Headlines News :
Home » , , , » Pidato Politik: Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional

Pidato Politik: Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Kamis, 17 Mei 2018 | 19.40

Memperingati Hari Lahir FMN ke-15 (18 Mei 2003 - 18 Mei 2018)


Meneguhkan Kembali Semangat Dalam Membangun, Memperkuat dan Mengembangkan Organisasi Agar  Dapat Memajukan Perjuangan Massa Mahasiswa Bersama Rakyat

Salam Demokrasi,
Hidup Klas Buruh !
Hidup Kaum Tani !
Hidup Pemuda-Mahasiswa !
Hidup Kaum Perempuan
Hidup Seluruh Rakyat Tertindas !
Hidup Front Mahasiswa Nasional !
 
Kami ucapkan salut dan hormat setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran organisasi, seluruh pimpinan dan anggota FMN yang selalu gigih dalam berjuang dan tanpa lelah dalam memajukan organisasi. Selama 15 tahun ini telah menunjukan konsistensi dan sikap rela berkorban yang besar demi kemajuan organisasi dan demi perjuangan massa. Keteguhan dalam melawan setiap kesulitan, ketabahan dalam membangun dan mengembangkan organisasi, serta keberanian yang berkobar untuk terus memperhebat perjuangan massa rakyat tertindas di Indonesia.

Kami juga menyampaikan rasa terimakasih yang tidak terhingga kepada seluruh organisasi-organisasi massa rakyat tertindas yang telah banyak memberikan pelajaran dan inspirasi. Organisasi Klas Buruh, Kaum Tani, dan sektor lainnya telah menjadi tauladan yang terus membajakan militansi kami dalam berjuang dan meneguhkan semangat pengabdian kami kepada rakyat.

Begitu pula kepada seluruh pemuda-mahasiswa di Indonesia yang telah terus menunjukan keteguhannya sebagai bagian dari perubahan besar rakyat Indonesia. Pemuda-Mahasiswa memiliki tugas suci nan panjang untuk berjuang bersama rakyat, mengabdikan ilmu pengetahuan, tenaga, dan seluruh miliknya untuk perjuangan rakyat.

Kepada seluruh Kawan-kawan FMN,

Selama 15 tahun beridirinya FMN, kondisi objektif telah semakin menunjukan bahwa sistem yang dibangun dan dipelihara oleh kapitalisme monopoli internasional (Imperialisme), di bawah pimpinan Amerika Serikat terus mengalami pembusukan. Krisis over produksi dan over kapital tidak bisa dihindari dan terus memukul dari dalam sistem tersebut. Imperialisme AS terus diterpa badai krisis yang semakin akut. Di dalam negerinya, AS mengalami kemerosotan ekonomi yang semakin dalam. Hal ini tidak lain diakibatkan dari sistem neoliberal yang dijalankan telah nyata tidak mampu untuk menjawab problem rakyat. Kondisi rakyat AS hingga saat ini terus mengalami pemiskinan yang akut. Tahun 2017, jumlah pengangguran di AS meningkat hingga 5000 jiwa. Kondisinya kini pun menyebabkan lebih dari 5 juta rakyat AS kehilangan akses fasilitas kesehatan karena pemangkasan anggaran publik untuk kesehatan. Sementara itu, dari sektor pendidikan terdapat fenomena tunggakan utang mahasiswa dari perguruan tinggi yang mencapai US$ 1.2 triliun, angka ini melonjak 10 kali lipat dalam jangka 10 tahun. Apa yang diinginkan oleh AS dengan jargon “American First”, semakin terkubur saat ini.

Demi keluar dari krisis yang semkain membusuk tersebut, imperialis AS hanya memiliki satu cara, yaitu mengintensifkan penghisapan dan tindasan terhadap rakyatnya, dan seluruh rakyat di berbagai negeri bonekanya, termasuk Indonesia. Di dalam negerinya, politik upah murah semakin gencar di jalankan, pemangkasan subsidi, pembatasan rakyat atas akses fasilitasi publik, hingga PHK Massal terjadi. Sementara di berbagai negeri bonekanya, imperialis AS memaksakan dikte dari skema neoliberalnya dapat dijalankan. Tidak hanya melalui rezim bonekanya, namun lebih jauh lagi imperialis AS tidak segan melakukan provokasi, intervensi, hingga serangan agresi militernya. Semua itu demi memuluskan perputaran kapitalnya dan mendapatkan super profit yang semakin besar. 

Situasi tersebut semakin memperterang pandangan kita bahwa imperialisme AS adalah musuh dari seluruh rakyat dunia, merupakan musuh dan sumber masalah dari rakyat Indonesia. Oleh karennya, sistem dan era imperialisme saat ini juga menunjukan pembusukan dan kemerosotannya kepada kita. Maka semakin jelas bahwa hari depan dari sistem dan era imperialisme adalah Liang Kubur, sementara hari depan dari perjuangan rakyat adalah kemenangan yang gemilang. Perkuat persatuan rakyat dan solidaritas internasional, Hancurkan Imperialisme !! 

Kawan-kawan yang Militan dan Progresif,

Di Indonesia, kondisi penghidupan rakyat semakin menunjukan kemerosotannya. Kemiskinan, kemelaratan, pembodohan, dan keterbelakangan menjadi satu kesatuan yang lahir dari kondisi krisis dalam negeri. Di bawah kekuasaan rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla, tidak juga ada perubahan yang baik bagi kehidupan rakyat. Rezim Jokowi-JK justru semakin memperburuk kondisi dan kehidupan rakyat di seluruh sektor. 

Di bawah kekuasaanya, Indonesia terus disulap menjadi negeri boneka yang semakin ramah melayani kepentingan imperialis AS. Skema besar yang dijalankan melalui Paket Kebijakan Ekonomi tidak lain adalah skema untuk menjaga Indonesia dalam belenggu sistem Setengah Jajahan dan Setengah Feodal. Demi memastikan iklim investasi berjalan dengan kondusif, maka Jokowi pun tidak segan memeras keringat klas buruh dengan upah yang rendah. Melalui PP 78/2015 tentang Pengupahan, kenaikan upah buruh disandarkan pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional, sebuah standar rumus yang manipulatif. 

Selanjutnya, pembangunan infrastruktur dengan tajuk proyek strategis nasional hanya bertujuan membuka seluruh kran bisnis bagi kapitalis monopoli, borjuasi besar komprador dan tuan tanah besar. Hasilnya adalah monopoli dan perampasan tanah yang semakin intensif dilakukan melalui tangan pemerintah. Program Reforma Agraria hanya ilusi yang berupaya membodohi rakyat, khususnya kaum tani. Bahkan kampus – kampus kita terus mempromosikan kebijakan tersebut, melegitimasinya, hingga menjelma pula menjadi tuan tanah. Dengan semua itu, maka kita juga harus berjuang bersama untuk memusnahkan feodalisme, menghancurkan monopoli dan perampasan tanah !! 

Sementara rakyat yang sudah begitu menderita harus pula menghadapi kenyataan bahwa pemerintahan Jokowi terus memangkasi/memotong bahkan mencabut anggaran subsidi bagi rakyat. Hasilnya adalah harga BBM yang terus naik, kenaikan TDL secara periodik setiap tiga bulan, jaminan kesehatan yang dicabut dan digantikan dengan model asuransi BPJS, hingga anggaran pendidikan yang terus dikurangi.

Kebijakan dan tindasan fasis juga menjadi instrumen untuk memuluskan seluruh skema tersebut. Seluruh rakyat Indonesia sudah merasakan betul betapa fasis-nya rezim Jokowi saat ini. Melalui peraturan perundang-undangannya hingga tindakannya, ruang demokrasi rakyat terus di rampas. Bahkan rezim Jokowi tidak segan melakukan tindak kekerasan, kriminalisasi, hingga membunuh rakyatnya, termasuk pemuda mahasiswa yang terus menjadi korbannya. Dengan demikian, sudah saatnya kita menyatukan sikap untuk menyatakan bahwa Rezim Jokowi adalah musuhnya mahasiswa dan rakyat Indonesia !!

Kawan-kawan yang Patriotik dan Demokratik, 
Imbas besar juga menimpa kita sebagai pemuda mahasiswa. Pemuda terus dihadapkan oleh realita hidup yang semakin sulit. Sempitnya lapangan pekerjaan, mahalnya biaya pendidikan, dan dirampasnya demokrasi membuat masa depan pemuda kian suram. 

Undang-undang Pendidikan Tinggi merupakan instrumen yang digunakan oleh pemerintah untuk merampas hak pendidikan rakyat Indonesia. Melalui peraturan tersebut, pemerintah terus membuka dan memuluskan jalan bagi skema liberalisasi, privatisasi, dan komersialisasi pendidikan. UU Dikti melahirkan skema Uang Kuliah Tunggal yang begitu banyak menjadi polemik mahasiswa. Begitupun dengan kampus-kampus swasta yang terus diberikan legitimasi untuk menaikan biaya pendidikannya. Biaya pendidikan tiap tahunnya akan terus naik, sementara anggaran dipangkas, dan upah serta kesejahteraan rakyat terus merosot. Bahkan tidak cukup dengan itu, kini pemerintah membuka wacana dan rencana baru mengenai pembukaan Universitas Luar Negeri di Indonesia, serta skema Student Loan. Sungguh ambisi yang memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi terus dijadikan ladang bisnis oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, dalam UU Dikti juga membuka ruang untuk memberangus kebebasan mahasiswa. Kampus-kampus berhak menentukan seluruh jenis kegiatan, jenis organisasi, dan aktifitas mahasiswa.

Melalui berbagai programnya, kampus menyuguhkan macam-macam teori, dalil, dan konsepsi yang sejatinya membodohi dan menjauhkan mahasiswa dari rakyat. Mahasiswa di mata rezim Jokowi hanya sebagai Sapi Perahan, baik melalui biaya pendidikan yang tinggi hingga tenaganya sebagai pekerja upah murah. Melalui program perluasan sekolah/jurusan Vokasi, itu dilakukan bukan tanpa alasan. Program Vokasional erat hubungnya dengan program Pemagangan Nasional pada sektor perburuhan. Melalui program tersebut borjuasi besar komprador dan imperialisme akan mendapat keuntungan melalui banyaknya tenaga Magang yang siap di bayar murah. Mahasiswa terus juga diperalat melalu berbagai program sosialisasi dengan tajuk Kuliah Kerja Nyata, atau turun lapangan. Seperti mempromosikan Migrasi Aman, Program KKN Citarum Harum, yang semuanya itu merupakan skema besar pemerintah untuk mengintensifkan penghisapannya terhadap rakyat.

Bahkan pada perkembangannya saat ini, kampus secara langsung dan terang-terangan telah membuka kerjasama dengan institusi kekerasan negara (TNI & Polri) untuk pengamanan. Sejak Jokowi berkuasa, tercatat sebanyak 115 mahasiswa mendapat skorsing, 54 mahasiswa mendapat sanksi DO, 192 orang mengalami tindak kekerasan, bahkan 190 orang dikriminalisasi. Angka tersebut tentu akan berpotensi besar untuk terus bertambah. Pasalnya, kampus juga tidak lolos dari serbuan aparat kekerasan negara melalui berbagai kerjasama. Seperti yang terjadi di Universitas Indonesia, atas dasar pendidikan Satuan Pengamanan, pihak kampus melakukan kerjasama dengan TNI. Sementara di Universitas Padjajaran dengan dalih karena ada peralihan penggunaan jasa perusahaan outsorcing Satpam, untuk sementara kampus di jaga oleh satuan Brimob dari Kepolisian.

Sungguh realita yang tentunya tidak bisa kita terima begitu saja. Itu semua bukan alamiah, bukan pula takdir kita. Seluruh petaka yang disebabkan oleh musuh rakyat dapat dihentikan dan diubah. Pemuda-mahasiswa harus terus berjuang bersama rakyat.

Saatnya kita menyatukan pemuda-mahasiswa dan seluruh unsur yang tertindas di dalam kampus untuk merebut kembali kampus kita dari tangan imperialisme, feodalisme dan kapitalis birokrat !! 

Kawan-kawanku Abdi Rakyat Sejati, 
Kibarkan Benderamu, Front Mahasiswa Nasional ..
Menggalang Kekuatan Menuju Kemangan,
Berjuang Bersama Rakyat Rebut Demokrasi Sejati, 
dan Perjuangan Massa Mengalahkan Tirani


Kini organisasi yang kita banggakan dan kita cintai ini telah menginjak usianya yang ke 15 tahun. Tentu FMN mencapainya dengan penuh perjuangan panjang yang berliku. Tidak jarang kita menghadapi kesulitan, tidak sedikit kegagalan yang menyakitkan itu kita terima. Namun, FMN hingga kini telah membuktikan bahwa seluruh kesulitan dan pedihnya kegagalan akan mampu berubah menjadi kemajuan dan lompatan capaian yang semakin hebat dan besar. Keteguhan itu kita raih dari proses belajar yang tiada henti dilakukan oleh FMN, belajar dari massa, belajar dari perjuangan rakyat Indonesia.

Dalam usianya yang ke 15 tahun ini, FMN harus semakin tegak berdiri. Sejak dideklarasikan 15 tahun yang lalu, FMN secara konsisten telah menyatakan akan terus berjuang melawan liberalisasi, privatisasi, dan komersialisasi pendidikan, demi terwujudnya pendidikan nasional yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat. Tidak hanya itu, FMN terus menjaga komitmennya untuk selalu setia berjuang dan mengabdi kepada rakyat. Berjuang bersama rakyat untuk mewujudkan reforma agraria sejati sebagai syarat terbangunnya industrialisasi nasional yang mandiri dan berdaulat. FMN terus mempertebal keyakinannya, bahwa hanya dengan bertalian erat bersama rakyat, di bawah aliansi dasar klas buruh dan kaum tani maka ketiga musuh pokok rakyat (imperialisme, feodalisme dan kapitalis birokrat) dapat dihancurkan.

Sebagai organisasi massa pemuda-mahasiswa yang sejati, membangkitkan – mengorganisasikan – menggerakan massa adalah tugas suci yang harus ditunaikan. FMN harus terus menempa dirinya sehingga mampu menjadi sekolah terbaik bagi pemuda-mahasiswa. Menjadi tempat belajar, alat pemersatu dan alat berjuang yang sejati. Hanya dengan itulah, FMN akan mampu melahirkan berjuta-juta lulusan terbaiknya. Lulusan terbaik yang siap dan suka rela mengabdikan dirinya untuk perjuangan rakyat.

FMN menyadari betul, di bawah kekuasaan rezim Jokowi, kampus begitu banyak menebar ilusi, depolitisasi, dan berbagai pengekangan lainnya. Namun, kenyataan tidaklah bisa ditutupi bahwa kondisi rakyat hari ini semakin sulit dan melarat. Kondisi tersebutlah yang harus dibuka, diperlihatkan, dan dijelaskan kepada mahasiswa. Bahwa saat ini rakyat Indonesia tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Oleh kareanya, berbagai program edukasi, propaganda, pengabdian kepada rakyat, dan kampanye massa harus semakin intensif dilakukan. FMN harus menjadi garda terdepan perjuangan mahasiswa.

Di tengah situasi yang semakin krisis ini, meskipun sistem lapuk setengah jajahan setengah feodal semakin membusuk, namun jangan sampai kita berfikiran bahwa musuh-musuh rakyat akan memberikan hak-hak rakyat dengan Cuma-Cuma. Mereka, imperialisme, tuan tanah besar, borjuasi besar komprador dan pemerintah tidak akan rela seluruh kuasanya diserahkan kepada rakyat. Oleh karenanya, jalan satu-satunya yang harus ditempuh oleh FMN dan rakyat Indonesia hanyalah Perjuangan Massa.
 
Perjuangan Massa yang saat ini sedang kita jalankan merupakan perjuangan yang panjang, berliku dan penuh tantangan. Namun, jika rakyat telah berkehendak, maka tidak ada satupun yang bisa menghalanginya. Kehendak dari perjuangan massa akan menemukan hari depannya yang cerah. Perjuangan FMN bersama rakyat akan berlabuh pada kemenangan sejatinya. 

Kawan-kawan sekalian, demikian pidato singkat ini saya sampaikan. Sekali lagi, saya haturkan rasa bangga kepada seluruh pimpinan dan anggota FMN. Selamat Hari Lahir ke-15 tahun bagi organisasi kita. Yakinlah perjuangan FMN akan menang, yakinlah akan cerahnya hari depan perjuangan massa.
Majulah Perjuangan Massa, Majulah Perjuangan FMN !
Jayalah Perjuangan Massa !
Panjang Umur Front Mahasiswa Nasional !
Jayalah Front Mahasiswa Nasional !

Jakarta, 18 Mei 2018
Hormat Kami,
PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL



Symphati Dimas Rafi’i
Ketua Umum
 
Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger