Headlines News :
Home » » Pray For Angeline

Pray For Angeline

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Kamis, 11 Juni 2015 | 23.30


Hentikan Kekerasan Terhadap Anak-anak. Usut tuntas pembunuh Angeline dan Pemerintah Harus Bertanggung-jawab Atas Tewasnya Angeline

Di tengah hiruk-pikuk pesta pernikahan anak Jokowi, kasus kematian akibat kekerasan dan pembunuhan terhadap anak-anak malah datang menghampiri Denpasar, Bali. Angeline gadis belia umur 8 tahun kelas 2 SD, harus tewas dengan keadaan tragis dikubur di pekarangan rumah ibu angkatnya. Seperti yang diberitakan Angeline, dinyatakan hilang semenjak tanggal 16 Mei 2015. Kemudian pada tanggal 18 Mei, pihak keluarga angkat Angeline melaporkan secara resmi ke kepolisian Sektor Denpasar Timur atas kehilangan Angeline. Berbagai element masyarakat, guru-gurunya hingga kalangan artis, menunjukkan rasa empatinya dengan terlibat mencari gadis malang ini.

Dan pada tanggal 10 Juni 2015, secara mengejutkan jasad Angeline ditemukan di pekarangan rumah ibu angkatnya yang dikubur setengah meter,  dengan pakaian lengkap dan tangan memeluk boneka. Dirinya dililit seprei dan tali. Sontak saat ditemukannya Gadis belia Angeline dengan kondisi yang mengenaskan, tentu menimbulkan rasa simpatik dan sekaligus prihatin yang mendalam dari seluruh masyarakat Indonesia.  Anak -anak yang seharusnya mendapatkan didikan dan kasih sayang, kini kerap berujung maut di usia belia seperti  Angeline.

Delapan tahun silam, Hamidah melahirkan Angeline, anak ketiga dari pernikahannya dengan Anwar Rosyidi. Karena alasan ekonomi atau tidak sanggup membayar biaya persalinan, suami-istri asal Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut menyerahkan hak asuh Angeline yang baru berusia tiga hari kepada Margareith CH Megawe, yang juga istri mantan bos Rosidi. Sementara menurut Komnas Perlindungan anak, menyatakan bahwa hak asuh Angeline ke  Ibu angkatnya Margareth tidaklah sesuai dengan prosedural. Artinya ini adalah perdagangan anak-anak atau hak asuh illegal.

Di saat Angline masih hidup, dia kerap mendapatkan perlakuan yang tidak layak dari orang tua angkatnya. Seperti paparan Gurunya, Angeline saat ke sekolah kerap kotor dan berlumuran lumpur.  Berdasarkan pengakuan Angeline kepada Gurunya, Angeline harus memberi makan puluhan ayam sebelum ke sekolah. Tentangga Angeline, juga mengakui bahwa Angeline kerap mendapatkan perlakuan kasar dari orang tua angkatnya. Namun masyarakat lebih memilih diam karena takut terlalu mencampuri urusan keluarga Margareith.

Saat ini, pihak kepolisian menetapkan Agus pembantu rumah tangga Margareith sebagai tersangka. Agus menyampaikan bahwa Angeline sebelum dibunuh sudah 2 kali diperkosa. Sebelum dibunuh, Agus mengaku memperkosa Angeline. Karena takut terungkap, Agus membunuh Angeline dengan membenturkan kepalanya ke lantai dan kemudian menguburnya ke pekarangan majikannya itu.  Akan tetapi, ada beberapa kejanggalan hingga Jasad Angeline ditemukan. Ketika polisi maupun pejabat menteri ingin berkunjung ke rumah Angeline, Margareith menolak. Atau selama ini sikap ibu angkat Margareith yang kasar pada Angeline.

Namun, kasus kekerasan, pemerkosaan hingga berujung pada pembunuhan gadis belia Angeline, menurut kami disebabkan abainya Negara memberikan perlindungan terhadap  Anak-anak atas ancaman kekerasaan yang dapat terjadi dimana pun. Bahkan dalam kasus Angeline ini, Nampak adanya perdagangan manusia  atas hak asuh yang dipraktekkan oleh ibu angkatnya Margareith.  Terjadinya perdagangan anak-anak ini akibat ketidakmampuan orang tua kandung Angeline untuk membiayai persalinan Rumah Sakit. Sehingga berujung pada perjanjian antar orang tua kandung angeline dan orang tua angkatnya, yang akan mengembalikan Angeline ke mereka setelah usia 18 tahun. Di sini, dapat kita nilai bahwa  komersialisasi kesehatan mendorong terjadinya praktek perdagangan anak-anak. Selain itu, Negara malah tidak secara nyata untuk melindungi anak-anak dan bahkan kedodoran  dalam hal adopsi. Menurut kami tingginya angka adopsi terhadap anak-anak usia dini, disebabkan tekanan ekonomi yang sangat rendah dalam memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya.

Karena keadaan yang miskin, membuat praktek Perdagangan anak-anak semakin merebak. Oleh karena itu, kami PIMPINAN PUSAT FRONT MAHASISWA NASIONAL menyampaikan turut belangsungkawa atas meninggalnya gadis belia Angeline, dan usut tuntas pelaku pembunuhan Angeline, berikan perlindungan terhadap anak-anak serta pemerintah harus minta maaf atas kasus ini. #Save_Anak_Indonesia.

PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL



Rachmad P Panjaitan
Ketua

  
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger