Headlines News :
Home » » Tanggap Bencana Jawa Tengah: Tanah Longsor dan Banjir Besar Semakin Memperparah Derita Rakyat

Tanggap Bencana Jawa Tengah: Tanah Longsor dan Banjir Besar Semakin Memperparah Derita Rakyat

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Senin, 20 Juni 2016 | 08.32



Tanggap Bencana Jawa Tengah: Tanah Longsor dan Banjir Besar
Semakin Memperparah Derita Rakyat


Hujan deras yang turun dengan intensitas tinggi di wilayah Jawa Tengah beberapa hari ini telah menyebabkan bencana longsor dan banjir di 16 kabupaten/kota yaitu, purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar, dan Kota Solo. Tentu hal ini merupakan pukulan dan derita tambahan bagi rakyat Indonesia, khususnya yang berada diwilayah bencana.

Banjir dan longsor tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan seperti rumah, persawahan, jalan, hingga fasilitas publik seperti sekolah, namun bencana ini begitu banyak merenggut korban jiwa. Di Kabupaten Purworejo, Desa karangrejo 9 orang tewas, Desa Donorati 15 orang masih dinyatakan hilang, sementara itu Desa Sidomulyo 1 orang tewas dan 4 orang hilang, sedangkan di Desa Pacakelan 1 orang tewas, di Desa Jelog 2 orang masih belum ditemukan/hilang, lebih jauh lagi di Desa Meranti 2 orang tewas, Desa tangkisan 1 orang tewas, Desa Bagelen 1 orang tewas dan 1 orang hilang, Desa Berjan 1 orang hilang. Di wilayah Kabupaten Kebumen, Desa Kretek 1 orang tewas karena hanyut terbawa banjir besar, sementara itu di Desa Sampang longsor menimbun 3 rumah dan menyebabkan 6 orang tewas. Kabupaten Banjarnegara juga mengalami derita serupa, terdapat korban 6 orang tewas akibat longsor di Desa Gumelem.

Bencana ini jelas secara nyata merupakan pukulan berat bagi rakyat. Rakyat yang sudah menderita begitu parah akibat kemerosotan kehiduapannya kini harus kembali berlipat penderitaanya. Bencana banjir dan longsor ini tentu tidak bisa dilepaskan dari kondisi Indonesia sebagai negara setengah jajahan setengah feodal. Di tengah skema tersebut, dominasi dari imperialisme Amerika Serikat (AS) dan feodalisme terus merampas secara bar-bar tanah rakyat dan melakukan pembangunan skala besar. Kesemuanya itu dilakukan jelas tanpa memperhatikan kehidupan rakyat dan kondisi lingkungannya, karena yang dituju hanyalah mendulang keuntungan besar. Tentu bencana yang demikian ini kedepan akan terus dihadapi oleh rakyat Indonesia dengan derajat yang semakin besar pula. Hal ini berkaitan langsung dengan berbagai program pembangunan  infrastruktur skala besar yang menjadi progam utama rezim Jokowi-JK untuk memenuhi kebutuhan tuan imperialis AS-nya dan kepentingan tuan tanah.

Peran pemerintah tentunya sangat minim dalam membantu menyelesaikan persoalan bencana yang menimpa rakyat. Seperti biasa, bantuan hanya berupa pemberian uang dan kebutuhan hidup ala kadarnya. Pemerintah tidak pernah bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan akar persoalan yang menyebabkan banjir dan tanah longsor tersebut. Oleh karenanya, diperlukan peran yang sangat aktif dari organisasi kita untuk berperan melayani massa yang sedang tertimpa bencana.

Front Mahasiswa Nasional di seluruh tingkatan dan persebarannya harus menjadi garda terdepan dalam mengambil peran memberikan pelayanan bagi korban bencana. Aktivitas tanggap bencana merupakan bagian dari aktivitas memperhatikan kehidupan massa. Di tengah kemerosotan penghidupan ditambah dengan bencana yang sedang menimpanya, tentu massa sangat membutuhkan bantuan untuk bisa memecahkan segala problemnya. Di sinilah letak pentingnya bagi FMN untuk selalu ada di tengah massa. Karena aktivitas melayani massa ini tidak hanya sebatas memberikan bantuan apa yang dibutuhkan oleh korban bencana, namun menjadi sarana bagi kita untuk mempropagandakan dan membangkitkan kesadaran massa sehingga semakin memahami akar bencana yang dialaminya dan berangsur-angsur sadar untuk berorganisasi dan berjuang.


20 Juni 2016
Hormat Kami,                                                                                                 Menyetujui,
Ka. Dept. Pendidikan dan Propaganda                                                          Ketua


Symphati Dimas R                                                                              Rachmad P Panjaitan
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger