Headlines News :
Home » » Pimpinan Pusat Front mahasiswa Nasioal Mendukung Perjuangan Aliansi Sudirman Melawan Mencabut SK Rektor UNSOED Nomor : Kept.1064/UN23/PP.01.00/2016

Pimpinan Pusat Front mahasiswa Nasioal Mendukung Perjuangan Aliansi Sudirman Melawan Mencabut SK Rektor UNSOED Nomor : Kept.1064/UN23/PP.01.00/2016

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Sabtu, 05 November 2016 | 22.16

Foto aksi aliansi Soedarman melawan di depan rektorat Unsoed,  4/11/2016
Perlawanan atas Privatisasi, komersialisasi dan Liberealisasi pendidikan di kampus Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) kian hari kian menggelora. Aliansi Soedirman melawan yang merupakan aliansi dari berbagai elemen di kampus UNSOED kembali menggelar aksi pada tanggal 4 November 2016. Aksi ini merespon Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor : Kept.1064/UN23/PP.01.00/2016.  Didalam SK tersebut, tertulis bahwa rektorat menagih Uang Kuliah Tunggal (UKT) dilakukan terhadap sebagian mahasiswa baru jalur SNMPTN Tahun Anggaran 2016 yang belum bayar pada saat jadwal Registrasi dilaksanakan.

Persoalan atas SK ini muncul dikarenakan Aliansi Soedirman  Melawan menemukan kajanggalan dalam bentuk adanya kenaikan levelan  uang kuliah tunggal (UKT) dan ada juga mahasiswa yang sudah membayar UKT, kembali ditarik UKT. Disisi lain, secara yuridis, bahwa UKT tidak boleh ditarik saat masa kuliah berlangsungnya semester. sebab, UKT merupakan uang partisipasi masyarakat akan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Karena didalam UKT tersebut terdiri atas Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Artinya rektorat Unsoed bertindak semana-mena terhadap mahasiswa dengan cara menarik UKT di pertengah semester yang tidak sesui dengan peraturan tentang UKT.

Persoalaan atas SK ini kemudian berdampak signifikan kepada  1273 mahasiswa baru 2016 mengalami penderitaan berupa kenaikan biaya UKT dan pembayaran kembali UKT yang sejatinya sudah  mereka bayar sebelumnya. Dampak yang diderita (mahasiswa UNSOED 2016)  ini kemudian mencerminkan  praktek Privatisasi, komersialisasi dan liberealisasi pendidikan yang diterapkan oleh rektorat UNSOED. skema  praktek Privatisasi, komersialisasi, liberealisasi pendidikan yang menjadikan pendidikan sebagai ruang untuk menghisap dan menindas mahasiswa dengan merauk keuntungan sebesar-besarnya terhadap mahasiswa.

Kenaikan biaya kuliah yang terjadi setiap tahun diseluruh pendidikan tinggi baik Pendidikan Tinggi Negeri (PTN) maupun Pendidikan Tinggi Swasta (PTS) telah menjauhkan rakyat dari akses pendidikan tinggi. karena secara umum situasi penghidupan rakyat semakian merosot akibat massif perampasan tanah, politk upah muarah dan tingginya angka pengguran. Situasi ini menjadi ceriman bobroknya dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Kami dari Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional mendukung sepenuhnya perjuangan mahasiswa UNSOED (Alinasi Soedirman Melawan)  dengan tuntutan

1.         Mencabut surat keputusan Rektor No.KEPT.1064/UN23/PP.01.00/2016  yang menena-mena terhadap mahasiswa UNSOED angkatan 2016
2.         Melibatkan mahsiswa dalam seluruh Kebijakan Kampus di Univesitas Jendral Soedirman

Kami menyerukan kepada  seluruh mahasiswa untuk memperkuat persatuan  dan memperluas perjuangan melawan Privatisasi, komersialiasi dan liberealisasi pendidikan, serta ambil bagian dalam perjuangan rakyat. Selain itu juga, kami menyerukan kepada seluruh FMN se Indonesia untuk memasifkan perjuangan melawan seluruh kebijakan kampus yang anti terhadap mahasiswa dan rakyat.


Jakarta, 6 November 2016

Hormat kami, 



Rahmat Panjaitan 
Ketua Umum FMN


Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger