Headlines News :
Home » » MENGECAM REKTOR UNHAS YANG MELARANG ALIANSI UNHAS BERSATU DALAM MELAKUKAN AKSI

MENGECAM REKTOR UNHAS YANG MELARANG ALIANSI UNHAS BERSATU DALAM MELAKUKAN AKSI

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Jumat, 16 Februari 2018 | 05.36


 

Jakarta, 15 Febuari 2018. Aliansi Univesitas Hasanuddin (UNHAS) Bersatu bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN) cabang Makassar menyelenggarakan aksi di kampus UNHAS dalam rangka merespon Kedatangan Presiden Joko Widodo dan Mohamad Nasir selaku Menteri Riset Teknonologi dan Pendidikan Tinggi (MENRISTEKDIKTI) dalam rangka kegiatan pertemuan Rektor seluruh Indonesia pada tanggal 14 Februari 2018.

Aksi tersebut dihadapkan dengan tindakan represif berupa pelarangan oleh Rektor UNHAS dan penghadangan oleh aparat keamanan TNI dan polri. Penghadangan oleh TNI dan Polri terhadap massa aksi merupakan ekspresi kebijakan fasis dari rezim Jokowi. Dengan berbagai cara akan terus membungkam demokrasi dan menutup ruang kritis rakyat.

Disisi lain, pelarangan aksi yang dilakukan oleh rektor UNHAS merupakan wujud nyata dari keberpihakan kampus. Kampus telah menjadi dinding tebal pembela setia seluruh kebijakan Rezim-Jokowi yang anti rakyat dan anti demokrasi. Kampus terus disulap menjadi ruang yang tidak demokratis dan tidak ilmiah. Pelarangan tersebut mencerminkan bahwa Rektor UNHAS tidak ubahnya dengan pemerintahan Jokowi yang antri terhadap kritik.

Tindakan fasis yang dilakukan oleh rezim Jokowi tidak hanya terjadi kali ini saja. Beberapa minggu yang lalu, aksi yang BEM UI di stasiun UI dalam rangka kedatangan Jokowi ke UI mengalami tindakan pembubarkan oleh satpam dan kepolisian Tidak sampai disitu, ketua Bem UI yang memberikan Kartu Kuning terhadap Jokowi pun menjadi sasaran pengekangan berekspresi.

Sejak Juli 2016, rezim Jokowi melalui kampus maupun aparat negara telah melakukan 4 kali pembubaran kegiatan mahasiswa di Univ Telkom Bandung, Taman Cikapayang Bandung, Sleman DIY, dan Univ Muhammadiyah Mataram. Sementara itu, terjadi pula perusakan fasilitas diskusi yang dilakukan oleh pihak kampus di Univ Muhammadiyah Sumatera Utara. Tindak skorsing juga terjadi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan total korban skorsing sebanyak 115 mahasiswa. sementara di kota Mataram 1 orang mahasiswa dikriminalisasi, dan sebanyak 24 mahasiswa UMSU mendapat sanksi DO karena melakukan aksi demonstrasi di kampusnya.

Kondisi tersebut semakin memperjelas kedudukan dari kampus sebagai lembaga kebudayaan yang anti rakyat. Kampus tidak menjadi institusi pendorong kemajuan kebudayaan rakyat. Namun, kampus terus menjadi ruang legitimasi pemerintah dalam menjalankan skema dan seluruh kebijakan yang menindas rakyat. Dalam hal ini, pemerintahan Jokowi yang anti kritik dan anti demokrasi pun tercermin jelas dalam wajah kampus di Indonesia termasuk Universitas Hasanudin, Makassar.

Atas dasar itu, Kami dari Pimpinan Pusat FMN menyatakkan Sikap dan tuntutan:

1. Mendungkung penuh perjungan Aliansi UNHAS Bersatu sebagai bentuk perjuangan mahasiswa melawan rezim penindas rakyat.

2. Mengutuk dan mengecam Rektor UNHAS yang melakukan pelarangan aksi.

3. cabut seluruh regulasi dan hentikkan tindasan fasis terhadap rakyat dan pemuda mahasiswa. Segera berikan Jaminan kebebasan berorganisasi, berpendapat dan berekspresi

4. hentikan privatisasi, komersialisasi dan liberalisasi pendidikan dan wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat


hormat kami,
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional



Symphati Dimas Rafi’i
Ketua Umum
Share this article :
 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger