Headlines News :
Home » » Front Mahasiswa Nasional Mengutuk Keras Pelarang Aksi di Gedung Kuliah Bersama oleh Rektor Universitas Mataram (UNRAM)

Front Mahasiswa Nasional Mengutuk Keras Pelarang Aksi di Gedung Kuliah Bersama oleh Rektor Universitas Mataram (UNRAM)

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Selasa, 18 April 2017 | 22.49

Puluhan massa dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) Ranting Universitas Mataram (UNRAM) menyelenggarakan Aksi mimbar bebas  di Gedung Kuliah Bersama UNRAM pada Rabu, 19 April 2017. Dalam aksi tersebut, Massa Aksi menyampaikan bebeberapa  tuntutan, yakni  Cabut Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU PT) , Cabut Uang Kuliah Tunggal (UKT), Wujudkan Fasilitas yang Layak dan Memadai di UNRAM, Berikan Kebebasan Berpendapat, Berekspresi dan Berorganisasi di UNRAM, Hentikan Praktik Privatisasi, Liberalisasi Dan Komersialisasi di UNRAM. 

Aksi mimbar bebas dimulai tepat pada pukul 08.41 dengan orasi pertama dari perwakilan FMN. namun tidak  lama setelah orasi pertama dari FMN, dua (2) orang satpam kampus menghampiri massa aksi. Salah satu satpam tersebut mengatakan kepada massa aksi bawah : “tidak boleh  melakukan aksi mimbar bebas di Gedung Kuliah Bersama. Jika kalian tidak mau membubarkan aksinya. Maka  kami akan membubarkan paksa aksinya”, ungkapnya pada masa aksi. akhirnya Koordinator Lapangan mengarahkan untuk melakukan mimbar bebas di perempatan fakultas Pertanian.

Tindakan rektor UNRAM melalui satpam yang melarang aksi di Gedung Kuliah Bersama merupakan salah bentuk dari kebijakan anti demokrasi di UNRAM. Hal tersebut menunjukan bahwa Rektor Unram merupakan jelmaan nyata dari rezim Jokowi yang terus menunjukan watak fasisnya demi memenuhi kepentingan dari imperialisme pimpinan AS. Tindakan intimidasi, pelarangan, pembubaran, dan kekerasan yang dilakukan oleh Rektor UNRAM melalui aparatur keamanannya tidak hanya kali ini. Namun sudah teramat sering dilakukan oleh rektor UNRAM terhadap mahasiswa yang melakukan perjuangan menuntut hak demokratisnya di dalam kampus.

Maraknya tindakan intimidasi, kekerasan, pelarangan, pembubaran dan Drop Out  di kampus-kampus menjadi buktinya menguatnya tindakan fasis di dunia pendidikan. hal tersebut seiring dengan menguatnya praktek Liberalisasi, Privatisasi dan Komersialisasi Pendidikan.

Atas dasar tersebut, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional menyatakan sikap dan tuntutan:
  1. Mengutuk keras tindakan pelarang aksi di Gedung Kuliah Berasama oleh Rektorat Unram melalui satpam kampus.
  2.  Cabut Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU PT) ,
  3. Cabut Uang Kuliah Tunggal (UKT),
  4. Wujudkan Fasilitas yang Layak dan Memadai di kampus-kampus
  5. Berikan Kebebasan Berpendapat, Berekspresi dan Berorganisasi bagi mahasiswa
  6. Hentikan Praktik Privatisasi, Liberalisasi dan Komersialisasi pendidikan



Jakarta, 19 April 2017

Hormat Kami
Pimpinan Pusat FMN


Symphati Dimas Rafi’i

Ketua 
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger