Headlines News :
Home » » Pernyataan Sikap FMN:Bebaskan Fachri dan Arifin serta Seluruh mahasiswa Papua yang Ditangkap oleh Kepolisian Kota Surabaya. Hentikan Seluruh Tindak Kekerasan, Diskriminasi, dan Kriminalisasi Terhadap Rakyat

Pernyataan Sikap FMN:Bebaskan Fachri dan Arifin serta Seluruh mahasiswa Papua yang Ditangkap oleh Kepolisian Kota Surabaya. Hentikan Seluruh Tindak Kekerasan, Diskriminasi, dan Kriminalisasi Terhadap Rakyat

Written By Pimpinan Pusat Fmn on Minggu, 02 Desember 2018 | 01.27

Fachri Syahrazad Anggota FMN Cabang Surabaya


Menjelang peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang jatuh pada tanggal 10 Desember. Rezim anti demokrasi Jokowi-Jk tidak ada henti hentinya melakukan tindakan pelanggaran HAM terhadap rakyat yangmemperjuangkan hak demokratisnya. Pada tanggal 1 Desember, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bersama organisasi mahasiswa lainnya di Surabaya memperingati Independence Day of West Papua untuk menuntut hak demokrasinya di seluruh daerah.
Aksi tersebut dihadapkan dengan tindak pelanggaran HAM oleh rezim jokowi-JK melalui aparat keamanan. Tindakan pelanggaran HAM dalam bentuk pembubaran, kekerasan dan penangkapan massa aksi oleh aparat kepolisian.

Aparat kepolisian Surabaya mengunakan Organisasi massa (Ormas) untuk melakukan provokasi, pembubaran massa aksi. Ormas tersebut melakukan pelemparan batu, botol, dan bambu runcing (perangkat aksi) kepada massa aksi. Tindakan tersebut mengakibatkan 16 orang luka-luka dan tiga (3) di antaranya harus dilarikan kerumah sakit karena kepalanya bocor.

Pada jam 11.00 WIB massa aksi membubarkan diri dan kembali ke asrama Papua. Tindakan tidak berhenti di situ, tindakan intimidasi penangkapan oleh personil kepolisan dilakukan kepada massa aksi yang sudah berada di Asrama Papua.

Arifin Mahasiswa Surakarta 
Aparat kepolisian melakukan penangkapan kepada 233 orang massa aksi pada pukul 01.00 WIB dan dibawa ke Polrestabes Surabaya. Salah satu dari korban penangkapan tersebut adalah Fachri Syahrazad Anggota FMN Cabang Surabaya (Mahasiswa ITSD4 Infrastruktur Sipil) diseret oleh polisi dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya .Barang-barang Fachri ditemukan di Asrama Papua, ponselnya terakhir dapat dihubungi pada pukul 00:40d ini hari. Saksi kami yang pada saat itu juga sedang berada di asrama Papua menyaksikan Fachri ditarik oleh salah satu aparat kepolisian berseragam lengkap. Hal hampir sama juga dialami oleh Arifin (Mahasiswa Surakarta) yang menjadi korban penangkapan pihak kepolisian. Saat ini sudah dikonfirmasi bahwa Fachri masih ditahan di Polrestabes Surabaya.

Tindakan diskriminasi dan kekerasan terhadap aktivis dan rakyat yang semakin sering terjadi merupakan wujud nyata dari watak fasis rezim Jokowi. Demi stabilitas politik, demi keramahan investasi, dan demi kemenangan dalam kontestasi Rezim Jokowi terus mempertajam penindasannya terhadap rakyat. Kritik dan aksi-aksi demokratis rakyat selalu dihadapkan dengan aparat dan tindakan represif. Rakyat terus menjadi korban, tidak hanya korban kemiskinan akibat kebijakan ekonomi neoliberalnya namun juga korban tindasan fasia yang merampas kebebasan demokrasi. Semua itu tidak lain dilakukan oleh rezim Jokowi sebagai bentuk pelayanan maksimalnya bagi tuan imperialis AS dan kepentingan borjuasi besar komprador serta tuan tanah besar di Indonesia.

Kenyataan itu menujukan kepada rakyat bahwa, tidak salah jika saat ini rakyat menyematkan dan mengatakan bahwa rezim Jokowi adalah fasis dan pelanggar HAM. Bahkan ini semakin meneguhkan bahwa nasib serta masa depan rakyat tidak bisa diditipkan oleh siapapun, pemenuhan hak demokratis rakyat harus diperjuangkan secara kolektif. Atas dasar itu, FMN menyatakan sikap dan tuntutannya,Mengecam dan mengutuk seluruh tindak fasis Jokowi-JK berupa intimidasi, kekerasan, penangkapan terhadap rakyat yang memperjuangkan hak demokratisnya.
  1. Bebaskan Fachri dan Arifin serta seluruh massa aksi yang ditangkap oleh Polrestabes Surabaya tanpa Syarat !
  2. Hentikan Seluruh tindak kekerasan, diskriminasi dan kriminalisasi terhadap rakyat
  3. Hentikan diskriminasi dan berikan jaminan kebebasan demokrasi bagi mahasiswa dan rakyat Papua !

Kami menyerukan kepada seluruh pemuda mahasiswa dan rakyat untuk memperkuat perjuangan melawan segala tindakan fasis Jokowi-JK dalam bentuk kekerasan, kriminalisasi, penangkapan terhadap rakyat

Jakarta, 2 Desember 2018
Hormat kami,

Symphati Dimas Rafi’i
Ketua umum

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger