Headlines News :
Home » » Pernyataan Sikap Mendukung Perjuangan Mahasiswa Universitas Haluoleo dalam Menolak Pemberlakuan Uang Pangkal

Pernyataan Sikap Mendukung Perjuangan Mahasiswa Universitas Haluoleo dalam Menolak Pemberlakuan Uang Pangkal

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Rabu, 12 Juli 2017 | 23.06

Perjuangan melawan lebaralisasi, privatisasi dan komersialisasi pendidikan terus bergelora di penjuru negeri. Kali ini giliran mahasiswa dari Universitas Haluoleo yang melakukan aksi massa pada 10/7/2017 lalu di kampusnya. Aksi tersebut terjadi lantaran rektorat kampus menerapkan kebijakan uang pangkal kuliah yang dinilai semakin menutup akses rakyat. Pihak rektorat mengeluarkan kebijakan uang pangkal untuk mahasiswa baru dengan nominal yang bervariasi, mulai dari 1 juta hingga angka 450 juta rupiah. Hal ini dinilai oleh Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Univ Haluoleo merupakan bentuk komersialisasi pendidikan yang semakin nyata.


Kebijakan tersebut yang kemudian direspon dengan aksi penolakan oleh KBM Univ Haluoleo. Massa aksi melakukan aksi di depan gedung Rektorat dengan menyuarakan berbagai tuntutannya, khususnya menolak pungutan uang pangkal bagi mahasiswa baru. Aksi damai tersebut tidak direspon baik oleh pihak rektorat. Mahasiswa yang menginginkan bertemu pihak rektorat dihalangi oleh Satuan Kemanan kampus. Tidak hanya itu, massa aksi juga mengalami tindak kekerasan saat aksi dibubarkan secara paksa. Setidaknya terdapat satu massa aksi yang mengalai luka akibat pemukulan. Hal ini juga membuktikan bahwa kampus merupakan ruang yang tidak demokratis.

Kondisi yang terjadi di Univ Haluoleo semakin menunjukan kepada rakyat dan mahasiswa secara khusus bahwa pendidikan Indonesia di bawah rezim Jokowi-JK adalah pendidikan yang tidak demokratis. Pendidikan semacam ini merupakan gambaran karakter Rezim Jokowi-JK yang memfasilitasi skema liberalisasi dan komersialisasi pendidikan melalui Birokrat kampus sebagai kaki tangannya. Selain itu, pemberlakuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Perguruan Tinggi Negeri semakin memperlihatkan bahwa UKT adalah sistem yang kian menyengsarakan rakyat karena mahalnya biaya pendidikan. UKT terus bertransformasi menjadi kebijakan yang makin melegitimasi komersialisasi pendidikan.

Atas dasar itu, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional menyatakan sikap mendukung perjuangan mahasiswa di Univ Haluoleo dan kampus-kampus lainnya dalam melawan seluruh skema liberalisasi, privatisasi dan komersialisasi pendidikan, tindakan represifitas dan anti demokrasi di kampus. Selain itu, secara khusus FMN mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk berjuang bersama menolak sistem Uang Kuliah Tunggal dan mencabut Undang-Undang Pendidikan Tinggi.

Jakarta, 13 Juli 2017 

Hormat kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHSISWA NASIONAL



SYMPHATI DIMAS RAFI’I
KETUA

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger