Headlines News :
Home » » Diskusi Terbuka Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia (APMI) di Bubarkan oleh Birokrasi Kampus Universitas Nasional

Diskusi Terbuka Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia (APMI) di Bubarkan oleh Birokrasi Kampus Universitas Nasional

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Senin, 19 Maret 2018 | 04.53



Jakarta, 19 Maret 2018 Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia (APMI) yang merupakan aliansi dari berbagai organisasi pemuda-mahasiswa diantaranya FMN, GMNI-Jakarta Selatan, LMND, AKMI, dan FN, menyelenggarakan diskusi terbuka tentang kebijakan anti demokrasi di Indonesia, di kampus Universitas Nasional (UNAS) Jakarta Selatan. Diskusi tersebut merupakan inisiatif dari mahasiswa untuk memperluas wawasan dan bertukar pikiran antar mahasiswa.


Di tengah diskusi yang sedang berjalan, pada pukul 17.20 pihak Satuan Pengamanan (Satpam) kampus menghampiri forum dan menanyakan kegiatan yang sedang berlangsung. Satpam yang berjumlah 7 orang, memaksa meminta absensi, materi diskusi dan keterangan tentang acara tersebut. Alasannya adalah tugas dari pimpinannya. Setelah semua berkas dan keterangan itu diberikan. Pihak Satpam tetap berada disekitar tempat diskusi. Tidak lama kemudian, mereka meminta perwakilan mahasiswa untuk melaporkan ke bagian Asisten Rektor dan Badan Administrasi Umum. Saat menghadap, ditekankan bahwa diskusi tersebut tanpa izin dan harus diberhentikan, jika tidak maka akan dibubarkan. Pasca itu, perwakilan APMI tetap mengajukan untuk bisa dijalankan, bahkan sempat menawarkan kepada Satpam untuk ikut berdiskusi bersama. Namun Satpam bersikeras untuk segera bubar. Sehingga pada pukul 18.00 diskusi terpaksa ditutup.


Kondisi tersebut menunjukan tindakan dan watak kampus UNAS yang anti terhadap demokrasi dan kebebasan berpikir mahasiswa. UNAS sebagai institusi pendidikan seharusnya menjadi garda terdepan mewujudkan dan mencerminkan demokrasi. Seluruh aktifitas mahasiswa yang baik seharusnya didukung penuh tanpa perlu hambatan dan alasan birokratis. Selain itu, pemaksaan untuk membubarkan diskusi tersebut merupakan bentuk bahwa Birokrasi UNAS anti Ilmiah. Kehadiran diskusi-diskusi mahasiswa sesungguhnya merupakan bentuk ekspresi kritis dan ilmiah. Mahasiswa selalu menunjukan kemajuannya dalam berpikir. Namun, UNAS justru membatasi ruang ilmiah tersebut.

Atas dasar itu, dapat disimpulkan bahwa Kampus UNAS tidak ubahnya dengan Universitas lain di Indonesia yang terus membatasi ruang demokrasi mahasiswa. Birokrasi UNAS merepresentasikan watak fasis dari Rezim Jokowi yang terus menindas rakyat. 

Oleh karena itu, FMN menyatakan bahwa tindakan pembubaran diskusi tersebut merupakan pembungkaman terhadap ruang demokrasi dan sudah saatnya pemuda mahasiswa bangkit untuk memukul fasisme dari kampus. FMN juga menyatakan dukungan penuh terhadap mahasiswa UNAS untuk berjuang melawan Kampus yang Fasis.

Lawan Rezim Fasis Jokowi !
Pukul Mundur Fasisme dari UNAS !

Hormat kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL


Symphati Dimas R

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger