Headlines News :
Home » , , , » Mengecam Tindak Teror Bom dan Berbagai Bentuk Tindakan Terorisme di Surabaya, Jawa Timur yang Telah Merugikan Rakyat Tidak Bersalah

Mengecam Tindak Teror Bom dan Berbagai Bentuk Tindakan Terorisme di Surabaya, Jawa Timur yang Telah Merugikan Rakyat Tidak Bersalah

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Senin, 14 Mei 2018 | 02.26



Front Mahasiswa Nasional menyampaikan Duka Cita yang dalam terhadap korban dan keluarga korban pengeboman yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Semoga keluarga korban juga terus diberikan ketabahan dan kesabaran.

Rakyat Indonesia kembali menjadi korban dan dirundung kepanikan akibat terjadinya tindakan terorisme peledakan bom di beberapa titik di Jawa Timur. Pada Minggu, 13 Mei 2018 terjadi peledakan bom bunuh diri  di Gereja Santa Maria, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta, di Kota Surabaya, Jawa Timur. Kejadian tersebut hingga saat ini tercatat telah menelan korban 13 orang tewas dan 43 mengalami luka-luka. Pada malam hari di hari yang sama terjadi juga ledakan bom di Rusunawa, Sidoarjo Jawa Timur. Sementara itu pada Senin, 14 Mei 2018 kembali terjadi peledakan bom di Polrestabes Surabaya. Seluruh rentetan tindakan teror tersebut telah menelan begitu banyak korban dari kalangan rakyat yang tidak bersalah.

Dalam hal ini, FMN memandang bahwa serangan dan seluruh tindak terorisme adalah tindakan yang hanya menimbulkan kerugian besar bagi rakyat. Rakyat Indonesia sudah menderita dengan berbagai tindasan dan penghisapan yang terjadi hingga saat ini. Kemiskinan dan kemelaratan adalah cerminan dari kehidupan rakyat Indonesia di bawah kekuasaan pemerintah Joko Widodo – Jusuf Kalla. Sehingga pengeboman dan berbagai teror serupa hanya akan memperdalam derita rakyat, membuat kepanikan, dan berpotensi melahirkan perpecahan di antara rakyat. Oleh karenanya, FMN mengutuk keras seluruh bentuk tindakan terorisme seperti itu.

Dalam melihat fenomena meluasnya gerakan terorisme di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari kondisi global saat ini. Pasalnya, kelompok-kelompok yang melakukan tindakan teror memiliki hubungan dan kedekatan dengan kelompok seperti Al Qaeda, Taliban, ISIS, JAD, dan sejenisnya. Seperti diketahui bersama bahwa, banyak dari kelompok tersebut yang memiliki hubungan bahkan bentukan secara langsung dari pemerintahan Amerika Serikat.

Imperialis AS dan kelompok binaanya tersebut menjadi pemecah belah rakyat di berbagai negeri, termasuk menyebarluaskan perspektif anti persatuan rakyat melalui tendensi antar agama dan keyakinan yang menyulut konflik berbasis SARA. Melalui program kampanye global melawan terorisme seperti War on Terror dan Pivot Asia, imperialis AS terus mencari jalan legitimasi atas seluruh tindakan dominasi dan intervensinya. Tindakan pembasmian terhadap terorisme yang dilakukan seperti halnya menumpas monster buatannya sendiri. Hingga kini, pada perkembangannya berbagai kelompok teror semacam itu terus berkembang di berbagai negeri melalui berbagai jaringannya.

Selain itu, di Indonesia pembiakan kelompok teror yang demikian itu terus dirawat dan dijaga. Sentimen berbasis agama, kepercayaan dan keyakinan terus meluas yang mengakibatkan rakyat semakin terpecah. Tindakan teror yang seolah membasiskan gerakannya pada unsur agama adalah tidak tepat. Di sisi yang lain, faktor utama dari cepat meluasnya doktrin terorisme di Indonesia adalah kondisi rakyat yang hidup miskin dan menderita. Kemiskinan dan kemelaratan yang dialami oleh rakyat adalah faktor utama lahirnya rasa putus asa. Tindakan terorisme adalah ekspresi dari frustasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, menurut kami wacana solusi yang ditawarkan oleh pemerintah dengan melakukan revisi terhadap Undang – undang Terorisme tidak akan dapat menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Pemenuhan atas hak-hak dasar rakyat adalah jalan utama untuk menghalau seluruh tindak terorisme di Indonesia.

Atas dasar kondisi tersebut, maka FMN menyampaikan kecaman dan tentangan yang keras terhadap tindakan terorisme yang merugikan dan mengakibatkan rakyat tidak bersalah menjadi korbannya. Kami juga menyampaikan bahwa pemerintah harus segera bertanggung jawab atas seluruh kejadian dan teror yang telah banyak menjadikan rakyat tidak bersalah sebagai korban. Pemerintah harus mewujudkan dan memenuhi tuntutan rakyat atas hak-hak demokratisnya yang selama ini telah dirampas. Kemudian, rakyat khususnya pemuda mahasiswa harus terus memperkuat persatuannya melalui berbagai organisasi massa demokratis, memajukan perjuangan dengan melakukan kampanye massa, pendidikan dan propaganda untuk membangkitkan kesadaran massa. Hanya dengan itu maka seluruh tindak terorisme dapat dilawan dan seluruh tindasan yang ada dapat ditentang dengan kuat oleh rakyat.





Jakarta, 14 Mei 2018
Hormat Kami,
Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional


Symphati Dimas R
Ketua Umum 
Kontak:
Badarudin (+62 81805227040)

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger