Headlines News :
Home » » Pernyataan Sikap FMN: Mayday 2016

Pernyataan Sikap FMN: Mayday 2016

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 01 Mei 2016 | 06.55


Perhebat Persatuan Pemuda Mahasiswa bersama Perjuangan Klas Buruh dan Kaum Tani, Lawan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid I - XII Pemerintahan Boneka Imperialisme AS, Jokowi-JK yang Menyengsarakan rakyat
Kaum intelektual baik dari kalangan pemuda mahasiswa, pelajar serta pengajar progresif,  harus menunjukkan kebepihakannya kepada klas buruh dan kaum tani sebagai mayoritas rakyat Indonesia. Saat ini Kaum intelektual masih saja diorientasikan sadar atau tidak sadar sebagai sumber legitimasi melanggengkan sistem penghisapan dan penindasan atas rakyat Indonesia. Kaum intelektuil dicetak menjadi kaum-kaum teknorat yang membelakangi semangat perjuangan klas buruh dan kaum tani untuk kebebasan dan kemerdekaan sejati. Di sisi lain, kaum intelektuil semakin terhambat dalam mengembangkan IPTEK untuk kemajuan rakyat. Hal ini disebabkan kaum intelektual sebagian besar hanya dicetak menjadi tenaga-tenaga kerja murah untuk melayani perkebunan, industri, pertambangan, BANK dari milik-milik imperialisme dan borjuasi besar komprador yang memonopoli akses-akses rakyat menuju kesejahteraan.
Dominasi imperialisme dan feodalisme di dalam negeri Indonesia setengah setengah feodal, semakin bercokol kuat di bawah pemerintahan boneka imperialisme AS Jokowi-JK. Seluruh kebijakan-kebijkan Jokowi-JK baik ekonomi, politik dan kebudayaan, secara nyata semakin menyengsarakan rakyat.  Rejim semakin menunjukkan identitas dirinya sebagai pelayan setia yang melanggengkan kepentingan imperialisme AS di Indonesia, khususnya kepentingan investasi dan pemberian Hutang. Tentu Investasi dan hutang yang diberikan imperialisme AS dan sekutunya, bukanlah untuk kemajuan rakyat. Sebaliknya, investasi asing dan hutang luar negeri imperialisme di Indonesia hanya berorientasi untuk mendapatkan superprofit dari penjarahan hasil kerja rakyat dan monopoli alam Indonesia.
Kebijakan-kebijakan Jokowi-JK ditujukan untuk melanggengkan kebijakan neoliberalisasi yang merampas hak-hak demokrasi rakyat. Paket kebijakan Ekonomi Jilid I-XII Jokowi-JK, merupakan wujud nyata kebijakan neoliberalisasi imperialisme AS yang semakin merampas kemandirian dan kedaulatan bangsa. Melalui doktrin globalisasi, liberalisasi, deregulasi, selalu dijadikan sebagai pemanis yang membodohi rakyat. Celakanya, tak sedikit kaum intelektual teknorat berada di bawah kuasa Jokowi-JK ambil bagian aktif merumuskan hingga mensosialisasikan kebijakan neoliberalisasi tersebut. Tentu itu adalah konsekuensi dari produk sistem pendidikan nasional yang tidak ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat. Atas nama karya-karya ilmiah baik berupa Riset maupun naskah akademik, ditujukan memuluskan kepentingan imperialisme, borjuasi besar komprador dan tuan tanah di Indonesia.
Paket Ekonomi Jilid I-XII tidak memberikan perubahan apapun bagi kehidupan rakyat. Namun sebaliknya akibat paket tersebut, akan semakin merampas hak rakyat atas tanah, upah layak, lapangan kerja luas, pendidikan dan kesehatan makin mahal. Paket kebijakan ekonomi sesungguhnya suatu kebijakan yang bertujuan mengintensifkan impor kapital imperialisme Amerika Serikat dan sekutunya dalam bentuk investasi asing dan hutang luar negeri ke Indonesia  melalui pelayanan Jokowi-JK: 

Pertama, Deregulasi atau penghapusan peraturan dan kebijakan yang menghambat masuknya investasi asing. Terdapat 89 peraturan yang diganti dari 154 peraturan yang dianggap sebagai penghambat.
Kedua, Debirokratisasi. Ini adalah upaya efesiensi dan efektifitas jalur birokrasi dan mengokohkan kontrol pemerintahan pusat kepada seluruh birokrasi agar investasi asing mudah masuk tanpa perijinan yang rumit. Seolah-olah ini perbaikan untuk menjawab kritikan atas kelambatan birokrasi selama ini. namun hal tersebut tidak ada hubungannya, karena nyatanya birokrasi tetap akan lambat, rumit dan berbelit-belit melayani rakyat. karena efiensi dan efektifitas birokrasi hanya dikhususkan bagi tuan imperialisme dan feodalisme.
Ketiga, Fasilitas bagi pengusaha besar (kapitalis monopoli asing dan borjuis komprador), yang meliputi: Insentif bagi pengusaha (khususnya pengusaha asing, borjuis besar komprador) melalui pembebasan pajak pendapatan (tax holiday), bebas pajak impor bahan baku dan peralatan kerja, pengurangan biaya listrik bagi industri besar. Selain itu, pemerintah menghapus beberapa list daftar yang diharamkan bagi investasi asing (daftar negatif investasi), reformasi pelabuhan dan bongkar muat (dwelling time), kemudahan izin bagi pengadaan lahan bagi perkebunan besar (sawit, kayu, karet, dan lain-lain) serta pembangunan kawasan industri.
Keempat, Reformasi perburuhan yang semakin menekankan politik upah murah melalui PP No. 78 tahun 2015 yang membatasi kenaikan upah tidak boleh melebihi 10 persen, dengan rumusan Formula upah minimum; UMn= UMT + { UMT x (%inflasi+% PDBT)}

Sangat jelas bahwa Paket ekonomi Jokowi sama sekali tidak berguna dan menguntungkan bagi klas buruh dan rakyat. Malah rakyat semakin terhisap dan tertindas akibat paket ekonomi Jokowi. Paket ekonomi Jilid I-XII Jokowi hanya ditujukan untuk melayani kepentingan eksport kapital imperialisme AS beserta sekutunya di dalam negeri. Oleh karena itu, dalam momentum Hari Buruh Internasional 01 Mei 2016, FMN menuntut Jokowi-JK:
1.    Hapuskan paket ekonomi jilid I-XII Jokowi yang menindas dan menghisap seluruh Rakyat Indonesia serta merampas kedaulatan dan kemandirian bangsa
2.    Hentikan Politik Upah murah dan Cabut PP No 78 tahun 2015 tentang Pengupahan
3.    Hapuskan UU SJSN dan BPJS sebagai bentuk perampasan upah dan menuntut jaminan kesehatan gratis ditanggung pengusaha dan pemerintah.
4.    Berikan Pendidikan gratis bagi seluruh rakyat.
5.    Hentikan Pembangunan kawasan industri strategis dan kawasan ekonomi khusus dengan modal asing, yang semakin mengeksplotasi klas buruh, kaum tani dan sumber daya alam Indonesia.
6.    Hentikan kriminalisasi, pemberangusan serikat buruh/rakyat dan pengekangan kebebasan politik
7.    Hentikan PHK massal  dan hapuskan sistem kerja kontrak/outsourching
8.    Turunkan harga-harga kebutuhan pokok rakyat dan harga barang-barang
9.    Cabut UU DIKTI, Hapuskan UKT dan Tolak Kenaikan Biaya Pendidikan tinggi
10.  Laksanakan Landreform sejati dan Industri nasional untuk kemandirian dan kedaulatan rakyat tanpa dominasi imperialisme dan feodalisme di Indonesia.

Di dalam momentum Hari Buruh Internasional ini, FMN serentak menyelenggarakan kampanye di 120 kampus dan 30 kota untuk menyampaikan tuntutan-tuntutan dan sekaligus menyerukan Pemuda mahasiswa saatnya menergaskan diri untuk keberpihakan Ilmu pengetahuan, teknologi untuk kemajuan rakyat, bukan untuk melayani keserakahan imperialisme AS, feodalisme dan kapitalisme birokrat di Indonesia.
Selamat Hari Buruh Internasional, Jayalah Perjuangan Rakyat Indonesia !

01 Mei 2016,
Hormat kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL



Rachmad P Panjaitan
Ketua
Share this article :

1 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger