Headlines News :
Home » » Pernyataan sikap PP FMN Memperingati 56 Tahun Hari Tani Nasional (HTN) 2016

Pernyataan sikap PP FMN Memperingati 56 Tahun Hari Tani Nasional (HTN) 2016

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 25 September 2016 | 13.00


Perkuat Persatuan Mahasiswa, Berjuang Bersama Kaum tani dan Rakyat Tertindas.
Lawan Monopoli dan Perampasan Tanah serta Menolak Reforma Agraria Palsu Jokowi. Wujudkan Reforma Agraria Sejati dan Industri Nasional
Salam Demokrasi…!!
Pimpinan pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN) Menyampaikan selamat hari tani nasional ke 56 kepada kaum tani dan seluruh rakyat Indonesia. Kami mewakili organisasi mahasiswa memberikan apresiasi dan penghormatan kepada kaum tani dan seluruh rakyat Indonesia yang selama ini berjuang dengan keberanian tinggi dalam mempertahankan dan mendapatkan haknya atas tanah, melawan monopoli dan perampasan tanah serta mewujudkan reforma agrarian sejati. Kami menyadari sepenuhnya bahwa peringatan Hari Tani Nasional (HTN) bukanlah seremonial semata. Sebab perjuangan reforma agraria sejati di Indonesia yang selama ini telah menjadi cita-cita dasar bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai modal dasar untuk membangun industri nasional, belumllah tercapai. Kami memahami bahwa tanpa reforma agraria sejati dan industry nasional, Indonesia tidak akan mampu menghilangkan kemiskinan, pengangguran serta  memberikan lapangan kerja dengan upah yang layak bagi tenaga-tenaga produktif di Indonesia di semua sektor dan klas.
UUPA No.5 Tahun 1960 yang diterbitkan pada tanggal 24 September adalah merupakan hasil perjuangan panjang kaum tani dan seluruh rakyat untuk mewujudkan reforma agraria sejati. UUPA adalah penanda dihapuskannya UU Agraria Kolonial 1870 (Agrarische Wet) yang pada masa itu semena-mena merampas tanah-tanah kaum tani. Dan kita tahu bahwa UU Agraria Kolonial ini mencakup akan Hak Erpacht (semacam Hak Guna Usaha) yang memberikan peluang besar bagi imperialisme menguasai tanah, serta program sertitifikasi yang bisa menjadi agunan.
Namun kondisi provokasi hingga konspirasi yang dijalankan CIA bersama Jenderal Soeharto telah melikwidasi usaha mewujudkan reforma agraria di Indonesia. Alhasil, ketika Soeharto menjabat menjadi Presiden 1967 melalui kudeta militer yang mengorbankan ratusan hingga jutaan nyawa rakyat Indonesia, perjuangan kaum tani akan reforma agraria semakin jauh. Praktis UUPA No.5 Tahun 1960 tidak dijalankan 32 tahun. Rejim fasis Soeharto melahirkan berbagai kebijakan yang bertolak belakang dari semangat reforma agraria sejati yang diingin-inginkan rakyat (UU PMA, UU Perkebunan, UU Pertambangan, dsb).
18 tahun reformasi berjalan. “Demokrasi” dianggap telah dibuka krannya. Namun upaya mewujudkan reforma agraria sejati hingga saat ini di bawah kekuasaan Jokowi-JK justru semakin jauh.
Kami berpandangan bahwa program reforma agraria Jokowi-JK yang tertuang didalam RPJM dan STRANAS 2015 yang hanya membahas tentang rencana legalisasi/sertifikasi dan redistribusi” 9 juta Ha, merupakan reforma agraria palsu. Jokowi-JK hanya memberikan ilusi kepada kaum tani dan berkepentingan untuk mempertahankan monopoli dan perampasan tanah oleh tuan tanah besar, borjuasi besar komprador dan imperialisme. Semakin jelas bahwa objek reforma agraria Jokowi-JK tidaklah menyasar borjuasi  besar komprador dan tuan tanah besar (Baca: Sinar mas, Lonsum, wilmar, Raja Garuda Mas, Sampoerna agro, dll) dan negara sebagai tuan tanah (PTPN, Perhutani, Inhutani, Taman Nasional). Dan sejatinya, Jokowi-JK hanya membagi tanah 400.000 rb Ha kepada kaum tani dari sisa-sisa tanah terlantar tuan tanah.
Secara nasional, total monopoli  tanah oleh 16 (enam belas) group tuan tanah besar termasuk  dikuasai oleh Negara telah mencapai 171 juta Ha. Dan melihat RPJMN serta Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi-JK, maka dapat dipastikan monopoli dan perampasan tanah semakin tinggi di Indonesia.
Reforma agraria sejati adalah keinginan besar rakyat Indonesia. Dalam negara berkembang semacam Indonesia, bahwa reforma agraria sejati menjadi basis pembangunan suatu bangsa. Jika reforma agraria tidak dijalankan, maka keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat tidak akan pernah tercapai. Reforma agraria tidak mampu dijalankan sebagai dampak dari dominasi negara maju (imperialisme) di Indonesia.
Sedangkan reforma agraria bagi kaum tani adalah usaha untuk menghapus monopoli dan perampasan tanah yang dilakukan oleh tuan-tuan tanah”. Lanjutnya, bahwa reforma agraria sebagai fondasi awal untuk membangun industri nasional di suatu negara yang berorientasi untuk memenuhi kepentingan masyarakatnya. Program reforma agraria sejati mencakup; pensitaan tanah-tanah tuan tanah besar, borjuasi besar komprador dan milik imperalisme untuk menghapus kekuatan feodalisme di Indonesia. Selain itu reforma agraria juga menyangkut; Sarana produksi pertanian yang terjangkau, harga komoditas pertanian yang seimbang, penurunan sewa tanah, penghapusan utang oleh tengkulak/Bank, penguatan serikat tani, bahan pokok terjangkau, hak bagi masyarakat adat dan nelayan serta penghapusan perusahaan monopoli agrobisnis.
Kami berpendirian bahwa kampus adalah institusi yang mengembangkan IPTEK untuk penelitian, pengkajian dan pengabdian dalam  menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat. Akan tetapi saat ini kampus justru menjadi alat legitimasi bagi kekuatan feodalisme, imperialisme dan kapitalis birokrat. Mulai Orba hingga Jokowi-JK, kampus menjadi menara gading yang diproyekkan untuk menjadi tenaga-tenaga kerja murah, pengangguran serta menjadi teknorat yang mengabdi kepada kepentingan imperialisme, feodalisme dan kapitalisme birokrat.
Salah satu contohnya adalah perusahaan tambang PT. Freeport  yang menjarah kekayaan alam dan membunuh bangsa Papua. Tapi, kampus-kampus besar sebut saja UGM, UI, ITB malah melakukan kerjasama untuk pengembangan dan penguatan eksplotasi PT. Freeport di Papua. Demikian PT. Chevron sebagai perusahaan minyak milik AS yang mendominasi ladang-ladang minyak kita. Kampus-kampus ternama di Indonesia juga bekerja sama dalam bentuk penelitian hingga pemberian-pemberian “Hibah” ke Indonesia. Dan celakanya banyak merek-merek tuan tanah besar, borjuasi besar komprador dan imperialisme yang menghiasi ornamen-ornamen kantor rektorat. Ambil saja contoh kampus USU yang membubuhkan Tanoto menjadi simbol kantor biro Rektorat. Pertanyaannya, Mengapa bukan logo atau gambar-gambar pemikir sains-sosial, tani, buruh, aktivis mahasiswa yang dilukiskan di kantor biro rektorat USU?. Tentu jika kaum tani atau masyarakat adat “tahu” bahwa USU bekerja sama dengan Tanoto, maka betapa terlukanya mereka. Karena terbukti Tanoto melalui PT. TPL menjadi borjuasi besar komprador yang merampas tanah rakyat di berbagai kabupaten di Sumut.
Apa hubungan reforma agraria terhadap mahasiswa? Jelas bahwa reforma agraria adalah syarat pokok terbangunnya industri nasional dalam mengembangkan tenaga produktif. Tanpa reforma agraria tidak akan ada jaminan bagi mahasiswa untuk mengembangkan IPTEK-nya dalam memajukan peradaban di Indonesia. Intinya, lapangan kerja bagi mahasiswa akan terbatas dan semakin sempit jika reforma agaria sejati tidak terwujud.
Berdasarkan paparan di atas, FRONT MAHASISWA NASIONAL dalam Aksi Nasional 26 Sep 2016 di Peringatan HARI TANI NASIONAL menyatakan sikap tegas MENOLAK REFORMA AGRARIA PALSU-Jokowi dan menuntut;
1.       Laksanakan Reforma agraria sejati dan Industrialisasi nasional yang bebas dari kekuatan feodalisme dan imperialisme
2.       Hentikan kekerasan,  kriminalisasi terhadap kaum tani dan rakyat
3.       Hapuskan pungutan CPO FUND dan kerjasama PIS Agro yang merugikan kaum tani
4.       Turunkan harga kebutuhan pokok dan naikkan harga produksi pertanian
5.       Tolak Reklamasi yang merugikan nelayan, rakyat serta merusak lingkungan
6.       Wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada kepentingan rakyat.

Kami juga menyerukan kepada seluruh anggota agar senantiasa memperkuat persatuan  diantara mahasiswa berjuang bersama kaum tani dan Rakyat Tertindas, melawan monopoli dan perampasan tanah serta menolak reforma agraria palsu Jokowi,  demi mewujudkan Reforma Agraria Sejati dan Industri Nasional.

Jakarta, 26 Sep 2016,
Hormat kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL



RACHMAD P PANJAITAN
KETUM


Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger