Headlines News :
Home » » FMN: Selamat Hari Perempuan Internasional 08 Maret 2015

FMN: Selamat Hari Perempuan Internasional 08 Maret 2015

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Sabtu, 07 Maret 2015 | 16.09






“Hentikan Kekerasan dan Diskriminasi Terhadap Perempuan Indonesia. Tolak kenaikan Harga Beras”


Peran perempuan merupakan elemen penting dalam perjuangan rakyat. Kebangkitan perempuan sejatinya akan membawa perjuangan lebih dekat dengan takdirnya untuk bersama-sama meraih emansipasi baik dalam hal ekonomi, politik dan budaya. Golongan Perempuan sebagai unsur terbelakang, tertindas dan terhisap pada masyarakat setengah jajahan dan setengah feodal,  memiliki potensi luar biasa besar untuk memajukan perjuangan Demokrasi Nasional. Kesabarannya, kedisiplinan, kegigihannya dan keuletannya dalam menghadapi kehidupan telah teruji. Jumlah perempuan sebagai pekerja pun semakin sebanding dengan jumlah pekerja laki-laki. Bahkan dari waktu ke waktu jumlah perempuan yang menjadi tulang punggung di di keluarga semakin meningkat. Sama halnya dulu, perjuangan perempuan telah menorehkan cerita patriotis dalam melawan kolonialisme Asing seperti; Kartini, Cut Nyak Dien, kelompok Inong Bale, dan lain-lain.

Pada tanggal 8 Maret 2015 ini merupakan Hari Perempuan Internasional yang sudah diperingati semenjak 8 Maret 1917. HPI merupakan moment yang bersejarah bagi perjuangan kaum perempuan di dunia untuk memperjuangkan emansipasi hak-hak atas ekonomi, politik dan sosial budaya. Akan tetapi, kondisi Perempuan di Indonesia saat ini masih saja mendapatkan bentuk-bentuk penindasan baik dalam hal kekerasan dan diskriminasi. Dalam periode 2003-2013 saja data umum kekerasan terhadap perempuan Indonesia menunjukan kenaikan yang signifikan. Tahun 2003 tercatat jumlah perempuan yang mengalami kekerasan sebanyak 7787, Sementara di tahun 2013 angka kekerasan meningkat menjadi 279.688 kasus. Sedangkan kasus kekerasan juga tidak kalah dialami oleh Buruh migran Indonesia yang bekerja di luar negeri. Dari jumlah 8 juta BMI hampir 90% merupakan kaum perempuan dan data BNP2TKI saja (Versi pemerintah) menunjukkan, selama bulan januari 2015 ini telah terjadi 300 kali kekerasan terhadap BMI.

Demikian diskriminasi  yang dialami perempuan secara ekonomi, politik dan sosial budaya masih saja dialami perempuan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Mulai dari kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan, pengekangan perempuan terhadap kehidupan gelanggang politik dan berorganisasi, kemudian perempuan dijadikan sebagai objek “diperdagangkan”, partisipasi pendidikan yang rendah kaum perempuan khususnya di pedesaan, hingga budaya patrialkal dan liberal yang masih memposisikan perempuan lebih rendah  harkat dan martabatnya di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Dan terakhir, kenaikan harga BERAS  yang sangat tinggi mulai dari harga Rp. 10.000,- hingga Rp. 15.000,- , merupakan bentuk kegagalan pemerintahan Jokowi-JK untuk memberikan kesejahteraan dan ketahanan pangan di Indonesia. Jokowi malah menghina  rakyatnya dengan beras miskin dari program pasar BULOG. Kenaikan BERAS,  LPG dan BBM  menghantam khususnya kaum perempuan atau ibu-ibu yang secara khusus mengurusi pengeluaran dari pendapatan yang pas-pasan. Tingginya harga beras dan kebutuhan pokok di pasar, sudah pasti melahirkan depresi di kalangan perempuan atau ibu-ibu untuk dapat menekan pengeluaran yang tak sebanding dengan pendapatan yang pas-pasan.

Oleh karena itu, kami dari Pimpinan Pusat FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN) pada Kampanye Hari Perempuan Internasional 08 Maret 2015 yang melakukan aski di hampir 26 kota Se-Indonesia  Menyatakan sikap ; 

1.      Hentikan kekerasan dan diskriminasi terhadap kaum perempuan Indonesia, Negara harus memberikan perlindungan sejati bagi perempuan, demikian pula di dunia institusi pendidikan.
2.      Turunkan Harga BERAS, LPG, BBM dan kebutuhan pokok rakyat Indonesia.
3.      Ciptakan UU PRT dan UU Buruh Migran Indonesia yang memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan oleh Negara.
4.      Berikan pendidikan dan kesehatan bagi seluruh Indonesia tanpa adanya diskriminasi terhadap kaum perempuan.
Demikian Pernyataan sikap ini FMN sampaikan, Pemerintahan Jokowi-JK harus dapat memenuhi tuntutan rakyat. Dan terakhir, Selamat Hari Perempuan Internasional 08 Maret 2015, Ayo Perempuan Indonesia Bangkit berorganisasi Melawan Penindasan.

08 Maret 2015
Hormat Kami,


Rachmad P Panjaitan
Ketua
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger