Headlines News :
Home » » Front Mahasiswa Nasional Mengecam Keras Tindak Pemukulan Terhadap Mahasiswa Universitas Palangkaraya “Terus Perbesar Perjuangan Mahasiswa di Kampus, Tolak dan Lawan Kebijakan UKT dan Fasisme di Kampus.”

Front Mahasiswa Nasional Mengecam Keras Tindak Pemukulan Terhadap Mahasiswa Universitas Palangkaraya “Terus Perbesar Perjuangan Mahasiswa di Kampus, Tolak dan Lawan Kebijakan UKT dan Fasisme di Kampus.”

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 02 April 2017 | 19.25


Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Palangkaraya (KBM UNPAR) menyelengarakan Audiensi  bersama pihak Rektorat terkait persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tanggal 1/4/2017. Audensi ini berakhir ricuh, saat pihak Satuan Pengamanan (Satpam) menarik mahasiswa yang ingin mengajukan penambahan waktu audiensi, karena pembahasan belum selesai. Hal ini tidak terlepas dari sempitnya waktu yang ditetapkan oleh Rektorat dalam audiensi tersebut yang menyebabkan waktu berkahir sebelum seluruh pembahasan selesai. Mahasiswa yang ingin mengajukan tambahan waktu kemudian di dorong, dan mahasiswa lainnya dihalang-halangi oleh Satpam, dan puncaknya terjadi pemukulan dan ada pula mahasiswa yang diinjak oleh pihak keamanan kampus. Dalam pengamanan audiensi ini, Rektorat juga menggunakan Resimen Mahasiswa (Menwa).

Tindakan represif tersebut semakin membuktikan bahwa kampus saat ini menjadi ruang yang anti demokrasi. Berbagai aspirasi dan tuntutan mahasiswa terus dibenturkan dengan kekerasan hingga kriminalisasi oleh pihak kampus. Protes mahasiswa UPR terhadap kebijakan UKT sebelumnya telah disampaikan melalui aksi demonstrasi namun belum juga mendapat respon positif dari Rektorat. Hal inilah yang mendorong diadakannya audiensi. UKT merupakan masalah pendidikan yang paling panas saat ini. Pasalnya sistem UKT pada kenyataanya merupakan sistem pembiayaan yang semakin melegitimasi komersialisasi pendidikan. Karena UKT, biaya kuliah setiap tahunnya menjadi naik. Hal inilah yang semakin besar melahirkan perlawanan mahasiswa di kampus-kampus terhadap sistem UKT.

Tindakan anti demokrasi seperti  intimidasi, kekerasan dan Drop Out terhadap mahasiswa yang berjuang semakin marak terjadi di Indonesia. Kebijakan  drop Out terhadap 24 mahasiswa yang dilakukan oleh Rekor Univesitas Muhammdiyah Sumatera Utara (UMSU) karena berjuang untuk perbaikkan kondisi kampus, kebijakan Drop Out terhadap 3 mahasiswa Univesitas Islam Makassar (UIM) yang mempertanyakan massa jabatan Rekor merupakan beberapa contoh dari tindakan fasis di dalam kampus. Hal ini tentu merupakan ciri yang melekat di Indonesia sebagai negeri setengah jajahan setengah feodal. Rezim Boneka di bawah pimpinan Jokowi-JK terus melancarkan tindasan demi memastikan penetingan milik imperialisme AS dan tuan tanah besar, termasuk dengan memasung kebebasan dan hak demokratis mahasiswa di kampus.

Mengguatnya praktek liberalisasi, privatisasi dan komesialisasi di dunia pendidikan akan berjalan lurus dengan meningkatnya tindakan anti demokrasi di kampus-kampus kedepan. Keadaan tersebut harus disambut oleh seluruh pemuda mahasiswa dengan memperluas dan memperkuat organisasi sebagai syarat untuk memajukan perjuangan massa demi mewujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat.    

Atas dasar itu,  kami Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional menyatakan sikap dan menuntut:
  1.  Rektorat Universitas Palangkaraya harus menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka kepada mahasiswa dan rakyat atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Satpam dan Menwa saat pelaksanaan Audiensi.
  2. Rektorat Universitas Palangkaraya harus memberikan ruang secara luas kembali kepada mahasiswa untuk melakukan audiensi, penyampaian tuntutan dan aspirasi hingga demostrasi.
  3. Hentikan segala bentuk tindakan intimidasi, kekerasan hingga pembatasan penyampaian pendapat.
  4. Penuhi Tuntutan Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Palangkaraya (KBM UNPAR), khususnya mengenai UKT.
  5. Mendukung penuh perjuangan Mahasiswa Universitas Palangkaraya dalam melawan komersialisasi pendidikan yang terwujud dari UKT.
  6. Menyerukan kepada seluruh mahasiswa untuk memperbesar organisasi sejati sebagai alat perjuangan sehingga mampu memajukan dan memperbesar gelombang perjuangan massa di kampus-kampus dan bertalian erat dengan rakyat.


Jakarta, 2 April 2017 
Hormat kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHSISWA NASIONAL


 SYMPHATI DIMAS RAFI’I
KETUA

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger