Headlines News :
Home » » Pernyataan Sikap PP FMN: Pembungkaman dan Penangkapan 7 Mahasiswa Universitas Andalas adalah Tindasan Fasis Penguasa Negeri

Pernyataan Sikap PP FMN: Pembungkaman dan Penangkapan 7 Mahasiswa Universitas Andalas adalah Tindasan Fasis Penguasa Negeri

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Senin, 05 September 2016 | 22.50







Kami Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (PP FMN) mengutuk dan mengecam  tindakan fasis rezim Jokowi-JK melalui Kepolisian dan TNI yang kembali melakukan pembungkaman dan penangkapanterhadap 7mahasiswa UnivesitasAndalas saat melakukan aksi menyikapi kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Universitas Andalas (05/09/2016). Ketujuh orang massa aksi yang ditangkap adalah Muhammad Ridho, Edi Gustia Bahri, Firmatus Hia, Juni Waldi, Taufik Hidayat, Nunung Ghazali dan Ikhwan Syaputra Sigit. 
Kedatangan Jusuf Kalla di Universitas Andalas dalam rangka menerima gelar Doktor HonorisCausa dari Universitas Andalas, disambut puluhan mahasiswa Universitas Andalas yang berada di JembatanSimpang Tiga Arah Gedung Fakultas Kedokteran pada senin, 5/9/2016.
Aksi mahasiswa Universitas Andalas bertujuan untuk menyampaikan aspirasinya terhadap Jusuf Kalla. Beberapa tuntutan yang disampaikan adalah system pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Menolak Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), Menghapuskan Jalur Mandiri, Penambahan kuota beasiswa baik itu Bidikmisi, PPA, dan BBM, Penolakan bentuk Hibah Kompetitif. Selain itu, Mahasiswa juga menilai bahwa penetapan Jusuf Kalla untuk mendapatkan gelar Doktor HonorisCausa dari Universitas Andalas tidaklah baik. Pasalnya mereka menilai bahwa Jusuf Kalla sangat tidak merepresentasikan pemimpin yang baik, terutama sangat tidak pro terhadap pemberantasan korupsi.
Niat baik dari mahasiswa untuk melakukan kritik dan masukan sebagai wujud kebebasan berpikir dan pendapat, justru kembali dihadapkan oleh tindasan-tindasam fasis. Massa aksi mendapatkan pemukulan, pembubaran paksa, hingga penangkapan. Tindakan ini merupakan suatu bukti yang semakin memperlihatkan watak fasis rezim Jokowi-JK. Tindasaan fasis tersebut juga semakin memperparah iklim demokrasi di dalam kampus. Universitas-universitas yang seharusnya menjadi ruang public yang demokratis dan ilmiah serta menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, oleh rezim Jokowi-JK terus diubah menjadi “menara gading” dan memenjarakan kebebasan berpikir maupun berpendapat.
Berdasarkan hal di atas, Kami Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional menyampaikan sikap dan menuntut:
1.      Menggecam dan Mengutuk tindasan Fasis Jokowi-JK dalam bentuk pelarangan aksi, pumukulan dan penangkapan 7 (tujuh) orang mahasiswa
2.      Mengecam tindakan dari pihak Rektorat Universitas Andalas yang berupaya membungkam kebebasan berekspresi dengan cara intimidasi dan ancaman fisik, skorsing-DO terhadap mahasiswa.
3.      Mendukung sepenuhnya perjuangan mahasiswa Univesitas Andalas yang melawan praktek Privatisasi, Komersialisasi dan liberealisasi Pendidikan dalam berbagai bentuk.
4.      Menolak kampus memberikan gelar kehormatan kepada pemimpin yang anti rakyat, kepada kapitalis-kapitalis birokrat dan Pengusaha-pengusaha Korporasi.Berilah Gelar Kehormatan kepada Buruh, Tani sebagai tokoh perubahan sejati di Indonesia.
5.      Berikan kebebasan berpikir, menyatakan pendapat dan berserikat di dalam kampus.
Bersamaan ini, kami juga menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk berjuang melawan tindasan fasisuntuk mewujudkan demokrasi sejati di kampus.
Ayoo Akhiri “Zaman Pembungkaman” di kampus, sebab kebebasan berpikir dan berjuang adalah Kemerdekaan Mahasiswa !
Jakarta, 6 September 2016
Hormat Kami,


Rachmad P Panjaitan
Ketua Umum FMN

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger