Headlines News :
Home » » Pidato Dukungan Peringatan Hari Tani Nasional ke 57

Pidato Dukungan Peringatan Hari Tani Nasional ke 57

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Selasa, 26 September 2017 | 19.44


Front Mahasiswa Nasional Mendukung Penuh Perjuangan AGRA dan Kaum Tani Indonesia Dalam Melawan Reforma Agraria Palsu Jokowi

“Pemuda-Mahasiswa Berjuang Bersama Kaum Tani dan Rakyat Indonesia untuk Mewujudkan Reforma Agraria Sejati dan Membangun Industri Nasional, Serta Mewujudkan Pendidikan yang Ilmiah, Demokratis, dan Mengabdi Pada Rakyat” 




Salam Demokrasi,

Hidup Kaum Tani !

Hidup Pemuda Mahasiswa !

Hidup Rakyat Indonesia !

Salam juang untuk seluruh kaum tani dan rakyat Indonesia. Pertama sekali, FMN mengucapkan terimakasih yang sangat besar atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menyampaikan dukungan sepenuhnya kepada AGRA dan Kaum Tani Indonesia. Selanjutnya, kami ingin mengucapkan selamat memperingati Hari Tani Nasional ke 57 kepada seluruh kaum tani dan rakyat Indonesia.

Hidup AGRA !                                           

Pada kesempatan ini, kami tidak akan banyak menyinggung tentang sejarah panjang perjuangan kaum tani dan kelahiran Hari Tani Nasional. Tentu hal tersebut sudah melekat dalam ingatan kita semua. Kami hanya ingin memberikan penekanan bahwa Hari Tani merupakan momentum bersejarah dan bukti nyata bahwa rakyat adalah pembawa dan pencipta sejarah-perubahan. Apapun yang menjadi kehendak rakyat, jika disatukan akan berubah menjadi Gelombang Pasang yang akan menggulung gilas apapun yang merintanginya. Maju terus perjuangan rakyat !

Dalam situasi saat ini, Indonesia tidak ubahnya seperti pada era penjajahan. Rakyat Indonesia terus diperas, ditindas, dan dihisap oleh tiga musuh rakyat (imperialisme AS, feodalisme, dan kapitalis birokrat). Penghisapan dan penindasan ini yang terus memiskinkan dan memerosotkan hidup rakyat, khususnya kaum buruh dan tani.

Imperialisme AS, merupakan motor utama dari seluruh derita yang dialami oleh rakyat, tidak hanya di Indonesia, namun diseluruh dunia. Di Indonesia, imperialisme terus mendikte melalui kebijakan neoliberalnya. Pembangunan infrastruktur, perluasan monopoli perkebunan, pertambangan, dan pemangkasan subsidi, semua itu demi kepentingannya. Investasi dan hutang luar negeri yang mereka berikan, monopoli sumber daya alam, mempekerjakan rakyat dengan upah murah, itu terus mereka lakukan. Kepentingan untuk mereka keluar dari krisis, namun justru makin menghisap dan menindas rakyat. Bersatulah rakyat tertindas di Indonesia, Hancurkan Imperialisme AS !

Sementara di Perdesaan, penghisapan feodalisme terus hidup. Kaum tani menjadi sasaran utama yang terus dihisap dan ditindas. Tanah-tanah rakyat terus dikuasai dan dimonopoli. Tuan Tanah Besar adalah musuh utama dari kaum tani, menjadi penyebab utama kemiskinan hidup kaum tani. Tidak hanya tanah, kaum tani juga terus dibelenggu dengan monopoli sarana produksi pertanian yang membuat harganya makin melonjak tinggi. Negara juga menjelma menjadi tuan tanah melalui berbagai perusahaan dan programnya, seperti Perhutani, Inhutani, Taman Nasional, dan lainnya. Jika seperti ini terus, hancurlah kehidupan dan masa depan kaum tani. Maka Bangkitlah segera perjuangan kaum tani, Kubur dalam-dalam tuan tanah besar !

Kawan-kawan yang selalu semangat dalam berjuang,

Indonesia merupakan negeri setengah jajahan dan setengah feodal akibat dari dominasi imperialisme dan feodalisme yang membelenggu rakyat. Di tengah situasi itu, pemerintahan Indonesia dari periode ke periode sampai pada saat ini hanyalah pemerintah boneka yang anti rakyat.

Kawan-kawan, Apakah Jokowi-JK adalah musuh Kaum Tani?

Seperti kita ketahui bersama, bahwa rezim Jokowi telah mengeluarkan 16 jilid Paket Kebijakan Ekonomi, 225 program pembangunan strategis nasional, hingga program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial. Pada kenyataanya kawan-kawan, 16 Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi hanya mempermudah investasi asing masuk ke Indonesia, membuat kaum buruh semakin terbelenggu oleh upah yang murah melalui PP No.78/2015, membuat harga BBM dan Listrik terus naik, pemangkasan dan pencabutan subsidi rakyat, membuat biaya pendidikan dan kesehatan semakin tinggi sehingga tidak mampu diakses oleh rakyat. Jadi, Paket Kebijakan tersebut hanya melayani investasi asing dan makin merugikan rakyat. Melalui program itu, pemerintah Jokowi akan mempercepat seluruh rencana pembangunan infrastruktur. Di Perkotaan, Kota-kota akan disulap menjadi kawasan komersil dengan mendirikan berbagai perumahan besar, apartemen, kawasan perbelanjaan dan pabrik-pabrik baru. Sementara pemukiman rakyat menjadi sasaran penggusuran. Rakyat miskin di perkotaan kini ditumpuk layaknya sampah di rumah-rumah susun sewa. Rezim Jokowi sama sekali merendahkan kedudukan rakyat.

Hal yang lebih kejam terjadi di desa. Melalui berbagai skema pembangunan, seperti pembangunan waduk, kawasan hutan, taman nasional, bandara, perkebundan dan pertambangan tanah-tanah kaum tani terus dirampas dengan bar-bar. Kaum tani terus dihantui dengan perampasan tanah.

Kini, melalui program Reforma Agraria Palsu dan Perhutanan Sosial-nya Jokowi terus menebar kebohongan dan kebusukan. Sebenarnya, bukan reforma agraria yang dijalankan oleh Jokowi. Namun hanya sebatas sertifikasi dan redistribusi tanah-tanah bekas HGU dan konflik. Reforma Agraria Palsu Jokowi sama sekali tidak menyentuh kepemilikan tanah yang besar dari perusahaan-perusahaan. Sama sekali tidak akan menghilangkan ketimpangan. Justru kaum tani akan terjerat masalah baru karena kemiskinan yang makin akut. Jika menerima sertifikat tanah, namun tidak ada jaminan atas terjangkaunya biaya produksi pertanian dan harga produk yang sesuai, maka sertifikat-sertifikat itu akan menjadi alat perampas tanah yang baru. Kaum tani akan diminta untuk menggadai atau menjual sertifikat (tanahnya) kepada Bank ataupun tuan-tuan tanah. Perhutanan Sosial pun demikian, hutan yang selama ini menjadi sandaran hidup banyak kaum tani akan diambil oleh negara maupun perusahaan. Kaum tani hanya akan menjadi mitra, bukan berdaulat atas hutan atau tanahnya. Sungguh kejam dan jahat skema tersebut. Tidak Ada Reforma Agraria di bawah Rezim Boneka !  Lawan Reforma Agraria Palsu Jokowi !

Dengan demikian, FMN berpandangan bahwa sudah saatnya seluruh rakyat, khususnya kaum tani secara lantang bersuara dan makin gigih untuk berjuang melawan Reforma Agraria Palsu Jokowi. Hanya reforma agraria sejati yang dapat menjadi jalan keluar bagi penderitaan rakyat, khususnya kaum tani. FMN secara penuh akan mengadikan dirinya untuk berjuang bersama kaum tani dan rakyat Indonesia. Pada perkembangannya, FMN menilai secara objektif saat ini dalam skala nasional, hanya Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) satu-satunya Organisasi Tani yang konsisten bersikap menentang Reforma Agraria Palsu Jokowi dan terus berjuang untuk reforma agraria sejati.

Melalui momentum Hari Tani Nasional tahun ini, mari kita bersama-sama terus memperkuat dan memperbesar organisasi. Memajukan perjuangannya sampai pada tahap yang semakin maju, mari kita klas buruh, kaum tani, kaum miskin perkotaan, pemuda mahasiswa, buruh migran, suku bangsa minoritas, kaum perempuan, seluruh rakyat tertindas di Indonesia terus bahu-membahu merebut kemenangan sejati, mewujudkan reforma agraria sejati, Industri nasional, dan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat.

Demikian, pesan perjuangan ini FMN sampaikan kepada seluruh kawan-kawan. Sekali lagi, selamat memperingati HTN 2017. Jayalah selalu perjuangan kaum tani !

Hidup Kaum Tani Indonesia !
Hidup Rakyat Indonesia !
Jayalah Perjuangan Rakyat !
Jakarta, 25 September 2017
Pimpinan Pusat

Front Mahasiswa Nasional




SYMPHATI DIMAS RAFI’I
 KETUA UMUM

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger