Headlines News :
Home » , , » Pemuda Mahasiswa Mendukung Sepenuhnya Perjuangan Klas Buruh Sebagai Pemimpin Pembebasan di Indonesia

Pemuda Mahasiswa Mendukung Sepenuhnya Perjuangan Klas Buruh Sebagai Pemimpin Pembebasan di Indonesia

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 24 Mei 2015 | 00.20




(Pidato sambutan Kongres Nasional III GSBI 23 Mei 2015)


Salam Demokrasi Nasional,
HIDUP Klas Buruh Indonesia,
HIDUP Perjuangan GSBI,

Pertama kali FRONT MAHASISWA NASIONAL mengucapkan terima kasih kepada panitia beserta Dewan Pimpinan Pusat GSBI atas undangannya  dalam kegiatan terakbar yang nantinya akan menjadi bagian sejarah panjang gerakan buruh di Indonesia yakni, Kongres Nasional GSBI yang diselenggarakan di Jakarta 23-27 Mei 2015. Sebuah kebanggaan bagi FMN diberi kesempatan menyampaikan pidato sambutan dalam pembukaan Kongres Nasional GSBI ke-3.
Dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan, judul pidato sambutan saya adalah “Pemuda Mahasiswa Mendukung sepenuhnya perjuangan klas buruh (GSBI) sebagai Pemimpin Pembebasan di Indonesia”. Dalam sejarah perkembangan masyarakat dunia, klas buruh yang lahir dalam masyarakat kapitalisme yang telah mencapai tahap tertinggi imperialisme, masih saja mengalami penghisapan dan penindasan oleh kapitalis yang terus memperparah keadaan buruh di seluruh dunia. Atas keadaan objektif demikian, klas buruh telah berulang kali berjuang  untuk menunjukkan tugas dotrin historisnya menghancurkan sistem penghisapan dan penindasan yang nantinya akan memimpin pembebasan nasional bangsa-bangsa dan negeri imperialisme dan negara-negara setengah jajahan setengah feodal. Perjuangan atas 8 jam kerja di Amerika dan Eropa melahirkan peringatan Hari Buruh Internasional yang merupakan bagian sejarah perjuangan klas buruh Internasional. Demikian solidaritas perjuangan klas buruh yang pernah terbentuk dalam skala internasional yang kemudian hingga saat ini yang masih digagas untuk bersatu dengan klas tertindas di seluruh negeri yang mempunyai kontradiksi pokok dengan imperialisme khususnya AS. Seperti itu pula pemerintahan klas buruh dan rakyat tertindas yang pernah lahir di Uni soviet dan RRT yang telah mengajarkan sistem yang membebaskan umat manusia dari penghisapan dan penindasan sebelum pemimpin negaranya terjatuh dalam pandangan revisionis modern dan berubah menjadi imperialisme.
Sementara sejarah perjuangan klas buruh di Indonesia telah menunjukkan sisi-sisi kepemimpinannya untuk bersama-sama dengan kaum tani, pemuda mahasiswa, serta rakyat tertindas, yang secara konsisten melawan imperialisme, tuan tanah serta rejim boneka. Watak klas buruh yang militan, berdispilin tinggi, kolektif, skill yang tinggi lahir dari sistem kerja produksinya, yang telah melahirkan kesadaraan yang maju untuk memimpin perjuangan rakyat Indonesia melawan musuh-musuh rakyat yakni, imperialisme AS, feodalisme dan kapitalis birokrat. Klas buruh Indonesia yang saat ini semakin mengalami beban hidup yang berat, karena berbagai persoalan yang diciptakan rejim seperti poliitk upah murah, sistem kerja kontrak dan outsorcing, tidak adanya jaminan sosial dan berbagai pengekangan berserikat di pabrik-pabrik. Kepentingan klas buruh bertolak belakang dengan rejim yang berkuasa yang anti buruh-rakyat dan menjadi kaki tangan imperialisme AS di Indonesia.
Demikian dalam pemerintahan Jokowi-JK saat ini yang masih berkuasa selama 7 bulan. Dirinya semakin meneguhkan kekuasaannya sebagai rejim boneka imperialisme AS yang mempertahankan dan bahkan semakin memasifkan penindasan terhadap klas buruh dan rakyat Indonesia. RPP pengupahan yang berencana akan menetapkan upah 2 tahun sekali atau 5 tahun sekali adalah kebijakan yang sangat anti terhadap kesejahteraan buruh. Demikian pula dengan  sistem asuransi kesehatan dan asuransi pensiunan  , yang nanti akan semakin membuat klas buruh hidup menderita.
Akan tetapi, di tengah gempuran penghisapan oleh rejim berkuasa, imperialisme dan feodal di Indonesia terhadap klas buruh, Namun klas buruh masih senantiasa berjuang membangun organisasi yang militan, patriotik dan demokratik sebagai alat perjuangan untuk meraih kemenangan-kemenangan yang dirampas oleh negara dan pengusaha. Nilai lebih yang dicuri dari hasil keringat klas buruh, hanya dinikmati pengusaha-pengusaha besar serta perusahan-perusahan imperialisme yang bercongkol di Indonesia.  klas buruh pun menyadari kondisi demikian. Derajat penghisapan yang semakin berat, melahirkan kesadaraan sosial klas buruh untuk berorganisasi dan berjuang bagi kemenangan klas buruh dan rakyat Indonesia. Perjuangan klas buruh yang militan, patriotik dan demokratik, telah memberikan sumbangsih yang besar untuk memajukan perjuangan rakyat. Perjuangan GSBI hingga saat ini, telah memberikan ketauladanan bagi FMN untuk ambil bagian dalam perjuangan rakyat, yang kemudian menegaskan diri untuk mengabdikan pada perjuangan klas buruh dan kaum tani Indonesia. Klas buruh telah mengajarkan kepada FMN atas kemenangan dari keniscayaan perjuangan untuk bertarung menghancurkan sistem yang menghisap dan menindas yang selalu melahirkan penderitaan yang berkepanjangan bagi rakyat Indonesia.
FMN sebagai Ormass mahasiswa, meyakini bahwa perjuangan pemuda mahasiswa akan selalu bertalian erat dengan perjuangan klas buruh dan rakyat tertindas di Indonesia melawan imperialisme AS, feodalisme dan kapitalis birokrat.  Kehancuran cita-cita rakyat atas landreform sejati dan industri nasional, yang merupakan aspirasi dan tuntutan klas buruh dan seluruh rakyat Indonesia, telah menyatukan kekuatan pemuda mahasiswa kepada aliansi buruh dan tani melawan rejim yang anti rakyat serta melawan imperialisme AS dan feodalisme.


Sementara itu, persoalan pemuda mahasiswa yakni pendidikan semakin diorientasikan untuk melegitimasi kebijakan-kebijakan yang anti terhadap klas buruh. Pendidikan masih menjadi instrumen kebudayaan yang digunakan rejim untuk mempertahankan sistem yang lama setengah jajahan setengah feodal untuk mempertahankan dominasi imperialisme AS melalui basis sosialnya feodal di Indonesia. Sekolah-sekolah, kampus, menjadi lembaga yang didorong untuk melahirkan kaum-kaum intelektuil yang berpahamkan borjuasi yang nantinya menjadi kaum intelektuil teknorat dan kapitalis birokrat yang anti terhadap kehidupan dan perjuangan klas buruh. Kaum intelektuil dicetak menjadi hamba bagi tuannya imperialisme AS. selain itu, kaum intelektuil diproduksi untuk menghasilkan tenaga-tenaga kerja murah untuk menopang sistem lama serta perusahaan-perusahaan milik borjuasi besar komprador, tuan tanah besar dan imperialisme khususnya AS. Sehingga saat ini pendidikan tidak menjadi alat kebudayaan rakyat untuk mendukung pembebasan rakyat Indonesia dari penghisapan dan penindasan imperialisme, feodalisme dan kapitalis birokrat.
Selain itu, mahalnya biaya pendidikan dari tingkatan SD hingga ke perguruan tinggi, tentu telah merampas hak-hak anak buruh untuk mengecap dunia pendidikan di tengah upah buruh yang semakin murah setiap tahunnya. Pendidikan yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara, kini berubah menjadi barang dagangan yang dimodifikasi dengan menjalankan komersialisasi, liberalisasi dan privatisasi sektor pendidikan. Dampak mahalnya biaya pendidikan ini akan semakin menjauhkan akses klas buruh dan rakyat dari bangku-bangku sekolah dan perguruan tinggi.
Atas dasar kondisi objektif ini, maka kami meyakini bahwa pendidikan di Indonesia harus diubah menjadi  pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada klas buruh serta rakyat Indonesia.  Kami pun menyadari bahwa perjuangan pemuda mahasiswa mempunyai irisan yang kuat dengan perjuangan klas buruh dan kaum tani di Indonesia untuk melawan musuh-musuh rakyat imperialisme AS, feodalisme dan kapitalis birokrat demi membebaskan rakyat dari penghisapan dan penindasan.
Oleh karena itu, FMN sekali lagi menegaskan di dalam Kongres Nasional GSBI ke-3,  “Mendukung Sepenuhnya Perjuangan Klas buruh (GSBI) sebagai Pemimpin Pembebasan di Indonesia”.  Kami juga menyampaikan selamat atas terselenggaranya Kongres Nasional ke-3 GSBI, semoga ke depan mampu menjadi pusat perjuangan klas buruh dan rakyat Indonesia untuk memajukan perjuangan-perjuangan rakyat dan meraih setiap kemenangan untuk menghancurkan imperialisme AS, feodalisme dan kapitalis birokrat. Maju Terus melawan Rejim Jokowi-JK anti rakyat dan anti demokrasi,  Maju terus perjuangan klas buruh, Maju terus perjuangan GSBI.
Hidup klas Buruh Indonesia,
Jayalah Perjuangan GSBI,
Jayalah Perjuangan Rakyat Indonesia !!!

23 Mei 2015
Hormat saya,

Rachmad P Panjaitan
(Ketua PP FMN)

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger