Headlines News :
Home » » Pernyataan Sikap PP FMN: Mengutuk Tindakan Fasis Berupa Tindak Kekerasan dan Penangkapan Massa Aksi FPR Bantaeng oleh Polres Bantaeng

Pernyataan Sikap PP FMN: Mengutuk Tindakan Fasis Berupa Tindak Kekerasan dan Penangkapan Massa Aksi FPR Bantaeng oleh Polres Bantaeng

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Kamis, 12 Januari 2017 | 04.30

Kado pahit di awal tahun 2017 yang diberikan oleh rezim Jokowi-JK berupa kenaikan Bahan Bakar Minyak, Tarif Dasar Listrik dan Biaya Administrasi Surat Kendaraan Bermotor merupakan pukulan bagi kehidupan rakyat. Pasalnya, di tengah derita dan kemerosotan hidup yang makin tajam akibat kebijakan rezim selama ini yang terus menghisap dan menindas, rakyat kembali dibebankan kebijakan kenaikan harga tersebut.


3 kebijakan awal tahun tersebut tentu mendapat respon dari rakyat. Berbagai aksi massa hingga saat ini terus dilakukan oleh berbagai sektor rakyat. Salah satu gelombang aksi massa adalah yang dilakukan oleh Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bantaeng pada 12/01/2017. Aksi FPR Bantaeng dilakukan di depan Kantor DPRD Kab Bantaeng. Aksi terus berjalan damai dengan berbagai orasi dari elemen yang tergabung. Massa aksi diminta untuk menepi dan masuk ke kantor DPRD, namun ditolak karena massa aksi ingin pihak DPRD yang keluar dan menemui massa aksi FPR Bantaeng. Negosiasi terjadi antara pihak Kepolisian dan pimpinan aksi.  Namun, disaat negosiasi berjalan salah satu anggota kepolisian melakukan pemukulan dan pengroyokan kepada salah satu massa aksi. Hal ini disusul dengan tindakan brutal dan bar-bar kepada beberapa massa aksi.

Terdapat tiga (3) orang massa aksi yang mendapat pukulan, tendangan, hingga diinjak-injak oleh aparat kepolisian. Ketiga kawan tersebut adalah Irham (Ketua PMII Cab Bantaeng), Aldi (FPM Sulsel), & Ansar (FPR Bantaeng). Hingga saat ini, status kawan Irham ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
Hal ini semakin menunjukan watak asli dari rezim Jokowi-JK yang anti kritik, anti demokrasi dan fasis. Upaya rakyat untuk berjuang menuntut dan mempertahankan hak nya terus dibenturkan dengan kekerasan, intimidasi hingga kriminalisasi. Oleh karenanya, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional menyatakan sikap:

1. Bebaskan tanpa syarat seluruh massa aksi FPR Bantaeng yang ditangkap
2. Berikan sanksi tegas kepada anggota Kepolisian Polres Bantaeng yang melakukan tindak kekerasan terhadap       massa aksi.
3. Batalkan kenaikan harga BBM, TDL dan Biaya Administrasi Surat Kendaraan Bermotor
4. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok
5. Hentikan tindakan kekerasan, intimidasi, teror dan kriminalisasi terhadap rakyat.

Jakarta, 12 Januari 2017
Hormat kami,
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional
BADARUDIN
(Sekretaris Jenderal)
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger