Headlines News :
Home » » Seruan PP FMN: Tanggap Bencana Erupsi Gunung Sinabung 2016

Seruan PP FMN: Tanggap Bencana Erupsi Gunung Sinabung 2016

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Jumat, 27 Mei 2016 | 23.39



No                               :  162/A/PR&K/PP-FMN/Tanggap-Bencana/V/2016
Perihal                      :  Seruan Tanggap Bencana Erupsi Gunung Sinabung
Lampiran                  :  -

Lambatnya Relokasi atas Rumah dan Lahan bertani, Memperpanjang Korban Erupsi Gunung Sinabung

Gunung Sinabung adalah gunung api di Dataran Tinggi di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya merupakan  dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi di provinsi itu. Ketinggian gunung sinabung ini mencapai 2.460 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan hasil penelitian geologi, Gunung Sinabung terakhir meletus pada tahun 1200 atau sekitar 800-an silam. Akan tetapi semenjak bulan Agustus hingga September 2010, Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi. Aktivitas erupsi Gunung Sinabung dikategorikan tipe letusan freatik yang diikuti jatuhan abu vulkanik yang menyebar ke timur-tenggara Gunung Sinabung dan menutupi beberapa desa seperti; Desa Sukameriah, Gungpitu, Sigarang-garang, Sukadebi, dan Susuk. Sejak saat itu Gunung disebut tipe A.

Aktifitas erupsi gunung sinabung  kembali terjadi sejak September 2013 dan erupsinya semakin meningkat di awal Januari 2015 hingga saat ini.  Material erupsi dari Gunung Sinabung telah melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat. Sektor pertanian dan perkebunan adalah yang paling terpukul akibat erupsi gunung sinabung. Lahan pertanian dan perkebunan seluas 46.935 hektare rusak berat. Kerusakan terbesar terjadi pada tanaman cabai seluas 1.701 hektar dan jeruk seluas 1.177 hektar sebagai  tanaman petani utama masyarakat karo di sekitaran kaki Gunung Sinabung. Kondisi ini mengakibatkan tanaman hancur dan petani gagal panen. "Total kerugian dan kerusakan di sektor pertanian dan perkebunan mencapai Rp 817 miliar per Tahun 2015.

Tahun 2014, tercatat warga yang meninggal sekitar 16 orang. Sementara dalam letusan erupsi gunung sinabung 21 Mei 2016, setidaknya 7 orang terkena semburan awan panas dan 2 orang kritis dengan luka bakar terkena awan panas bersuhu 700 derajat Celsius. Semua korban adalah warga Desa Gamber Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo yang berada di zona merah saat kejadian Gunung Sinabung meletus disertai luncuran awan panas pada Sabtu 21 Mei 2016 pukul 16.48 WIB. 7 korban tewas itu adalah Karman Milala (60), Irwansyah Sembiring (17), Nantin Br. Sitepu (54), Leo Perangin-angin, Ngulik Ginting, Ersada Ginting, dan Ibrahim Sembiring. Sedangkan korban luka bakar adalah Cahaya Sembiring (75), Cahaya br Tarigan (45).

Selama ini pemerintah melarang untuk mendekati Gunung Sinabung radius 5 Km (Zona Merah). Akan tetapi, pemerintah di satu sisi tidak memberikan solusi kepada masyarakat untuk menyediakan tempat tinggal dan lahan relokasi. Setelah 7 orang meninggal dan 2 luka kritis, barulah pemerintah seolah-olah mewacanakan akan merelokasi tahap kedua warga korban erupsi Gunung Sinabung.

Bencana letusan gunung sibung ini  sangatlah berkepanjangan. Warga di sekitaran gunung sinabung bahkan telah mengungsi sejak 2013 yang lalu. Saat ini, masih banyak warga yang belum mendapatkan rumah maupun lahan relokasi untuk bertani. Pemerintah berjanji akan melakukan relokasi tahap ke II yang rencananya direlasikan tahun 2016 ini. Namun, pemerintah hanya memberikan sejumlah uang tanpa bertanggung jawab untuk memikirkan lahan dan rumah relokasi untuk dapat melangsungkan kehidupannya. Tentu ini akan mengancam kehidupan korban relokasi yang belum tentu mendapatkan wilayah relokasi yang memberikan syarat kehidupan bagi mereka untuk bertani.

Oleh karenanya, Kami dari Pimpinan Pusat FRONT MAHASISWA NASIONAL MENYERUKAN kepada seluruh tingkatan Wilayah, Cabang dan Ranting/Kampus untuk melakukan tanggap bencana untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena erupsi gunung sinabung, kab. Tanah karo, Sumatera utara. Tanggap bencana ini dapat dilakukan dalam bentuk penggalangan dana maupun logistik (Obat-obatan, pakaian, masker, makanan&minuman, dsb) untuk diserahkan kepada saudara-saudara kita di Gunung Sinabung. Secara khususnya, kami meminta kepada FMN Cabang Medan untuk dapat mendirikan Posko Bencana “Indonesia Bangkit” di Sinabung. Kegiatan di dalam posko meliputi; Membuka Sanggar Belajar, membantu evakuasi, Trauma healing, pengobatan gratis, dan sebagainya.

Kami juga menyerukan kepada seluruh kawan-kawan untuk mendesak segera pemerintah untuk memberikan pengobatan gratis bagi korban, memberikan rumah dan lahan bertani bagi korban erupsi gunung Sinabung.

Atas perhatian dan semangat melayani massa, kami ucapkan selamat berkerja dan terima kasih.


Bantuan dapat dikirim melalui;
 ATM Mandiri : 1280005482168 an Widianto Satria, atau
Sekretariat: Jl. Lenteng Agung, Rt 009/Rw 05 No. 10 Kel. Lenteng Agung, Kec Jagakarsa, Jaksel Hp: 081310573364


28 Mei 2016,
Hormat kami,
Menyetujui,
Ka. Dept Pelayanan Rakyat dan Kampanye                                        Ketua




Rizqi                                                                                       Rachmad P Panjaitan

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger