Headlines News :
Home » » FMN Mengecam Ancaman Operasi Gabungan TNGR untuk Mengusir Kaum Tani di Lombok Timur - NTB

FMN Mengecam Ancaman Operasi Gabungan TNGR untuk Mengusir Kaum Tani di Lombok Timur - NTB

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Jumat, 15 September 2017 | 09.31



“Pemuda-Mahasiswa harus meneguhkan diri dan langkahnya, mengikis seluruh kebimbangannya. Berdiri dan berjuang bersama rakyat adalah hari depan terbaik dan jawaban untuk perubahan sejati bangsa ini. Pemuda Mahasiswa Berjuang bersama rakyat untuk mewujudkan reforma agraria sejati dan industri nasional, serta melawan tindasan fasis rezim Jokowi”

Perjuangan kaum tani dan rakyat Indonesia untuk mewujudkan reforma agraria sejati terus mendapat tindasan yang kian fasis yang dilakukan oleh negara. Kali ini tindasan fasis dialami oleh kaum tani dan masyarakat pedesaan di Jurang Koak, Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut pemberitaan yang dilekuakan oleh Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) bahwa Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan melakukan Operasi Gabungan yang akan mengerahkan 500 personil untuk mengusir petani yang selama ini menggarap dan bermukim di lahan sekitar TNGR. Ancaman tersebut merupakan langkah nyata dari pemerintahan yang fasis dan anti terhadap kaum tani. Kaum tani di sekitar TNGR telah berulang kali mendapatkan intimidasi, terror, pembubaran aktifitas organisasi, tindak kekerasan, penangkapan hingga kriminalisasi.


Tanah dan kawasan yang selama ini digunakan dan menjadi sandaran hidup kaum tani akan menjadi sasaran perampasan untuk pembangunan Taman Nasional dan kawasan wisata, serta sebagian akan diberikan kepada perusahaan swasta PT. Sembalun Kusuma Emas dan PT. Sadanha Arifnusa. Artinya pengusiran kaum tani dilatari dari upaya pemerintah untuk melakukan perampasan tanah secara cepat dan kian intensif demi melancarkan investasi modal asing, hutang luar negeri, hingga monopoli tanah oleh tuan tanah. Hal ini tidak lain dilakukan demi menjalankan dikte imperialisme Amerika Serikat terhadap Indonesia sebagai negara bonekanya.

Selain itu, perampasan tanah kaum tani melalui proyek TNGR dan kepentingan perusahaan perkebunan membuktikan bahwa program Reforma Agraria dan Perhutnanan Sosial (RAPS) milik pemerintah Jokowi adalah palsu dan hanya menebar ilusi. RAPS pada kenyataanya hanya program pemerintah untuk melanggengkan dan mengokohkan perampasan dan monopoli tanah secara lebih masif. RAPS tidak akan menjawab persoalan pokok kaum tani dan rakyat, justru akan semakin mengkuhkan ketimpangan struktur agraria di Indonesia. Lebih jauh lagi, demi melancarkan seluruh programnya, pemerintah tidak segan melakukan tindasan fasis melalui berbagai alat kekerasannya. Perjuangan rakyat, khususnya kaum tani di pedesaan terus dibenturkan dengan tindak kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi. 

Atas dasar itu, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional menyerukan kepada seluruh pemuda mahasiswa untuk menyampaikan dukungan solidaritasnya terhadap perjuangan kaum tani di Jurang Koak dalam mempertahankan kedaulatannya atas tanah. Di samping itu, pemuda mahasiswa juga harus terus menjadi bagian aktif dan terdepan untuk menentang seluruh kebijakan dan tindakan rezim Jokowi yang anti rakyat dan anti demokrasi. Termasuk menentang ancaman dan rencana pengusiran kaum tani melalui Operasi Gabungan di Jurang Koak, NTB.


Hormat kami,
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional


Symphati Dimas Rafi’i
Ketua Umum
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger