Headlines News :
Home » » #SinabungAdalahKita

#SinabungAdalahKita

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Selasa, 07 Juli 2015 | 08.16




Gunung Sinabung adalah gunung api di Dataran Tinggi di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya merupakan  dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi di provinsi itu. Ketinggian gunung sinabung ini mencapai 2.460 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan hasil penelitian geologi, Gunung Sinabung terakhir meletus pada tahun 1200 atau sekitar 800-an silam. Akan tetapi semenjak bulan Agustus hingga September 2010, Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi. Aktivitas erupsi Gunung Sinabung dikategorikan tipe letusan freatik yang diikuti jatuhan abu vulkanik yang menyebar ke timur-tenggara Gunung Sinabung dan menutupi beberapa desa seperti; Desa Sukameriah, Gungpitu, Sigarang-garang, Sukadebi, dan Susuk. Sejak saat itu Gunung disebut tipe A.

Aktifitas erupsi gunung sinabung  kembali terjadi sejak September 2013 dan erupsinya semakin meningkat di awal Januari 2015 hingga saat ini.  Material erupsi dari Gunung Sinabung telah melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat. Sektor pertanian dan perkebunan adalah yang paling terpukul akibat erupsi gunung sinabung. Lahan pertanian dan perkebunan seluas 46.935 hektare rusak berat. Kerusakan terbesar terjadi pada tanaman cabai seluas 1.701 hektar dan jeruk seluas 1.177 hektar sebagai  tanaman petani utama masyarakat karo di sekitaran kaki Gunung Sinabung. Kondisi ini mengakibatkan tanaman hancur dan petani gagal panen. "Total kerugian dan kerusakan di sektor pertanian dan perkebunan mencapai Rp 817 miliar per Tahun 2015.

Sementara Jumlah pengungsi saat ini sekitar 3.150 kepala keluarga atau 10.645 jiwa. Tercatat ada 780 lansia, 76 ibu hamil, 220 bayi, dan 747 balita. Mereka adalah kelompok rentan pengungsi yang harus memperoleh perhatian khusus tentunya dari pemerintahan setempat dan pemerintahan pusat. Setiap hari hujan abu menguyur setiap sisi gunung Sinabung. Rata-rata terjadi 80 kali mengeluarkan lava pijar, dan 30 kali gempa hybrid, tremor. Bahkan pada Hari Minggu, 28 Juni 2015, telah terjadi 3 kali luncuran awan panas sejauh 3-3,5 kilometer ke Tenggara-Timur, dan tinggi kolom abu vulkanik 3.000 meter.

Keadaan yang memprihatinkan bagi Korban erupsi Gunung Sinabung, tidak menunjukkan adanya langkah tegas atas penanganan yang serius dari pemerintahan daerah maupun pemerintahan Jokowi-JK. Jokowi hanya mengintruksikan Staf kpresidenan untuk melihat kondisi Korban sinabung saja. Ini hanya menjadi politik pencitraan bagi Jokowi-JK untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah Kepala Negara yang perhatian pada masyarakatnya. Akan tetapi, kita telah memahami berbagai taktik manuver politik busuk yang dijalankan Jokowi-JK. Dirinya seolah-olah menunjukkan rasa empati kepada korban dan masyarakat bahwa pemerintahan saat ini ingin menyelesaikan persoalan korban Sinabung.

Masih segar dalam ingatan kita, beberapa hari setelah dilantik Jokowi mendatangi korban sinabung ke lokasi. Secara simbolis Jokowi membagikan KIP dan KIS ke 500 korban sinabung. Namun, KIP dan KIS yang diberikan kepada korban sama sekali tidak dapat digunakan. Anak-anak korban Sinabung tetap saja harus menanggung biaya pendidikan di tengah bencana melanda yang berdampak pada matinya perekonomian korban sinabung. Demikian Kartu Indonesia Sehat (KIS), tidak ubahnya seperti kartu Indonesia Pintar. Buktinya ketika korban berobat, harus juga mengeluarkan biaya yang terbilang besar. Apalagi korban yang masih berada di posko pengungsian, mereka sangat sulit untuk menemukan tim medis untuk berobat.  Maka problem KIS maupun KIP di sinabung, adalah sama dengan daerah lain yang telah mendapatkan kartu tersebut. Kartu sakti Jokowi tidak terbukti dapat memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan secara gratis bagi rakyat. Kesehatan tetap mahal demikian pula biaya pendidikan. Selain itu, Jokowi juga membangun rumah bagi pengungsi bagi korban Sinabung sekitar 2053 unit. Akan tetapi pembangunan rumah ini dilakukan secara bertahap. Tahun pertama ini rencananya hanya dibangun 370 unit. Sehingga dapat dipastikan korban sinabung akan banyak tetap tinggal lebih lama lagi di posko-posko pengungsian. Persoalan pun muncul dari perumahan ini yaitu sangat minimnya fasilitas umum untuk bisa diakses masyarakat.

Berbagai persoalan yang dialami korban sinabung dalam menghadapi bencana ini, tentu disebabkan ketidakberpihakan dan keseriusan Jokowi-JK beserta pemerintahan setempat untuk memberikan pelayanan bagi rakyatnya yang tertimpa bencana. Sinabung yang terus-menerus mengeluarkan lava pijar, awan panas, abu vulkanik tentu sangat mengancam keselamatan, kesehatan masyarakat Sinabung dan sekitarnya. Namun Jokowi masih menganggap ini sebagai bencana local. Apabila melihat  UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanganan Bencana, status bencana nasional dapat dinilai dari tingginya korban jiwa, kerusakan dan kerugian yang dialami masyarakat.  Prasyarat tersebut sudah objektif apabila melihat keadaan bencana Sinabung yang berkepanjangan dan merugikan. 

Ini juga menjadi kritikan terhadap keterbelakangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa Jokowi-JK yang sangat lambat untuk dapat mendeteksi atau menangani bencana sinabung. Oleh karena itu apa yang menjadi TUNTUTAN FMN dalam menyikapi bencana sinabung ialah;

  1. Segera Realisasikan Rumah bagi korban sinabung secara menyeluruh
  2. Berikan lahan baru pertanian bagi masyarakat korban sinabung
  3. Tetapkan Erupsi Gunung Sinabung menjadi status Bencana Nasional
  4. Berikan Jaminan Pendidikan dan Kesehatan bagi korban masyarakat korban sinabung

Oleh karena itu, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional berharap pada seluruh tingkatan organisasi FMN Baik Cabang maupun Ranting se-Indonesia untuk menjalankan tanggap bencana sinabung (#SinabungAdalahKita). Sementara kepada kawan-kawan FMN Cabang Medan dapat menjadi petugas untuk turun ke kembali ke lokasi Sinabung. Kegiatan tanggap bencana ini sudah pernah 2 kali dillakukan FMN di sinabung kurun waktu 2013 dan 2014. Jadi, kita sudah punya pengalaman untuk dapat membantu aktif  korban erupsi gunung sinabung. Jangan lupa FMN dapat mengajak seluruh mahasiswa dan rakyat se-Indonesia untuk terilibat dalam kampanye-kampanye menuntut Jokowi-JK atas sinabung maupun untuk bersolidaritas meringankan beban korban sinabung. LONG LIFE PEOPLE SOLIDARITY !

Penulis: Sofian Efendi/08972865526 (Ka. Dept Pelayanan Rakyat & Kampanye)
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger