Headlines News :
Home » » Memperingati Hari Tani Nasional ke-57: FMN Gelar Aksi di Berbagai Daerah, Serentak Menyerukan Tolak Reforma AGraria Palsu Jokowi-JK

Memperingati Hari Tani Nasional ke-57: FMN Gelar Aksi di Berbagai Daerah, Serentak Menyerukan Tolak Reforma AGraria Palsu Jokowi-JK

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Rabu, 27 September 2017 | 03.20

Dok: Aksi HTN 2017 di Jakarta, FMN tergabung dalam FPR
Front Mahasiswa Nasiona (FMN) sebagai organisasi pemuda-mahasiswa menyambut peringatan Hari Tani Nasional (HTN) tahun 2017 dengan menggelar Aksi serentak. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dari ketegasan sikap dan keteguhan pendirian FMN untuk berjuang bersama kaum tani dan rakyat Indonesia.

FMN menyerukan kepada seluruh Cabang dan Rantingnya untuk melakukan aksi pada 25 September 2017.Aksi yang dikoordinasikan secara nasional ini diselenggakan di berbagai kota, antara lain; Medan, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Bandar Lampung, Bandung, Jakarta, Wonosobo, Purwokerto, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Kupang, Palangkaraya, Pontianak, Makassar, Poso dan Palu.

Dok: Aksi FMN Cab. Mataram dan Lombok Timur
Dok: FMN Cab. Yogya Aksi di Titik 0 Km
Keterlibatan aktif FMN dalam peringatan HTN 2017 didasari atas situasi konkrit di Indonesia saat ini. FMN menilai bahwa akar masalah rakyat adalah monopoli dan perampasan tanah yang makin luas terjadi. Hal ini disebabkan oleh keberpihakan rezim Jokowi-JK terhadap kepentingan kapitalis monopoli asing (imperialisme) pimpinan Amerika Serikat (AS), borjuasi besar komprador dan tuan tanah di Indonesia. Di bawah rezim Jokowi, AGRA mencatat monopol tanah semakin besar terjadi. Saat ini 35,8 juta hektar tanah dikuasai hanya oleh 531 perusahaan baik negara maupun swasta. Di Jawa, Perhutani memiliki 2.426.445 Ha. Sementara 51 Taman Nasional menguasai tanah 15.820.369 Ha. Perusahaan perkebunan besar menguasai 5,1 juta Ha tanah. Di lain sisi, 56% kaum tani Indonesia hanya memiliki tanah kurang dari 0,5 Ha.
Kondisi tersebut akan terus diperparah dengan skema kebijakan pembangunan dari rezim Jokowi. Melalui Paket Kebijakan Ekonomi (saat ini 16 Jilid) dan dalam pembangunan strategis nasional terus menyasar tanah-tanah rakyat untuk dirampas. Kondisi tersebut secara langsung berdampak bagi seluruh sektor, termasuk pemuda-mahasiswa.

Dalam pidato politiknya, Dimas Ketua Umum PP FMN menyampaikan “Saat ini, di bawah rezim Jokowi kondisi kaum tani dan rakyat semakin merosot kehidupannya. Perampasan tanah yang terjadi saat ini semakin luas. Dalam proyek pembangunan infrastruktur, pemerintah memangkas anggaran pendidikan dan melegitimasi kenaikan biaya pendidikan serta pungutan liar di kampus. Sehingga perlu bagi pemuda mahasiswa untuk berjuang bersama kaum tani”.
Dok: FMN Medan di Depan Kampus USU

Dok: FMN Cab. Poso Aksi HTN 2017

Ditengah situasi yang semakin krisis, rezim Jokowi mengeluarkan dan menjalankan program Reforma Agraria. Namun, menurut pandangan FMN program tersebut hanyalah ilusi yang tidak akan menyejahterakan kaum tani. Reforma Agraria Jokowi hanya akan membelenggu kaum tani dengan skema perampasan tanah melalui program sertifikasi dan kemitraan dalam pengelolaan hutan, Tidak ada kedaulatan kaum tani pada program reforma agraria Jokowi. Terlebih lagi, Jokowi tetap menjaga monopoli tanah dari borjuasi besar maupun tuan tanah. Reforma Agraria Jokowi tidak akan menghilangkan ketimpangan penguasaan tanah.

Dalam aksinya kali ini, secara khusus FMN juga menyampaikan sikap untuk menolak dengan tegas program reforma agraria Jokowi. FMN juga menyatakan dukungan yang tidak terbatas pada perjuangan kaum tani Indonesia dan Aliansi Gerakan Reforma Agraria yang secara konsisten berjuang untuk mewujudkan reforma agraria sejati. “Kebijakan reforma agraria palsu Jokowi adalah program perampas tanah-tanah rakyat. Pemuda mahasiswa harus bersatu untuk berjuang mewujudkan reforma agraria sejati. Ini merupakan kepentingan utama mahasiswa, karena tanpa reforma agraria sejati dan pembangunan industri nasional yang berdaulat dan mandiri, maka seluruh tuntutan mahasiswa juga tidak akan tercapai. Reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional adalah jembatan bagi terwujudnya pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat” ujar Dimas.
Dok: FMN Cab. Palu bersama aliansi mahasiswa dan rakyat
Dok: FMN Surabaya bersama Aliansi GARUDA

Dok: Aksi FMN Cab. Lampung di Pusat Kota

Dok: FMN Cab. Makassar Aksi HTN 2017

Hidup Kaum Tani !
Hidup Pemuda Mahasiswa !
Jayalah Perjuangan Rakyat






Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger