Headlines News :
Home » » Tugas Kita adalah Mengajak Kawan yang Sebanyak-banyaknya Untuk Mau Berbagi

Tugas Kita adalah Mengajak Kawan yang Sebanyak-banyaknya Untuk Mau Berbagi

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 29 November 2015 | 22.21





“Perubahan adalah Lokomotif sejarah yang membutuhkan ilmu pengetahuan sebagai kebudayaan yang maju bagi peradaban manusia. Sementara kampus harus menjadi institusi yang memerdekakan !”

Dalam perjuangan masyarakat Indonesia untuk membangun peradaban yang mandiri dan berdaulat dengan jalan mengenyahkan dominasi Imperialis AS dan Feodalisme, mendorong keikutsertaan pemuda mahasiswa  untuk ambil bagian dalam setiap perubahan itu sendiri. Dalam perjuangan seluruh massa rakyat, kita harus mampu menarik jutaan kaum intelektuil untuk menjadi  salah-satu kekuatan penggerak perubahan di Indonesia.

FMN sebagai Ormass mahasiswa yang berdiri pasca reformasi 1998, telah menegaskan identitas dirinya sebagai alat untuk membangkitkan kesadaran mahasiswa atas kemutlakan kebenaran dari ilmu pengetahuan itu sendiri, yang nantinya berguna bagi kemajuan rakyat Indonesia. FMN menjadi sekolah bagi seluruh mahasiswa yang ingin mengembangkan syarat-syarat ilmu pengetahuan baik ilmu sains maupun sosial yang ditujukan untuk berperan aktif memecahkan persoalan rakyat Indonesia.  kegiatan-kegiatan ilmiahnya baik dalam bentuk diskusi-diskusi, seminar,  bedah buku dan dokumenter, riset, menerbitkan tulisan, panggung budaya, dan sebagainya, semuanya berorientasi untuk menajamkan pengetahuan atas segala cabang ilmu.

Namun yang perlu diingat, FMN tidak semata-mata menciptakan kaum-kaum intelektuil yang berorientasi memahami ilmu semata. Karena FMN menyadari betul bahwa memahami ilmu pengetahuan bukanlah memisahkan antara pelajaran teori dan praktek. Karena apabila belajar hanya semata-mata berteori, sama saja kita hanya melahirkan para filsu-filsuf kegelapan yang memperdebatkan kebenaran dari sisi-sisi penafsiran semata saja. Atau FMN juga tidak akan melahirkan kaum-kaum intelektuil yang nantinya hanya akan mengabdikan ilmu pengetahuannya untuk melegitimasi pembodohan, penindasan dan kemiskinan yang dilahirkan musuh-musuh rakyat, imperialis AS, feodalisme dan kapitalisme birokrat. Tibalah FMN mengajarkan bagaimana teori yang dipadukan dengan pengalaman praktek sosial.  Belajar kompleksitas ilmu pengetahuan untuk mencari sebuah kebijaksanaan tentang kebenaran yang dibutuhkan masyarakat,  hanya dapat ditemukan dengan memadukan teori dan praktek. Teori dan praktek akan mampu memberikan pandangan-pandangan mahasiswa yang lebih objektif untuk menunjukkan keberpihakannya terhadap perkembangan masyarakat yang membutuhkan sebuah kemandirian maupun kedaulatan yang selama ini terjerat dengan berbagai persoalan yang diciptakan sistem yang masih menindas.

Demikian mahasiswa pentingnya diajarkan pada kenyataan bahwa kampus adalah pusat kebudayaan di Indonesia yang harus menjadi institusi untuk mentrasformasikan nilai-nilai pengetahuan kepada masyarakat. Dengan memahami secara komprehensif tentang pengertian dan makna kampus, tentu kita akan memperjuangkan sistem pendidikan di kampus yang benar-benar mengembangkan ilmu pengetahuan yang didasari untuk memahami kenyataan dan mampu mengubahnya, dari hal jelek menjadi hal yang baik. Atau dari kampus musuh rakyat menjadi kampus benteng pertahanan rakyat. Sisi keilmiahan, nilai demokratis menjadi perhatian pentingan yang harus senantiasa kita perjuangkan. Kegunaaan pendidikan semacam kampus bagi pemuda di Indonesia, menjadi hal yang penting bagi kita untuk memperjuangkan peningkataknakses rakyat atas pendidikan itu sendiri. Atau dalam bahasa konstitusi UUD 1945, bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara. Tapi, kenyataannya pendidikan atau kampus telah menjadi perusahaan yang berorientasi untuk meraup keuntungan. Ini dapat dirasakan langsung  pada dampak kenaikan biaya pendidikan yang menjulang tinggi dari tahun ke tahun. Kebijakan komersialisasi kampus ini kemudian menjadi hal yang mengancam perkembangan pemuda atau warga negara untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Tentu ini sudah melanggar sebuah kemajuan yang dapat diperoleh dari kampus apabila kebijakan komersialisasi masih merajalela. Ini yang disebut menjadi kenyataan yang kita hadapi di dalam kampus, maka selain berjuang bersama rakyat, hal yang teramat penting adalah bagaimana kita memperjuangkan hak-hak kita atas akses pendidikan itu seluas-luasnya. Upaya  memahami dan sekaligus mengubah kenyataan ini, disebutsebagai keterkaitan antara teori dan praktek perjuangan yang mendorong mahasiswa untuk mewujudkan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kesadaran mahasiswa atas hubungan teori dan praktek atau sama halnya bisa kita terjemahkan hubungan antara Ilmu dan amal. Teori dan praktek, Ilmu dan amal menjadi modal utama bagi mahasiswa-mahasiswa untuk bergerak mengubah kenyataan yang masih sangat merugikan rakyat Indonesia. karena di tengah tempaan ilmu pengetahuan teori dan praktek yang objektif, akan mendorong peran kaum intelektuil untuk mengabdikan diri sepenuh-penuhnya mengabdi kepada rakyat. 

Nuradam (Ka. Dept Organisasi PP FMN )
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger