Headlines News :
Home » » Peringatan Hari Buruh Migran Internasional 2016 Perhebat perjuangan Pemuda mahasiswa melawan perdagangan manusia dan kekerasan terhadap buruh migran dan berikan perlindungan sejati bagi buruh migran indonesia

Peringatan Hari Buruh Migran Internasional 2016 Perhebat perjuangan Pemuda mahasiswa melawan perdagangan manusia dan kekerasan terhadap buruh migran dan berikan perlindungan sejati bagi buruh migran indonesia

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 18 Desember 2016 | 06.26


Peringatan Hari Buruh Migran Internasional ditetapkan berdasarkan momentum penetapan konvensi PBB dalam perlindungan Hak Buruh Migran dan Keluagrannya pada 18 Desember 1990. Migrant Day diperingati sebagai bentuk pengakuan dunia internasional atas masalah-masalah migrasi, khususnya terhadap buruh migran yang disebabkan oleh krisis yang semakin akut dalam tubuh imperialisme dan penindasan yang dilakukannya kepada seluruh rakyat dunia. Maka, setiap tanggal 18 Desember rakyat seluruh dunia memperingati Hari Buruh Migran Internasional, tidak terkecuali di Indonesia.

Di Indonesia, pada tanggal 12 April 2012 pemerintah Indonesia sudah meratifikasi konvensi PBB 1990 dan mengesahkan melalui Undang-Undang No. 6 pada tanggal 2 Mei 2012. Akan tetapi, hingga saat ini kondisi buruh migran Indonesia terus mengalami kemerosotan hidup yang dalam. Berbagai persoalan mulai dari upah yang rendah, perampasan upah melalui agen, tindak kekerasan yang kerap dialami, menjadi korban perdagangan manusia, hingga kematian merupakan kondisi objektif yang hingga hari ini masih dihadapi oleh buruh migran Indonesia.

Di dua tahun pemerintah rezim Jokowi Jk gagal memberikan perlindungan terhadap buruh migran. Terbuktinya dengan meningkatnya kasus tindakan kekerasan terhadap buruh migran. Saat ini kondisi yang dialami oleh buruh migran justru semakin memburuk. Berbagai kekejaman tindasan terus dialami oleh buruh migran seperti yang dialami oleh Erwiana, Kartika, Yufrinda Selan, Dolfina Abuk, Sumartiningsih, Seneng Mujiasih, Elis Kurniasih, Eka Suryani,  dan masih banyak lainnya terus ada dan tidak berkurang jumlahnya.
Selain tidakan kekerasan dan tidak adanya pelindungan sejati bagi buruh migran. Berbagai skema yang menindas buruh migran semakin masif dilakukan. Sperti skema  KUR dan Cash Transfer tujuannya untuk melipat gandakan bagi imperealisme, taun tanah dan borjuasi besar komparador

Perampasan upah buruh migran  yang dilakukan dengan berbagai skema busuk tersebut,  akan dipergunakan lagi untuk pengembangan bisnis pembangunan (insfratruktur) dan perkebunan yang sesungguhnya akan merapas tanah rakyat.

di tengah pelindungan yang tidak ada bagi buruh migran. Rezim Jokowi-JK semakin meningkatkan ekspor tenaga kerja keluar negeri dengan tujuan merauk keuntungan melalui remitasi. Hal demikian semakin memperterang keberdaaan buruh migran yang dipelakukan seperti budak oleh negara. 

Bagi pemuda mahasiswa perjuangan melawan segala penghisapan dan penindasan terhadap buruh migran bukan bersolidaritas. Namun pemuda mahasiswa memiliki kepentingan atas perbaikkan situasi penghidupan buruh migran. Karena persoalan yang di hadapi buruh migran adalah cerminan dari masa depan pemuda mahasiswa. Sehingga pemuda mahasiswa harus bersatu dengan rakyat dan khususnya buruh migran melacarkan perjuangan bersama melawan segala penidasan dan penghisapan terhadap rakyat dan buruh migran.

Jakarta, 18 desember 2016

Hormat Kami
                                                                                          
Badarudin
SEKJEN PP FMN
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger