Headlines News :
Home » » 12 Tahun FMN Belajar, Berorganisasi, Berjuang, 12 Tahun Mengabdi pada Perjuangan Massa Mahasiswa dan Rakyat Indonesia

12 Tahun FMN Belajar, Berorganisasi, Berjuang, 12 Tahun Mengabdi pada Perjuangan Massa Mahasiswa dan Rakyat Indonesia

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 17 Mei 2015 | 20.37





(Pidato Ketua PP FMN dalam Peringatan Hari Lahirnya FMN ke-12 Tahun)

Arti pembentukan FMN 12 Tahun yang lalu

Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita, demikian pula bagi sejarah perkembangan masyarakat khususnya gerakan pemuda mahasiswa di Indonesia. 12 tahun yang silam tepatnya 18 Mei 2003, di Balai utan kayu Jakarta, FRONT MAHASISWA NASIONAL mendeklarasikan diri sebagai Organisasi Massa Mahasiswa skala nasional setelah melewati fase-fase menghimpun kekuatan dari berbagai jaringan kota dan kampus untuk menegaskan arah perjuangan mahasiswa mengobarkan semangat anti imperialisme AS, feodalisme dan kapitalis birokrat. Cikal bakal FMN sudah ada semenjak masa orde baru di bawah kepemimpinan Rejim Fasis Soeharto, namun masih bersifat organisasi mahasiswa yang berasal dari jaringan-jaringan kota dan kampus yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Tahun 1997 menjadi tahun keemasan bagi perkembangan awal FMN menuju dideklarasikan 18 Mei 2003 sebagai puncak kesadaraan seluruh anggota dan pimpinan mahasiswa yang terpatri dalam dirinya untuk membangun organisasi massa mahasiswa yang mempunyai identitas secara nasional dan terutama mempunyai garis politik yang tepat atas keadaan objektif rakyat Indonesia.

FMN lahir di atas puing-puing reruntuhan Orde baru yang memasuki iklim reformasi tahun 1998. Kran kebebasan demokrasi memberikan ruang kepada rakyat dan mahasiswa untuk berusaha bangkit atas perjuangan hak-hak demokrasinya yang dirampas selama 32 tahun rejim fasis Seoharto berkuasa. Tuntutan rakyat atas dosa-dosa Soeharto terus bergulir dari sektor mahasiswa dan rakyat agar segera mengadili Soeharto, menyita kekayaannya, menghapuskan Dwi Fungsi ABRI, memberantas korupsi dan memenuhi hak ekosob dan sipil politik rakyat.  Akan tetapi pasca dari peristiwa gerakan reformasi 1998, keadaan tidak menunjukkan perubahan yang siknifikan terutama dalam pemenuhan hak-hak demokrasi rakyat dalam mengakses hak atas ekosob dan sipil politiknya. rejim yang menggantikan Soeharto masih mewarisi kejahatan Soeharto dan tetap menjadi rejim boneka imperialisme khususnya AS. Habibie, Megawati bahkan tak mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia pasca dari krisis 1997 yang melahirkan kekacauan ekonomi dan politik di Indonesia. Ironinya, masa Habibie dan Megawati hingga SBY nantinya, memberikan keistimewaan melalui pemberhentian penyelidikan terhadap Rejim Soeharto yang telah terbukti menindas, membunuh dan membungkam hak-hak demokrasi rakyat di Indonesia. Perkembangan reformasi yang ternyata tidak jauh berbeda dengan masa Orde baru, menjadi salah-satu faktor kuat mendorong lahirnya FMN sebagai Ormass Mahasiswa yang melahirkan pandangan bahwa perlunya gerakan mahasiswa yang mempunyai garis perjuangan Demokrasi Nasional sebagai jawaban atas persoalan yang dialami mahasiswa dan rakyat Indonesia selama ini.

FMN yang anti terhadap rejim boneka imperialisme AS, sudah pasti mulai dari dideklarasikan hingga saat ini dibenci oleh rejim yang berkuasa di Indonesia. Demikian pula tuannya imperialisme AS akan membenci lahirnya dan berkembangnya FMN di tanah air Indonesia. Namun, FMN tidak perlu ragu dengan keadaan demikian. Karena kebencian dari imperialisme AS dan rejim bonekanya, adalah sebuah aspirasi dan tuntutan sekaligus kebanggaan mahasiswa beserta rakyat yang anti terhadap imperialisme AS dan rejim bonekanya di dalam negeri. Sama halnya ketika FMN dengan lantang mengobarkan perlawanan terhadap tuan tanah dan borjuasi besar komprador, dan kemudian memilih berjuang bersama kaum tani dan klas buruh, tentu FMN akan dibenci oleh tuan-tuan tanah dan borjuasi komprador seperti Tommy Winata, Sukamto Tanoto, James Riyadi, Keluarga Salim, PT. Sinar Mas, ARB, dan  begundal-begundal lainnya. Akan tetapi, FMN harus bangga bahwa pilihannya bersama kaum tani dan klas buruh akan senantiasa menunjukkan bentuk pengabdian FMN terhadap rakyat Indonesia melawan musuh-musuh rakyat yang telah melahirkan penderitaan, penghisapan dan penindasan yang hebat.


FMN Melawan Komersialisasi, Liberalisasi dan Privatisasi Pendidikan

Persoalan pendidikan Indonesia mulai dari zaman Soeharto hingga pemerintahan Jokowi-JK masih tetap menjalankan kebijakan komersialisasi, liberalisasi dan privatisasi yang semakin menghilangkan akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Negara berlahan-lahan melepaskan tanggung jawabnya atas penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, sehingga bidang pendidikan didorong pula untuk menjalankan kebijakan Neo-liberalisme yang diamanatkan oleh imperialisme AS semenjak masa Soeharto. dan hingga kini masih tetap dipertahankan. Dampak dari komersialisasi, liberalisasi dan privatisasi tersebut, ialah semakin mahalnya biaya pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun. Wajib belajar  9 hingga 12 tahun menjadi simbol semata yang tidak pernah terealisasikan hingga saat ini. Sementara UU DIKTI yang menegaskan otonomi perguruan tinggi yang menyangkut keuangan, semakin nyata mengubah kampus bagaikan perusahaan yang menarik sebesar-besarnya biaya pendidikan dari mahasiswa dan orang tua mahasiswa. Selain itu, Negara memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada imperialisme dan pengusaha besar untuk menanamkan modalnya di kampus yang tujuan bukanlah untuk memajukan pendidikan, namun berorientasi meraup keuntungan.

Selain itu, kita juga memandang bahwa pendidikan di Indonesia masih saja menjadi alat legitimasi rejim boneka untuk memperkuat kedudukan penghisapan dan penindasan imperialisme, feodalisme dan kapitalis birokrat di Indonesia. FMN dari awal berdiri hingga menginjak usia ke 12 tahun ini, telah menunjukkan semangat mengobarkan perjuangan massa atas penolakan kebijakan komersialisasi, liberalisasi dan privatisasi di dunia pendidikan. Ini menjadi bentuk keteguhan FMN yang mempunyai cita-cita mewujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat, yang nantinya menjadi gambaran pendidikan di masa depan yang anti imperialisme AS, feodalisme dan kapitalis birokrat.


FMN anti imperialisme AS, Feodalisme dan Kapitalis birokrat

Dalam memperingati Hari lahirnya FMN ke-12 tahun ini, merupakan keistimewaan bagi setiap Pimpinan dan anggota yang telah senantiasa hingga saat ini memegang teguh garis politik Demokrasi Nasional untuk menghancurkan dan mengeyahkan imperialisme AS, feodalisme dan kapitalis birokrat dari bumi Indonesia. Indonesia semenjak adanya pengkhianatan revolusi agustus 1945 tepatnya dalam perjanjian KMB 1949, menjadikan Indonesia sebagai negeri setengah jajahan dan setengah feodal di bawah pemerintahan boneka AS sebagai persekutuan jahat dari unsur borjuasi besar komprador, tuan tanah besar dan kapitalis birokrat. Sjarir, Hatta dan ketidakberdayaan Soekarno, menjadi duri dalam perubahan massa rakyat yang menginginkan kebebasan atas penghapusan dominasi imperialisme AS dan feodalisme di Indonesia hingga ke akar-akarnya. Jika mereka berani menjadi pemimpin rakyat seperti Sut Yat Sen, Che Guevara dan pemimpin rakyat lainnya, yang berjuang untuk mengusir imperialisme dari tanah airnya, pasti rakyat akan memberikan dukungan penuhnya atas pemerintahan itu. Namun pemerintahan terutama Soeharto hingga Jokowi-JK saat ini, terus-menerus menunjukkan kesetiannya sebagai rejim boneka AS dengan “pembangunan nasional” yang selalu bersandarkan pada kuncuran investasi  asing dan Utang Luar Negerinya. Jokowi-JK menggantikan MP3EI menjadi megaproyek pembangunan infrastuktur yang tujuannya meningkatkan fasilitas pelayanan terhadap tuannya imperialisme. Di sisi lain, proyek-proyek infrastuktur ini menjadi sasaran investasi bagi imperialisme dan borjuasi besar komprador untuk  meraup keuntungan yang besar dari Indonesia.

Keadaan demikian akan semakin merampas tanah rakyat, menghambat reforma agraria sejati dan industri nasional, yang nantinya semakin menguatkan kedudukan musuh-musuh rakyat untuk menghisap dan menindas rakyat. Atas keadaan yang semakin memberatkan rakyat, ke depan FMN harus mampu semakin mengobarkan semangat juangnya melawan imperialisme AS, Feodalisme dan kapitalis birokrat di Indonesia untuk kebebasan sejati menuju masyarakat Indonesia yang mandiri dan berdaulat sepenuhnya.


FMN Melawan Rejim Boneka AS Jokowi-JK, Karena kita cinta tanah air, cinta rakyat dan cinta perubahan sejati


Jokowi-JK yang di masa kampanye menunjukkan sosok pemimpin yang nasionalis dan pro rakyat, berlahan-lahan luntur dan semakin memudar dalam hitungan 1 semester berkuasa di Indonesia. Berbagai kebijakan  atas pencabutan subsidi, menaikkan BBM, TDL, kenaikan kebutuhan pokok, melemahnya Rupiah atas Dollar AS, inflasi, ULN bertambah, semuanya semakin membuat rakyat  semakin menderita. Kondisi carut marutnya ekonomi rakyat, mengarah pada situasi politik yang semakin tidak stabil pula. Politik menjaga para koruptor, kriminalisasi terhadap aktivis anti korupsi, mengangkat pelanggar HAM dan kroninya menjadi pejabat Negara, merupakan deretan persoalan yang lahir selama 1 semester rejim Jokowi-JK berkuasa.

Secara nyata pula perampasan dan monopoli tanah, penerapan politik upah murah dan sempitnya lapangan kerja, PHK, menjadi trend yang mengalami peningkatan dari hari ke hari di bawah pemerintahan Jokowi-JK. Ironinya, Jokowi-JK semakin menunjukkan secara bersamaan watak anti demokrasi dan fasisnya yang merupakan konsekuensi sebagai rejim boneka AS dalam hal memaksakan kebijakan neo-liberalisme imperialisme AS tersebut untuk memulihkan krisis tuannya itu. Kebijakan-kebijakan anti rakyat ini dijalankan dengan penuh kekerasan dan pengamputasian atas hak-hak demokrasi rakyat Indonesia. Jokowi-JK menggunakan kekerasan terbuka maupun secara langsung melalui aparat keamanan TNI dan Polri untuk memukul rakyat. Sebut saja Babinsa masuk desa, Penyegaran Menwa di kampus di bawah TNI, mempertahankan UU Ormas dan UU Intelijen.  Selain itu, secara nyata melakukan Penembakan terhadap 1 orang massa aksi saat menolak kenaikan BBM di Makassar, Penembakan  1 orang masyarakat adat Kalteng,  penembakan 5 siswa di Paniai Papua, pengusiran ratusan masyarakat Papua oleh TNI, pelarangan aksi saat KAA, mengangkat pejabat negara dari pelanggar HAM semasa Orba (AM Hendripriyono), kriminalisasi terhadap aktivis anti korupsi, pemblokiran situs dan 1 semester telah menangkap aktivis  ± 200 orang. 

Kampus juga tidak luput menjadi sasaran kebijakan anti demokrasi dari Jokowi-JK. Berbagai pelarangan seperti jam malam, larangan berkegiatan di luar kampus, larangan berorganisasi, pembatasan ruang-ruang berpendapat, hingga pelibatan pihak TNI dan Polri menjaga keamanan di kampus, adalah kebijakan anti demokrasi Jokowi-Jk di kampus saat ini. Hal ini bertujuan untuk mengkerdilkan mahasiswa dari proses demokrasi dan menjauhkan mahasiswa dari sikap kritis atas realita keadaan pendidikan dan rakyat Indonesia

Maka 12 tahun FMN mengabdi kepada rakyat, harus mampu menunjukkan keteguhan dan kegigihannya secara konsisten melakukan perlawanan dan perjuangan tiada ampun kepada rejim yang masih menjadi kaki tangan atau boneka imperialisme AS yang merampas hak-hak demokrasi rakyat.

Terakhir, dalam peringatan Hari lahirnya FMN ke 12 Tahun ini, mari seluruh Pimpinan dan anggota semakin meningkatkan kerja-kerja massanya untuk membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakkan massa mahasiswa untuk mengobarkan perjuangan massa Demokrasi Nasional di kampus-kampus dan di tengah rakyat Indonesia. FMN harus menunjukkan tekad yang kuat sebagai bukti kecintaannya terhadap rakyat, tanah air, perubahan sejati dengan menjadikan FMN sebagai sentral gerakan mahasiswa yang kuat, besar dan populis di kampus dan dihadapan massa rakyat. Jayalah Perjuangan FMN,  12 tahun Belajar, Berorganisasi, Berjuang, 12 Tahun mengabdi pada massa mahasiswa dan rakyat Indonesia.

18 Mei 2015
Hormat kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL




Rachmad P Panjaitan
Ketua
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger