptakan lapangan kerja bagi seluruh rakyat dengan upah layak, hentikan ekspor tenaga kerja.
6.      Laksanakan land reform sejati dan bangun industri nasional.

Demikian pernyataan sikap FMN dalam peringatan Hari Buruh Migran Internasional pada 18 desember 2014. Ayo, mahasiswa mendukung dan mengambil bagian dalam perjuangan buruh, untuk menuntut keadilan dan perlindungan sejati bagi BMI. MAJU TERUS BMI & RAKYAT INDONESIA, HENTIKAN PERBUDAKAAN MODERN DI INDONESIA.  

18 Desember 2014,


Hormat kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL


Rachmad P Panjaitan
Ketua
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger