Headlines News :
Home » » FMN MENGECAM TINDAKAN KEKERASAN KANIT INTELKAM POLRES TANGERANG SERTA PEMBUBARAN PAKSA TERHADAP AKSI YANG DILAKUKAN GSBI TANGERANG RAYA

FMN MENGECAM TINDAKAN KEKERASAN KANIT INTELKAM POLRES TANGERANG SERTA PEMBUBARAN PAKSA TERHADAP AKSI YANG DILAKUKAN GSBI TANGERANG RAYA

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 09 April 2017 | 09.37

Rezim fasis Jokowi-JK kembali menebar teror dan melakukan tindak kekerasan terhadap rakyat. Kali ini melalui aparat kepolisian Polres Tangerang beserta dengan Polisi Pamomg Praja melakukan pembubaran terhadap aksi damai hingga melakukan pemukulan terhadap salah satu peserta aksi. selain itu, Massa aksi diprovokasi dengan disebut goblok, bacot, dan lain-lain. Pembubaran aksi dan tindak kekerasan tersebut dilakukan terhadap massa aksi dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Tangerang Raya yang melakukan aksi damai pada 9 April 2017.


Aksi tersebut merupakan aksi piket yang dilakukan oleh GSBI Tangerang Raya untuk mengkampanyekan berbagai persoalan klas buruh. Kasus demi kasus yang tidak kunjung diselesaikan oleh pemerintah, salah satunya adalah PHK 1.300 orang buruh PT. Panarub Dwi Karya adalah isu yang dikampanyekan oleh buruh. Selain itu, aksi tersebut juga sebagai protes dari buruh atas Peraturan anti demokrasi Walikota Tangerang  Nomor 2 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Penyampaian Pendapat di Muka Umum di Tangerang. Dalam pasal 12 ayat (2) Peraturan Walikota ini menyatakan bahwa, “Penyampaian pendapat di muka umum dilarang dilakukan pada waktu: (a) Hari Sabtu dan Minggu, (b) Hari besar nasional dan hari besar lainnya yang ditentukan oleh pemerintah dan atau pemerintah daerah; dan (c) diluar ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1). Peraturan tersebut tentu merupakan upaya sistematis untuk mengkebiri hak-hak demokratis rakyat. Peraturan tersebut juga bentuk dari fasisnya negara yang terus mengekang kebebasan rakyat dan membendung gerak laju perjuangan rakyat. Peraturan tersebut yang menjadi alasan dari pihak kepolisian untuk membubarkan aksi damai yang dilakukan oleh GSBI Tangerang Raya.

Tindakan represif tersebut semakin memperterang watak asli dari Rezim Jokowi-JK yang anti rakyat dan anti demokrasi. Perjuangan Buruh, kaum tani, pemuda mahasiswa dan rakyat disektor lain yang menuntut  hak demokratis terus dihadapkan dengan tindakan represif.

Atas dasar tersebut, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional menyatakan sikap dan menuntut:

1.    Mengecam dan mengutuk keras tindakan aparat kepolisian Polres Tangerang yang melakukan pembubaran dan pemukulan terhadap aksi GSBI Tangerang Raya.
2.    Mendesak Kapolri untuk segera memecat Kanit Intelkam Polres Tangerang atas nama Danu W Subroto yang telah melakukan tindak kekerasan terhadap peserta aksi.
3.    Cabut Peraturan Wali Kota tangerang  Nomor 2 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Penyampaian Pendapat di Muka Umum.
4.    Laksanakan rekomendasi ILO, Selesaikan kasus dan bayarkan hak dari 1.300 orang  buruh PT. Panarub Dwikarya.
5.    Hentikan segala bentuk tindakan represifitas, kekerasan, hingga kriminalisasi terhadap rakyat.
6.  Menyerukan kepada seluruh pemuda mahasiswa untuk berjuang bersama klas buruh dan rakyat di sektor lainnya untuk melawan seluruh kebijakan dan tindakan rezim Fasis Jokowi-JK.

Jakarta, 9 April 2017
Hormat Kami


Symphati Dimas Rafi’i

Ketua
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger