Headlines News :
Home » » Front Mahasiswa Nasional Mengecam Tindakan Pembubaran dan Penangkapan Massa Aksi Aliansi Selamatkan Slamet

Front Mahasiswa Nasional Mengecam Tindakan Pembubaran dan Penangkapan Massa Aksi Aliansi Selamatkan Slamet

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Senin, 09 Oktober 2017 | 11.01




Jakarta, 10 Oktober 2017, Pimpinan pusat Front Mahasiswa Nasional mengutuk dan mengecam tindakan represfitas yang dilakukan oleh kepolisian Banyumas, TNI dan Satpol PP Banyumas terhadap massa Aksi dari Aliansi Selamatkan Slamet. Tindakan Represfifitas ini merupakan bukti dari watak fasis yang anti demokrasi dan anti kritik. Aksi Massa yang dilakukan oleh Aliansi Selamatkan Slamet merupakan wujud konkret dari kritik terhadap skema pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah tanpa memperhatikan hak-hak demokratis rakyat dan juga dampak buruk terhadap lingkungan. 

Gunung Slamet yang berada di Provinsi Jawa Tengah merupakan sebuah Gunung yang menjadi sasaran dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB). PT SAE selaku pemegang izin telah melakukan pelanggaran-pelanggaran baik dalam aspek perencanaan dan pelaksanaan. Hal ini berdampak pada kerusakan ekologis mulai pencemaran sungai, rusaknya ekosistem hutan, hingga berdampak pada kehidupan satwa yang berada dikawasan Gunung Slamet. Selain dampak Ekologis, proyek ini memiliki dampak yang serius terhadap kehidupan warga di kawasan Gunung Slamet mulai dari lahan pertanian dan perkebunan petani, rusaknya sumber air minum dan air bersih warga. Tercatat di Kabupaten Banyumas 7 desa yang terkena dampak dari proyek ini. 

Aliansi Selamatkan Slamet menggelar aksi dengan melakukkan longmarch dari Kampus IAIN Purwokerto Hingga kantor Bupati Banyumas. Massa aksi menggelar juga kegiatan panggung kebudayaan sebagai salah satu bentuk dalam aksi di depan kantor Bupati Banyumas. Pada pukul 21.47 pihak kepolisian memberikan peringatan dan puncaknya pada pukul 22.00 berbagai pihak yang terdiri dari pihak kepolisian, Militer dan Satpol PP melakukan pembubaran paksa dan menghancurkan tenda yang didirikan oleh massa aksi. Selain itu juga menangkap 24 orang peserta aksi (7 orang diantaranya adalah anggota FMN Cabang Purwokerto) serta terjadi tindak pemukulan terhadap massa aksi. Kondisi ini juga semakin memperjelas posisi Rezim Jokowi beserta rezim di bawahnya, yaitu pelayan dan pengabdi setia pada kepentingan imperialisme, borjuasi besar dan tuan tanah besar.

Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional Menyerukan kepada seluruh Cabang dan Ranting untuk dapat melakukan aksi respon cepat terkait penangkapan terhadap massa aksi Aliansi Selamatkan Slamet. Aksi respon cepat ini dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2017. 

Atas situasi tersebut maka, kami Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional dengan ini menyatakan sikap:  
 
1. Menuntut Pihak Polres Banyumas untuk segera Melepaskan 24 orang peserta aksi yang ditangkap
     2. Mendukung penuh perjuangan dari kawan-kawan Aliansi Selamatkan Slamet
     3. Mengutuk keras tindakan fasis yang dilakukan oleh pihak kepolisian Banyumas, Militer dan Satpol PP Banyumas 
     4.  Cabut Izin Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Baturaden


Jakarta, 10 Oktober 2017
Hormat Kami,
Pimpinan pusat
Front Mahasiswa Nasional


SYMPHATI DIMAS RAFI’I
KETUA UMUM
Share this article :

3 komentar:

Rizki kibe Aritonang mengatakan...

Anjaaaaayyyy

fmn makassar mengatakan...

Dasar fasis

zamal makatita mengatakan...

Fasis. Fasis.
Hancurkan. Bung

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger