Headlines News :
Home » » Universitas sebagai Benteng Pertahanan Rakyat

Universitas sebagai Benteng Pertahanan Rakyat

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 12 April 2015 | 03.03



(Pidato kata sambutan dalam kegiatan Konferensi Cabang Puwokerto April 2015)

Kawan-kawan FMN Puwokerto, saya pertama kali mengucapkan rasa bangga dan salut buat kawan-kawan yang telah bekerja keras untuk mewujudkan Konferensi Cabang FMN Puwokerto. Kami dengan segala kerendahan hati mengungkapkan rasa senang atas keberhasilan kawan-kawan dalam menjalankan konsolidasi tertinggi di tingkat Cabang ini. Dan secara bersamaan pula, kami atas nama Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional mohon maaf kepada kawan-kawan FMN Puwokerto atas ketidakhadiran kami di acara Konfercab yang teramat penting ini.  Namun kami meyakini bahwa kawan-kawan akan tetap semangat untuk menjalankan kegiatan akbar ini. Dan dalam kesempatan ini, ijikan saya untuk memberikan pidato kata sambutan dalam Kegiatan Konfercab Puwokerto. Tema yang coba saya akan sampaikan dalam Konfercab Puwokerto adalah Universitas sebagai Benteng Pertahanan rakyat.

Seperti yang diketahui kawan-kawan,Universitas di Indonesia tidak akan pernah tidur, mereka akan senantiasa menjadidapur dan tukang racik paham liberal yang dikembangkan imperialisme AS. Universitas di Indonesia juga akan menjadi fondasi untuk mempertahankan ide-ide yang menyebarkan ajaran tentang perampasan dan monopoli tanah oleh tuan tanah dan borjuasi besar komprador. Jika ini kita sebut sebagai kebenaran absolut dalam Universitas di Indonesia saat ini, Maka negeri kita sedang berada di bawah cengkraman dominasi imperialisme AS beserta kaki tangannya di dalam negeri. 

Ketika Negara ini  dikuasai Soeharto setelah menjatuhkan pemerintahan nasionalis Soekarno yang ditandai dengan pembantaian massal, mafia berkeley semakin menjadi-jadi membodohi rakyat dengan berbagai ilmu pengetahuan ekonomi untuk menindas dan menghisap rakyat. Deretan nama seperti Soemitro Djojohadikusumo, Widjoyo Nitisastro, Sadli, Emil Salim, Subroto, Barli Halim, masa itu dipopulerkan sebagai kaum teknokrat ekonom kaliber internasional yang berhasil menduduki posisi-posisi penting dalam lembaga-lembaga pemerintahan Soeharto untuk “mengadakan permainan yang lihai” untuk memuluskan tuannya imperialisme AS menguasai sumber daya alam dan manusia di Indonesia secara utuh. Berkeley adalah nama suatu universitas terkenal di Amerika Serikat, tempat mahasiswa-mahasiswa “terpilih” dari Indonesia dan negeri-negeri lain dikirim untuk melanjutkan pelajarannya. Jadi suatu nama yang terhormat dan terpandang dalam perspektif global danrejim masa itu. Sementara Mafia adalah nama suatu kelompok penjahat (bandit) yang terorganisir di Italia dan Amerika Serikat yang menguasai perjudian, perdagangan obat bius, pelacuran dan bisnis hitam lainnya yang tidak lepas dari perampokan, penculikan dan pembunuhan yang terhubung dengan kekuatan politik Negara. Dan saat ini, Mafia Berkeley berlanjut dalam pemerintahan Jokowi-JK yang notabenenya adalah rejim boneka imperialisme AS. Selain lulusan berkeley, saat ini ada Harvad AS untuk mendidik kaum intelektuil yang “mencintai AS”. Jadi wajar jika  5 Lulusan Harvand digadang-gadang menjadi komisaris dalam BUMN.

Maka sangat, pantas Mafia berkeley menjadi refleksi bagi FMN untuk berjuang lebih militan dan progesif lagi mengubah universitas-universitas yang dijadikan sebagai lembaga kolotdi Indonesia yang mengamini penghisapan dan penindasan yang dijalankan dari rejim ke rejim hingga rejim Jokowi-JK saat ini.

Namun bukan berarti ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di universitas saat ini tidak berguna sama sekali. Betul orientasi politik dan ekonomi serta budaya yang diajarkan di universitas akan senantiasa memihak pada kepentingan imperialisme AS dan feodalisme di Indonesia. Akan tetapi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang hakekatnya untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dan memajukan peradaban, membuat kita harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan belajar dan berjuang keras. Kita belajar ilmu pengetahuan dan teknologi tentu akan berbeda dengan kaum-kaum intelektuil (Dosen, Prof, Guru Besar) yang mengedepankan sisi karakter borjuis yang terlena dalam kemewahan ilmu pengetahuannya. Mereka memisahkan kenyataan masyarakat Indonesia dari ilmu pengetahuan, sehingga menjadikan teori semata-mata menjadi sebuah kebenaran bagi kalangan minoritas. Maka sangat miris jika melihat perdebatan mahasiswa yang hanya bersandarkan pada teori, namun tidak sekalipun menyuguhkan keadaan objektif menjadi sebuah kebenaran atas perdebatannya. Jika kita demikian maka kita akan terjebak pada pendidikan skolatik, yang memisahkan antara teori dan praktek dalam mencari sebuah kebenaran yang ilmiah dan menjauhkan kita dari perjuangan-perjuangan massa untuk menguji kebenaran itu sendiri.

FMN mengajak agar belajar keras untuk menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai alat untuk mendukung perjuangan rakyat Indonesia khususnya klas buruh dan kaum tani melawan musuh bersama yakni imperialisme AS, feodalisme dan kapitalis birokrat. Universitas-universitas yang ada di Puwokerto harus mampu kita ilmiahkan, kita demokratiskan dan kita abdikan kepada rakyat.  Barulah ilmu pengetahuan dan teknologi berguna bagi rakyat jika Universitas telah dijadikan sebagai Benteng Pertahanan Rakyat.

Kawan-kawan FMN Cabang Puwokerto, Hari ini kawan-kawan telah menunjukkan bentuk kegigihan dan keseriusannya untuk berjuang menjadikan universitas-universitas di Puwokerto sebagai benteng pertahanan rakyat, yang artinya mewujudkan Universitasnya Rakyat. Karena inilah sesungguhnya cita-cita kita. Memperdalam perjuangan massa di Universitas untuk mendorong kampus agar tidak menjadi bangunan yang kumuh yang diisi oleh kaum-kaum intelektuil borjuis yang pandai bersolek akan teori-teori usang untuk menopang musuh rakyat. Maka dalam Kegiatan konsolidasi tertinggi Cabang  Puwokerto yang dihadiri dari delegasi Universitas Soedirman dan IAIN, saya menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada kawan-kawan juang semua atas terselenggaranya Konferensi Cabang Puwokerto. Semoga hasil yang diraih dapat memberikan sebuah program kerja yang meningkatkan perjuangan massa Demokrasi Nasional di kampus-kampus Puwokerto serta gelora perjuangan di tingkatan kota. Dan semoga semangat dari Konfercab Puwokerto menjadi semangat yang menyala-nyala bagi seluruh kawan-kawan Cabang dan Ranting lainnya untuk menjalankan hal yang sama baik Konfercab maupun RUA.

Sekali lagi selamat buat kawan-kawan Cabang Puwokerto atas Konfercabnya, ayo wujudkan Universitas menjadi Benteng Pertahanan Rakyat dan Inilah menjadi rangkaian panjang dan penuh semangat dari kawan-kawan untuk menjadikan FMN sebagai Ormass Mahasiswa Demokrasi Nasional yang besar, kuat dan populis di Puwokerto. Jayalah Perjuangan Massa Cabang Puwokerto !

10 April 2015
Hormat kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL



RACHMAD P PANJAITAN
KETUA
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger