Headlines News :
Home » , , , » Pidato Politik Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional: Memperingati Hari Lahir FMN ke-16

Pidato Politik Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional: Memperingati Hari Lahir FMN ke-16

Written By PP FMN on Jumat, 17 Mei 2019 | 14.09


Tingkatkan Daya Juang dan Militansi: Melompat Jauh Kedepan Perbesar Organisasi dan Majukan Perjuangan Demokratis Nasional


Salam Demokrasi,
Hidup Klas Buruh !
Hidup Kaum Tani !
Hidup Pemuda-Mahasiswa !
Hidup Kaum Perempuan
Hidup Front Mahasiswa Nasional !

Kami sampaikan salut dan hormat setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran organisasi, seluruh pimpinan dan anggota FMN yang selalu rela berkorban dan gigih dalam garis perjuangan demokratis nasional. Selama 16 tahun ini, kita semua telah menunjukan konsistensi dan tangguh yang membaja demi kemajuan organisasi dan demi perjuangan massa. Keteguhan dalam melawan setiap kesulitan, ketabahan dalam membangun dan mengembangkan organisasi, serta keberanian yang berkobar untuk terus memperhebat perjuangan massa rakyat tertindas di Indonesia. Itu semua harus kita tingkatkan, terus menempa diri.

Kami juga menyampaikan rasa terimakasih yang tidak terhingga kepada seluruh organisasi-organisasi massa rakyat tertindas yang telah banyak memberikan pelajaran dan inspirasi. Organisasi Klas Buruh, Kaum Tani, dan sektor lainnya telah menjadi tauladan yang terus membajakan militansi kami dalam berjuang dan meneguhkan semangat pengabdian kami kepada rakyat.

Begitu pula kepada seluruh pemuda-mahasiswa di Indonesia yang terus menunjukan keteguhannya sebagai bagian dari perubahan besar rakyat Indonesia. Pemuda-Mahasiswa memiliki tugas suci nan panjang untuk berjuang bersama rakyat, mengabdikan ilmu pengetahuan, tenaga, dan seluruh miliknya untuk perjuangan rakyat.

Kepada Seluruh kawan-kawan FMN,
16 tahun telah berlalu sejak FMN berdiri dengan deklarasi yang menggema, dan kondisi objektif semakin jelas menunjukan kemerosotan dari sistem yang dibangun oleh imperialisme. Imperialisme adalah macan kertas, mereka tidak lagi bisa menemukan obat untuk mengatasi krisis dalam tubuhnya. Sehingga sisa tenaganya dicurahkan untuk melipatgandakan penghisapan dan tindasan terhadap seluruh rakyat dunia.

Di dalam negerinya, pemerintah AS menjalankan politik upah murah semakin gencar, pemangkasan subsidi, pembatasan rakyat atas akses fasilitasi publik, hingga PHK Massal terjadi. Sementara di berbagai negeri bonekanya, imperialis AS memaksakan dikte dari skema neoliberalnya dapat dijalankan.

Tidak hanya melalui rezim bonekanya, namun lebih jauh lagi imperialis AS tidak segan melakukan provokasi, intervensi, hingga serangan agresi militernya kepada negeri-negeri yang bertentangan dengannya. Semua itu demi memuluskan perputaran kapitalnya dan mendapatkan super profit yang semakin besar, sehingga semakin meluaskan dominasi di berbagai negeri. Dengan harapan akan menunda kehancuran dari imperialisme.

Situasi tersebut semakin memperterang pandangan kita bahwa imperialisme AS adalah musuh dari seluruh rakyat dunia, merupakan musuh dan sumber masalah dari rakyat Indonesia. Oleh karennya, sistem dan era imperialisme saat ini juga menunjukan pembusukan dan kemerosotannya kepada kita. Maka semakin jelas bahwa hari depan dari sistem dan era imperialisme adalah Liang Kubur, sementara hari depan dari perjuangan rakyat adalah kemenangan yang gemilang. Perkuat persatuan rakyat dan solidaritas internasional, Hancurkan Imperialisme !!

Kawan-kawan Pejuang Sejati,
Indonesia adalah negeri setengah jajahan setengah feodal, di mana imperialisme Amerika Serikat yang bersandar pada basis sosial feodal terus menghisap rakyat Indonesia. Perjuangan kita saat ini adalah perjuangan demokratis nasional, artinya bertujuan untuk menghancurkan imperialisme dan feodalisme. Mengapa demikian? karena akibat dari dominasi imperialisme dan feodalisme, rakyat Indonesia terus terpuruk dan hidup dalam belenggu kemiskinan. Rezim boneka dalam negeri (Jokowi-JK) terus memfasilitasi bisnis imperialisme di Indonesia. Upah klas buruh semakin defisit karena politik upah murah dan skema perampasan upah yang keji. Melalui PP No.78/2015, upah klas buruh dibatasi dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Belum lagi perampasan upah melalui pajak dan pungutan lainnya. Di sisi lain, kapitalis monopoli dan borjuasi besar komprador mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Sedangkan karena feodalisme, kaum tani terus terbelenggu oleh monopoli dan perampasan tanah, perampasan produk lebih dan keterbelakangan produksi. Program reforma agraria rezim Jokowi adalah upaya memanipulasi dan ilusi untuk mengintensifkan perampasan tanah. Bahkan kampus – kampus kita terus mempromosikan kebijakan tersebut, melegitimasinya, hingga menjelma pula menjadi tuan tanah. Dengan semua itu, maka kita juga harus berjuang bersama untuk memusnahkan feodalisme, menghancurkan monopoli dan perampasan tanah !!

Imbas besar juga menimpa kita sebagai pemuda mahasiswa. Pemuda terus dihadapkan oleh realita hidup yang semakin sulit. Sempitnya lapangan pekerjaan, mahalnya biaya pendidikan, dan dirampasnya demokrasi membuat masa depan pemuda kian suram.

Melalui berbagai programnya, kampus menyuguhkan macam-macam teori, dalil, dan konsepsi yang sejatinya membodohi dan menjauhkan mahasiswa dari rakyat. Mahasiswa di mata rezim Jokowi hanya sebagai Sapi Perahan, baik melalui biaya pendidikan yang tinggi hingga tenaganya sebagai pekerja upah murah. Melalui program perluasan sekolah/jurusan Vokasi, itu dilakukan bukan tanpa alasan. Program Vokasional erat hubungnya dengan program Pemagangan Nasional pada sektor perburuhan. Melalui program tersebut borjuasi besar komprador dan imperialisme akan mendapat keuntungan melalui banyaknya tenaga Magang yang siap di bayar murah.

Demi memuluskan semua kepentingan tuan imperialis dan tuan tanah besar, rezim Jokowi tidak segan merepresi rakyatnya, hingga menukar nyawa rakyat dengan rentetan mega proyeknya. Bahkan saat ini, rakyat untuk berorganisasi dan berpikir saja sudah dibatasi melalu regulasi maupun kebijakan. Tidaklah salah jika selama ini kita nyatakan bahwa rezim Jokowi adalah rezim Fasis !

Sungguh realita yang tentunya tidak bisa kita terima begitu saja. Itu semua bukan alamiah, bukan pula takdir kita. Seluruh petaka yang disebabkan oleh musuh rakyat dapat dihentikan dan diubah. Pemuda-mahasiswa harus terus berjuang bersama rakyat.

Kawan-kawanku yang Patriotik,
16 tahun yang lalu pada hari yang sama di Indonesia telah terjadi peristiwa besar, di mana gerakan mahasiswa dari berbagai daerah turut serta dalam Kongres Pendirian organisasi massa mahasiswa yang hingga kini kita cintai, Front Mahasiswa Nasional. Momentum tersebut memiliki arti penting dan strategis dalam hari depan perjuangan demokratis nasional di Indonesia. Lahirnya FMN telah menjadi tonggok bersejarah, terus mengambil peran sebagai bagian maju dalam gerak perjuangan massa rakyat. Hingga saat ini, fakta tersebut tetap kita jaga dan diakui oleh rakyat, hanya golongan musuh rakyat yang kepala batu saja tidak setuju atas hal itu.
Apa arti dari organisasi yang maju? artinya adalah tetap teguh untuk belajar dan mengabdi di garis depan perjuangan rakyat. Saat ini, di tengah jutaan rakyat Indonesia yang terus berjuang, terdapat organisasi kita di dalamnya. Terdapat FMN yang selalu ambil bagian aktif dalam perjuangan membangkitkan, mengorganisasikan dan menggerakan pemuda-mahasiswa. Dalam 16 tahun ini, FMN terus berupaya menempa dirinya menjadi organisasi yang memiliki keteguhan sekuat baja, mengintensifkan perjuangannya melawan rezim boneka dan kediktatoran bersama borjuasi besar komprador serta tuan tanah. FMN terus teguh dalam garis perjuangan anti imperialis dan anti feodal.
Namun, tentu FMN menyadari bahwa kekuataan yang ada saat ini belumlah cukup untuk mengalahkan musuh rakyat, bahwa apa yang dilakukan oleh FMN selama ini belumlah maksimal dan kerap menuai salah. Mengapa demikian, karena seluruh anggota kita belum sepenuhnya memahami bagaimana esensi perjuangan ini, bahwa FMN bukanlah induk dari kekuatan penghancur imperialisme dan feodalisme. Sehingga hari depan harus kita tatap dengan tegak, esok akan kita tapaki dengan yakin bahwa FMN akan terus maju dan membesar.
Tantangan saat ini bagi FMN adalah memperbesar organisasinya dengan mengorganisasikan jutaan mahasiswa di Indonesia. Mempersatukan mahasiswa dalam garis perjuangan demokratis nasional akan melikuidasi pikiran individualis, oportunis dan liberal yang sekarang menjamur. Namun demikian, tidaklah ada syarat bagi FMN untuk besar tanpa mendorong organisasi dan seluruh anggotanya pergi ke tengah-tengah massa, klas buruh dan kaum tani. Tanpa itu, kita akan diserang oleh kesulitan dan diterpa ribuan kegagalan dalam memperbesar organisasi. Karena itu, FMN harus mampu mengintegrasikan diri dengan klas buruh dan kaum tani, menghubungkan perjuangannya dengan kepentingan klas buruh dan kaum tani, hanya itu yang dapat menjadi Kawah Candradimuka menempa pimpinan dan anggota FMN.
Kini, kita terus maju melesat, memperbaiki segala kekeliruan dan kita bakar menjadi abu agar tidak menjangkit kembali. Kita pelajari pengetahuan baru untuk kemajuan perjuangan rakyat, kita peras hingga kering pengalaman praktik sehingga menemukan sari patinya untuk perbaikan organisasi.
Kawan-kawanku, kita sudah melompati berbagai hambatan dan mampu meraih berbagai capaian. Kini kita sudah memiliki ribuan anggota yang tersebar di 135 kampus di Indonesia. Kita berhasil mendobrak dinding tebal kebudayaan imperialis dengan membangun organisasi di kampus-kampus besar dan strategis. Kini kita telah berdiri di Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanudin, Universitas Udayana, Universitas Jambi. Kampus-kampus yang dalam beberapa tahun sangat sulit dikembangkan, namun kini kita telah berhasil.
Apakah itu semua cukup? tidak. Memang seluruh capaian tersebut harus diapresiasi dan dihargai karena hasil kerja tiada henti dari seluruh anggota dan pimpinan FMN. Namun, kita memiliki target lebih besar dari itu. Sehingga esok, lusa dan seterusnya kita tidak boleh melangkah, kita harus melompat jauh kedepan. Melompat jauh untuk menjangkau ribuan kampus lainnya di Indonesia. Melompat untuk membangun organisasi di kabupaten dan provinsi baru, melompat untuk mengorganisasikan jutaan mahasiswa ke dalam FMN.
Lebih jauh lagi, FMN harus terus belajar dan bersiap untuk melompati tahap perjuangan yang saat ini dilakukan oleh rakyat Indonesia. Gerak sejarah dan kondisi objektif saat ini membuktikan kepada kita, bahwa jalan bagi hari depan rakyat yang gemilang bukan melalui Pemilu, bukan pula Parlemen. Artinya FMN harus terlibat aktif untuk membuka jalan baru bagi perjuangan rakyat yang sejati, yaitu jalan reforma agraria sejati di perdesaan, menjadikan desa sebagai basis kekuatan utama perjuangan rakyat secara ekonomi, politik dan kebudayaan, serta kekuatan utama gerakan rakyat. Hanya dengan itu, maka seluruh klas dan sektor rakyat tertindas dapat terbebas dari belenggu imperialisme dan feodalisme.
Kawan-kawan sekalian, demikian pidato singkat ini saya sampaikan. Sekali lagi, saya haturkan rasa bangga kepada seluruh pimpinan dan anggota FMN. Selamat Hari Lahir ke-16 tahun bagi organisasi kita.
Majulah Perjuangan Massa, Majulah Perjuangan FMN !
Panjang Umur Front Mahasiswa Nasional !

Jayalah Front Mahasiswa Nasional !

Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional



Symphati Dimas Rafi'i
Ketua Umum

Share this article :

1 komentar:

tarmidi268@gmail mengatakan...

selamat ulang tahun yg ke 16 semoga makin kuat dan solid berdama kaum tertinadas lainya jayalah perjuangan Mahasiswa Nasional....

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger