Headlines News :
Home » » FMN Mengecam Pembubaran, Tindak Kekerasan dan Penangkapan yang Dilakukan Pihak Kepolisian Terhadap Massa Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) “Perkuat Persatuan Mahasiswa Bersama Rakyat Lawan Rezim Fasis dan Anti Rakyat Jokowi-JK”

FMN Mengecam Pembubaran, Tindak Kekerasan dan Penangkapan yang Dilakukan Pihak Kepolisian Terhadap Massa Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) “Perkuat Persatuan Mahasiswa Bersama Rakyat Lawan Rezim Fasis dan Anti Rakyat Jokowi-JK”

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Jumat, 20 Oktober 2017 | 11.39





Salam Demokrasi !

Pemerintahan Jokowi-JK telah genap berjalan selama 3 tahun. Momentum peringatan tiga tahun kekuasaan Jokowi-JK direspon oleh berbagai gerakan rakyat di berbagai daerah. Tiga tahun Rezim Jokowi Diwarnai oleh berbagai aksi demostrasi yang dilakukan oleh berbagai organisasi sektor rakyat, baik buruh, kaum tani, dan mahasiswa. Hal ini lantaran rezim Jokowi dinilai telah gagal dalam menyejahterakan rakyat. Salah satu yang melakukan aksi adalah BEM SI yang melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta.

Aksi tersebut dilakukan oleh BEM SI dengan menghimpun berbagai organisasi BEM dari berbagai kampus di Jakarta dan sekitarnya. Aksi dilakukan dengan damai dan tertib melalui berbagai orasi politik, yel-yel perjuangan dan poster serta spanduk. Aksi tersebut juga dilakukan bersamaan dengan aksi-aksi dari aliansi yang lainnya seperti KSPI, Front Perjuangan Rakyat (FPR), Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia (APMI), serta aksi dari Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina. Hingga pukul 23.00 WIB, massa aksi dari BEM SI masih bertahan. Selain melakukan aksi, BEM SI juga menggelar Sholat berjamaah di lokasi aksi.

Namun, pihak kepolisian terus memaksa BEM SI untuk membubarkan diri dengan berbagai dalih dan alasan. Massa aksi tetap bersihkeras untuk bertahan dan melanjutkan aksinya. Aksi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi BEM SI yang bertajuk “Sidang Rakyat”. BEM SI menilai bahwa selama tiga tahun Jokowi-JK berkuasa, pemerintah dinilai lebih berpihak pada investasi dan klas borjuasi. Sementara rakyat terus dihisap dan ditindas dengan berbagai kebijakan neo-liberalnya.

Pada sekitar pukul 23.30 WIB, akhirnya bentrokan pecah dengan pihak kepolisian yang melakukan pebubaran paksa. Pembubaran tersebut bahkan disertai dengen tindakan pelemparan batu dari Kepolisian terhadap massa aksi. Selain itu, aparat kepolisian juga terus melakukan pengejaran terhadap massa aksi BEM SI. Akibat tindak pembubaran dan kekerasan yang dilakukan, terdapat 12 massa aksi yang menjadi korban luka-luka dan ditangkap. Massa aksi yang di tangkap diantaranya; Yogi Ali (IPB), Aditia (Unriau), Ardi (IPB), Waqif (UB), Taufiq (UB), Golbi (IPB), Yahya (IPB), Susilo (IPB), Fauzan (Tazkia), Ramdhani (Unpak), Rifki Abdul (AKPI Bogor), Gustri (Untirta).

Tindak aparat kepolisian tersebut tentu semakin memperlihatkan watak asli dari rezim Jokowi. Rezim Jokowi adalah rezim boneka imperialisme Amerika Serikat yang selalu bersedia untuk menindas rakyat. Sebagai rezim boneka, Jokowi terus melakukan tindasan terhadap rakyat yang berjuang menentang kebijakan-kebijakan pemerintah. Pembubaran yang dilakukan terhadap massa aksi BEM SI menjadi catatan tambahan dari berbagai tindakan fasis rezim Jokowi. Di Riau, massa aksi yang memperingati tiga tahun pemerintahan Jokowi juga mengalami tindak kekerasan. Sementara hal yang sama juga terjadi di Kota Serang. Aksi yang diselenggarakan oleh Aliansi Nasional Pemuda Mahasiswa-Serang juga dibubarkan paksa disertai tindak kekerasan. Selain itu, selama Jokowi berkuasa

Oleh karena itu, Front Mahasiswa Nasional (FMN) menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perjuangan yang dilakukan oleh BEM SI dan menyatakan sikap:



1.      Bebaskan tanpa syarat 12 orang massa aksi BEM SI yang ditangkap.
2.      Terhadap Kepolisian Polda Metro Jaya, harus bertanggung jawab atas tindak pembubaran paksa dan kekerasan yang terjadi terhadap massa aksi BEM SI.
3.      Hentikan tindak kekerasan, intimidasi, pembubaran, dan pengekangan terhadap perjuangan mahasiswa dan rakyat. Berikan ruang demokrasi bagi rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan ini, FMN juga mengajak kepada seluruh elemen pemuda mahasiswa untuk mempersatukan diri dan perjuangannya untuk melawan rezim fasis penindas rakyat Jokowi-JK. Tiga tahun mahasiswa dan rakyat Indonesia terus ditindas oleh Jokowi-JK. Oleh karenanya, sudah waktunya gerakan mahasiswa menyatakan sikap dengan tegas bahwa Rezim Jokowi adalah MUSUH dari MAHASISWA !

Lawan Rezim Fasis Jokowi-JK !
Bersatulah Mahasiswa Indonesia !

#JokowiFasis
#JokowiAntiRakyat
#JokowiMusuhMahasiswa

Jakarta, 20 Oktober 2017
Hormat Kami,
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional


Symphati Dimas Rafi’i
KETUA UMUM
Kontak: Symphati Dimas (082227526399)
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger