Headlines News :
Home » » Pernyatan Sikap Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional: Mengecam Tindakan Pemecatan Andika Sebagai Guru oleh Kepala Sekolah SMAN 13 Depok

Pernyatan Sikap Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional: Mengecam Tindakan Pemecatan Andika Sebagai Guru oleh Kepala Sekolah SMAN 13 Depok

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 08 Januari 2017 | 09.06


Dunia pendidikan Indonesia kembali memperlihatkan watak yang anti kritik dan anti demokrasi. Kali ini yang terjadi adalah tindakan pemecatan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 13 Depok, Jawa Barat terhadap seorang guru bernama Andika Ramadhan Febriansah/Dika.
Pemecatan terjadi karena Pak Dika kerap menyampaikan kritik terhadap kondisi sekolah yang banyak merugikan siswa.

Pak Dika adalah mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga berprofesi sebagai guru mata pelajaran Sejarah di SMAN 13 Depok. Profesinya sebagai guru dimulai sejak Juli 2016. Sejak saat itu, Pak Dika begitu memiliki perhatian terhadap para siswa nya, sehingga berbagai masalah yang dialami siswa kerap diceritakan kepadanya. Dari berbagai cerita dan pengamatan selama mengajar ia mengetahui di SMAN 13 Depok begitu banyak Pungutan Liar (Pungli) yang membebani siswa. Mulai dari pungutan uang gedung, uang seragam hingga uang fotocopyan. Tidak sampai disitu, permasalahan bangunan/gedung di sekolah yang tidak kunjung selesai juga menjadi sorotannya.

Berangkat dari fenomena tersebutlah Pak Dika kerap melakukan aduan kepada guru-guru lainnya. Namun hal tersebut tidak jua direspon dengan baik. Puncaknya, pada 15 November 2016 Pak Dika menyampaikan aduan atas pungutan uang fotocopyan yang tidak wajar kepada Kepala Sekolah. Tidak sampai disitu, Pak Dika juga kerap melakukan kritik melalui tulisan kritis yang menyoroti kondisi pendidikan, seperti tulisannya yang bertajuk "Pendidikan Kita Memang Kacau Adikku". Tulisan tersebut yang kemudian direspon oleh Kepala Sekolah dengan melalukan panggilan kepada Pak Dika pada 6 Desember 2016. Dalam pemanggilan tersebut Pak Dika telah menjelaskan dasar dari berbagai kritiknya tersebut.

Namun ternyata pemanggilan itu hanya awal dari tindakan selanjutnya. Satu minggu setelah pemanggilan, terdengar isu bahwa Kepala Sekolah sedang mencari guru baru untuk Mata Pelajaran Sejarah untuk menggantikan Pak Dika. Puncaknya terjadi pada 7 Januari 2017, di mana nama Pak Dika tidak lagi ada dalam daftar pengajar Semester Genap di SMAN 13 Depok. Malam harinya, ia mengkonfirmasi daftar itu ke bagian Kurikulum dan hanya diberikan keterangan bahwa Pak Dika diminta untuk menghadap Kepala Sekolah pada 9 Januari 2017.

Kejadian tersebut telah semakin memperjelas kondisi pendidikan di Indonesia. Institusi pendidikan telah menjelma menjadi media yang anti terhadap kritik dan kemajuan. Tindakan anti demokrasi dan anti kritik yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 13 Depok adalah cerminan dari kondisi di pemerintahan Indonesia yang juga berwatak demikian. 

Atas dasar tersebut, kami PP FMN menyatakan sikap:

1. Menuntut agar Andika Ramadhan Febriansah dapat kembali menjadi pengajar di SMAN 13 Depok
2. Menuntut kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan sanksi tegas kepada Kepala Sekolah SMAN 13 Depok yang telah melakukan tindak pemecatan sepihak dan tanpa dasar tersebut
3. Menyerukan kepada seluruh guru dan tenaga pengajar untuk bersatu dan berjuang melawan tindakan negara yang membungkam kebebasan politik rakyat.
4. Menyerukan kepada pelajar dan mahasiswa untuk bangkit berjuang melawan seluruh tindakan anti demokrasi dan fasis di dunia pendidikan
5. Wujudkan Pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat.

8 Januari 2017
Hormat kami,
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional


Badarudin
(Sekretaris Jenderal)
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger