Headlines News :
Home » » Menuju Hari Perempuan Internasional 2018 BEM FIP UNM dan FMN Ranting UNM

Menuju Hari Perempuan Internasional 2018 BEM FIP UNM dan FMN Ranting UNM

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Jumat, 23 Februari 2018 | 01.12



Sebentar lagi seluruh rakyat Indonesia akan memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI) sebagai bentuk solidaritas perjuangan rakyat tertindas di seluruh dunia terhadap kaum perempuan. Diperingati pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya, dan pada tahun 2018 ini merupakan momentum ke 108 tahun dari sejak pertama kali ditetapkan sebagai hari perempuan internasional pada tahun 1910 pada momentum Permusyawaratan Perempuan Sosialis Internasional kedua, di Kopenhagen-Denmark, salah satu tokohnya waktu itu adalah Clara Zetkin. Meskipun pada saat itu belum disepakati tanggal-nya. Bahwa kaum perempuan di seluruh dunia harus memiliki momentum tertentu dalam setiap tahun dimana mereka dapat memperingatinya sebagai bentuk penghormatan atas kebangkitan kaum perempuan dalam perjuangan menuntut hak-hak sosial-ekonominya.
Gagasan HPI dilatarbelakangi oleh perkembangan indusrialisasi memasuki abad ke-19, pasca dijalankannya revolusi industri di Inggris pada abad ke-17. Pada tahun 1857 di New York, kaum buruh tekstil yang kebanyakan perempuan mengadakan demonstrasi menuntut perbaikan jam kerja. Pada tahun 1874, dibentuk The Women's Trade Union League dan The Women's Temperance Union (WTCU). Mereka merupakan gerakan anti minuman keras. Kemudian pada tahun 1894, berdiri sebuah kelompok, General Federation of Women's (GFW) berdiri di Amerika. GFW memperjuangkan berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Tidak terbatas hanya pada permasalahan diskriminasi terhadap perempuan saja, tetapi juga kehidupan remaja dan masalah perburuhan serta berbagai permasalahan sosial lainnya.
Tahun 1908 di New York - AS, terjadi lagi demonstrasi yang diikuti ribuan buruh-perempuan yang menuntut perbaikan nasib, menuntut hak-pilih, memilih dan dipilih dan melarang menggunakan tenaga kerja anak-anak. Untuk pertama kalinya pada tahun 1911 Hari Perempuan Internasional dirayakan di negara-negara industri, seperti Jerman, Austria, Denmark, Finlandia, Swiss dan Amerika Serikat dengan tuntutan 8 jam kerja. Pada tahun 1914 di Jerman, ribuan orang terutama kaum wanita ikut aktif berdemonstrasi menentang ancaman Perang Dunia I.
Minggu terakhir Februari 1913, kaum perempuan di Rusia menyelenggarakan demontrasi untuk menentang perang dunia I. Setahun kemudian demonstrasi ini meluas ke seluruh Eropa, jatuh pada minggu pertama Maret. Tahun 1917, lagi-lagi kaum perempuan di Rusia melakukan demonstrasi besar pada minggu terakhir Februari dengan mengusung tuntutan Bread and Peace!”  (Roti dan Perdamaian). Empat hari kemudian, tepat tanggal 8 Maret dalam kalender masehi, kekuasaan Tsar Rusia jatuh. Kemudian kaum perempuan mendapatkan hak pilih mereka. Sejak saat itu 8 Maret ditetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional sebagai penghargaan atas kebangkitan kaum perempuan dalam memperjuangkan hak-hak sosial-ekonominya.
Diatas menjelaskan bagaimana sejarah perjuangan keras kaum perempun demi menuntut hak-hak sosial-ekonominya. Lalu bagaimakah kondisi perempuan saat ini khususnya di Indonesia ???
Di Indonesia banyak ketimpangan sosial yang terjadi, kondisi perekonomian masyarakat mengalami penurunan. Diakibatkan oleh semakin tingginya kebutuhan hidup. Sedangkan, pendapatan semakin rendah. Pengeluaran masyarakat yang makin tinggi merupakan dampak langsung dari pemangkasan subsidi public oleh Negara. Mulai dari subsidi BBM, listrik, gas LPG hingga kesehatan dan pendidikan membuat semuanya semakin mahal.
Mau tidak mau, pekerjaan menjadi kebutuhan bagi masyarakat termasuk perempuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Namun, lagi-lagi Negara memperlihatkan ketidakberpihakannya pada masyarakat. Semakin digencarkannya pembangunan proyek-proyek besar infrastruktur milik Negara malah semakin merampas tanah rakyat. Tanah yang menjadi sumber pendapatan utama dalam keluarga untuk kehidupan sehari-hari. Sebut saja seperti Pembangunan Bandara Internasional, Jalan tol, Pembangkit listrik, Rel kereta api, Reklamasi pantai dan lain sebagainya selalu saja mengalami gesekan dengan masyarakat. Bukan tanpa sebab, karena umunya pembangunan tersebut merampas mata pencaharian masyarakat. Tercatat, masyarakat yang berprofesi sebagai petani yang merupakan jumlah terbanyak dari penduduk Indonesia yaitu 65%, hanya menguasai rata-rata 0,03 Ha/KK saja yang idealnya 2 Ha/KK.
Kondisi memprihatinkan juga terjadi dengan buruh industri di Indonesia. Tenaga kerja murah yang tersedia melimpah karena keterbatasan lapangan pekerjaan. Pengusaha menjadi raja dari penentu upah dengan standart versi mereka. Akibatnya buruh tidak mendapatkan gaji layak sesuai dengan kebutuhan hidupnya, serta ancaman PHK sewaktu-waktu akibat sistem kerja kontrak dan Outsourching yang merupakan dampak dari lahirnya PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan , dan pekerja perempuan juga banyak yang tidak mendapatkan hak cuti haid dan melahirkan dari perusahaan tempatnya bekerja. Meskipun sudah diatur dalam UU no. 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, tapi masih banyak saja perusahaan yang tidak menjalankan aturan tersebut. Adapun mereka yang mempergunakan hak cuti haidnya, malah mengalami pemotongan upah. Padahal perlu kita ketahui, cuti haid merupakan hak pekerja perempuan bukan karena perempuan itu lemah. Tapi cuti haid merupakan kebutuhan biologis pekerja perempuan, karena ketika haid perempuan mengalami sakit yang tidak bisa digambarkan.
Hal tersebutlah yang melahirkan kemiskinan kian akut di Indonesia. salah satu dampaknya adalah kian banyaknya masyarakat perdesaan, khususnya perempuan yang terpaksa bermigrasi menjadi buruh migran. Buruh migran Indonesia lahir dari keterpaksaan bermigrasi (forced migration) akibat meluasnya monopoli dan perampasan tanah, serta semakin sulitnya akses pekerjaan yang layak bagi penghidupan rakyat di Indonesia. Dengan berbagai macam risiko, jutaan rakyat yang mayoritas adalah kaum perempuan terpaksa meninggalkan tanah air dan keluarga demi harapan mendapat penghidupan yang lebih baik di negeri lain.
Masalah dan kondisi hidup buruh migran tidaklah mudah. Sejak dari pemberangkatan hingga bekerja di negeri penempatan, berbagai masalah dan tindasan terus memperburuk kehidupan mereka. Masalah perekrutan, biaya penempatan berlebih (overcharging), pemalsuan data dan dokumen, tindak kekerasan, penganiayaan, pelecehan seksual, pembunuhan, hingga risiko menjadi korban perdagangan orang (human trafficking) masih terus menghantui calon dan buruh migran Indonesia.ini membuktikan kegagalan negara dalam menyediakan pekerjaan untuk menjamin kehidupan layak bagi rakyatnya di dalam negeri.
Terpuruknya kondisi rakyat di berbagai sektor juga berimbas pada golongan perempuan. Mereka menjadi bagian integral yang sering mendapatkan diskriminasi dari ketimpangan hubungan produksi dalam masyarakat. Tampak nyata diskriminasi ini melalui pengupahan yang tidak adil dalam praktek kerja, karena perempuan dilihat second sexs (jenis kelamin kedua) yang bekerja hanya mengurusi persoalan domestik (dapur, sumur dan kasur). Perempuan diupah lebih rendah daripada laki-laki. Karena posisi pekerjaan perempuan pada soal domestik didalam struktur sosial hubungan produksi feodal acapkali dimanfaatkan untuk menjadi komoditas bagi pelabelan bagi promosi komoditas perusahaan. Bisa kita saksikan perempuan hanya dijadikan sebagai brand atau model oleh perusahaan dan memamerkan kemolekan tubuh perempuan sebagai tontonan bagi konsumen/pembeli untuk menarik pembeli sebanyak mungkin.Miriskan kondisi perempuan hari ini!!!
PEREMPUAN BERSAMA RAKYAT MELAWAN PENINDASAN ! ! !
HIDUP KAUM PEREMPUAN ! ! !
Share this article :

2 komentar:

AMISHA mengatakan...

BERITA BAIK UNTUK SEMUA ORANG

Nama saya Amisha dari bogor di Indonesia, saya adalah perancang busana dan saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu setiap orang untuk berhati-hati dalam mendapatkan pinjaman di internet, begitu banyak kreditur pinjaman di sini adalah penipu dan mereka ada di sini. curang Anda dengan susah payah uang Anda, saya mengajukan pinjaman sekitar Rp500,000,000 wanita di Malaysia dan saya kehilangan sekitar 24 juta tanpa mengambil pinjaman, saya membayar hampir 24 juta masih saya tidak mendapatkan pinjaman dan bisnis saya adalah Tentang menabrak karena hutang.

Sebagai pencarian saya untuk perusahaan pinjaman pribadi yang andal, saya melihat iklan online lainnya dan nama perusahaannya adalah FANCY LOAN COMPANY. Saya kehilangan jumlah 15 juta dengan mereka dan sampai hari ini, saya tidak pernah menerima pinjaman yang saya usulkan.

Tuhan jadilah kemuliaan, teman-teman saya yang mengajukan pinjaman juga menerima pinjaman semacam itu, mengenalkan saya kepada perusahaan yang dapat dipercaya dimana Ibu Suzan bekerja sebagai manajer cabang, dan saya mengajukan pinjaman sebesar Rp700.000.000 dan mereka meminta surat kepercayaan saya, Dan setelah mereka selesai memverifikasi detail saya, pinjaman tersebut disetujui untuk saya dan saya pikir itu adalah sebuah lelucon, dan mungkin inilah salah satu tindakan curang yang membuat saya kehilangan uang, tapi saya tercengang. Ketika saya mendapat pinjaman saya dalam waktu kurang dari 6 jam dengan suku bunga rendah tanpa agunan.

Saya sangat senang karena ALLAH menggunakan teman saya yang menghubungi mereka dan mengenalkan saya kepada mereka dan karena saya diselamatkan dari membuat bisnis saya melonjak ke udara dan dilikuidasi dan sekarang bisnis saya terbang tinggi dalam bahasa Indonesia dan tidak ada yang akan mengatakannya Dia tidak tahu tentang Anniesa Hasibuan perusahaan mode saya

Jadi saya saran setiap orang yang tinggal di Indonesia dan negara lain yang membutuhkan pinjaman untuk satu tujuan atau yang lain untuk silahkan kontak
Ibu Suzan email: (Suzaninvestment@gmail.com)

Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: (Amisha1213@gmail.com), dan maria yang baru saja mendapat pinjaman dari suzan di: (maaria9925@gmail.com) dan Karina yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Suzan, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Suzan, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya:( Lukman.karina@yahoo.com).

RAMADHAN ISLAMIYAT LOANS mengatakan...

Di dalam Islam Allah mengajarkan kepada kita bagaimana memberi yang terbaik terutama ketika tetangga Anda dalam kebutuhan keuangan, karena kami dan seluruh staf RAMADHAN ISLAMIYAT LOAN FIRM sampai pada kesimpulan bahwa kami harus menyediakan bantuan keuangan bagi mereka yang berada di keuangan kebutuhan seperti mereka yang membutuhkan dana untuk ekspansi bisnis mereka yang membutuhkan uang untuk proyek yang sangat tinggi didirikan dan kami memberikan pinjaman kepada semua saudara muslim dan saudari kita dan juga untuk non muslim seperti Mashallah {ما شاء الله}

Mata uang kami berkisar dari {$, IDR, RM, €, £} ke mata uang lainnya dan semuanya sesuai dengan peraturan Dana Moneter Internasional {IMF} untuk transfer uang sehingga cukup untuk mengatakan bahwa kami sepenuhnya berlisensi untuk mengoperasikan dan bertransaksi bisnis dalam mata uang apa pun di dunia, silakan hubungi kami {ramadhanislamiyatloans@gmail.com}
   Apakah Anda berutang harap menghentikan kepanikan proses kami di sini sangat cepat dan cepat karena Anda dapat membayar semua hutang terutang Anda dalam waktu 48 jam setelah melamar
RAMADHAN adalah semua tentang kekudusan sehingga kita tidak menipu atau menipu semua yang perlu Anda lakukan hanya bagi Anda untuk memiliki penghasilan stabil juga harus ada sarana di mana Anda dapat mengidentifikasi diri Anda {KTP} dan kemudian Anda harus memiliki Bank akun di mana Anda ingin kami menyimpan email uang ::::: {ramadhanislamiyatloans@gmail.com}

    Proses di sini tidak rumit, melainkan sangat cepat dan fleksibel

Wa 'alaykum al-salaam {وعليكم السلام}

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger