Headlines News :
Home » » Pernyataan Sikap PP FMN Kematian Salim Kancil, Menjadi Cerminan Meningkatnya Kekerasaan yang Dialami Kaum Tani di bawah Rejim Jokowi-JK

Pernyataan Sikap PP FMN Kematian Salim Kancil, Menjadi Cerminan Meningkatnya Kekerasaan yang Dialami Kaum Tani di bawah Rejim Jokowi-JK

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Senin, 28 September 2015 | 23.24




Jasad Salim Kancil saat ditemukan tewas oleh warga

Kaum tani sebagai mayoritas rakyat Indonesia, masih mengalami berbagai persoalan yang mengakar. Persoalan ini diakibatkan karena tidak terlaksananya reforma agraria sejati di Indonesia. Walapun Jokowi-JK berjanji akan merealisasikan program reforma agraria, Namun kaum tani menganggap bahwa reforma agraria Jokowi adalah palsu, yang tidak akan menyelesaikan persoalan agraria di Indonesia. Karena nyatanya Jokowi-JK akan senantiasa mempertahankan bentuk monopoli dan perampasan tanah di Indonesia oleh perkebunan dan pertambangan oleh tuan-tuan tanah dan borjuasi besar komprador yang diorientasikan untuk kepentingan imperialisme (asing). Ini pula yang menunjukkan bahwa peningkatan komoditas kelapa sawit, karet, kayu, tidak mempunyai arti apa-apa bagi pertumbuhan ekonomi rill bagi rakyat Indonesia.

Sementara perkebunan dan pertambangan yang semakin meluas di Indonesia, malah semakin meningkatkan kekerasan terhadap kaum tani di Indonesia. Keadaan ini akan tetap terjadi, yang sebenarnya telah dimulai semenjak pembantaian terhadap kaum tani dan rakyat oleh pemerintahan fasis Soeharto untuk membangun perkebunan dan pertambangan skala besar  di Indonesia. Saat ini, berdasarkan data kekerasan yang dialami kaum tani yang berhasil dihimpun AGRA semasa Jokowi ini, setidaknya telah menangkap 89 kaum tani, 52 kaum tani mengalami kriminalisasi, mengalami kekerasan fisik 25 orang dan 4 orang petani mati dibunuh. Terakhir adalah kematian 1 orang kaum tani bernama Salim Kancil di Lumajang, Jawa Timur beserta 1 orang temannya yang sedang kritis.

 Sosok Salim Kancil semasa hidupnya



Sebelumnya Salim kancil bersama kaum tani lainnya secara masif melakukan kampanye penolakan pertambangan di desanya. Mereka menganggap bahwa pertambangan tersebut akan merusak lingkungan serta mengancam terampasnya tanah kaum tani. Namun salim kancil harus dibunuh (26/09) secara mengenaskan oleh sejumlah preman suruhan pertambangan. Berdasarkan paparan istrinya, Salim Kancil dijemput dari rumahnya secara paksa yang disertai pemukulan, pembacokan yang dilakukan sejumlah preman. Kemudian Salim kancil yang di bawah ke balai desa, terus mengalami kekerasaan. Di balai desa Salim disetrum secara kejam, yang pada akhirnya Salim Kancil harus menghembuskan nafas terakhir. Melihat kondisi kekejaman atas kekerasan tersebut, sangat erat kaitannya menjadi dampak konflik agraria di Indonesia yang masih belum terselesaikan. Bahkan dengan masuknya TNI ke desa, menjadi pemicu berkembang biaknya preman-preman atau organisasi paramiliter yang akan digunakan perkebunan-perkebunan serta pertambangan untuk memukul gerakan kaum tani yang berjuang atas reforma agraria sejati.

 Ekspresi keluarga Salim saat menemukan jenazahnya

Oleh karena itu, kami dari Pimpinan Pusat FRONT MAHASISWA NASIONAL dalam menyikapi Pembunuhan kaum tani bernama Salim Kancil di Lumajang, Jawa Timur, menyatakan Sikap; Tangkap dan adili pemilik pertambangan maupun Pembunuh salim Kancil serta temannya yang masih kritis. Kami juga menyatakan bahwa Pengaruh TNI masuk Desa, hanya akan semakin mendorong terjadinya peningkatan kekerasan terhadap kaum tani. Maka, Kami menolak TNI masuk ke desa.

Demikian pernyataan sikap PP FMN yang kami sampaikan. Kami sepenuhnya mendukung kaum tani melawan kekerasaan Rejim Jokowi-JK, serta ambil bagian aktif dalam perjuangan kaum tani mewujudkan reforma agraria sejati . Jayalah Perjuangan Kaum Tani!

29, September 2015

Hormat kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL



Rachmad P Panjaitan
Ketua
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger