Headlines News :
Home » , , , » Sambutan Solidaritas untuk Peringatan Hari Lahir FMN ke-16 (18 Mei 2003 – 18 Mei 2019)

Sambutan Solidaritas untuk Peringatan Hari Lahir FMN ke-16 (18 Mei 2003 – 18 Mei 2019)

Written By PP FMN on Minggu, 19 Mei 2019 | 07.55





“Pemuda Mahasiswa Berani Berjuang dan Berani Menang Bersama Rakyat”


Salam demokrasi,

INDIES menyampaikan salut dan apresiasi yang tinggi kepada Front Mahasiswa Nasional (FMN) sebagai organisasi nasional yang teguh dan mandiri mengorganisasikan dan memajukan perjuangan mahasiswa, menempa garis perjuangan untuk mengabdi kepada rakyat.

16 tahun merupakan periode energik bagi organisasi untuk berkembang dan berkarya. Maka, suatu kebanggaan melihat FMN semakin besar dan meluas di berbagai daerah di Indonesia. Tentu telah banyak pengorbanan dalam perjuangannya, namun semangat “berani berjuang dan berani menang” telah mendorong seluruh pimpinan dan anggota untuk terus konsisten berjuang  bersama rakyat menentang imperialisme, feodalisme, dan kapitalis birokrat di Indonesia.

Seluruh pimpinan dan anggota FMN,
Pemuda mahasiswa adalah tenaga penggerak dengan mobilitas dan semangat yang tinggi sehingga sangat bermanfaat bagi perjuangan rakyat. Mereka adalah pejuang untuk masa depan yang cerah bagi bangsanya, pilar penting bagi pembangunan yang adil dan demokratis di berbagai negeri.
Namun, saat ini kaum pemuda terus dibelenggu dengan kebudayaan terbelakang, ditindas dengan berbagai kebijakan yang tidak demokratis, dibelenggu dengan sistem pendidikan yang tidak ilmiah dan mengabdi pada rakyat, dan masa depannya dirampas karena sistem ekonomi dan pembangunan yang menghisap dan menindas.

Lantas, mengapa pemuda dan mahasiswa harus memperbesar organisasi dan berjuang bersama rakyat?
Rakyat di berbagai sektor mengalami penindasan dan penghisapan yang jauh berlipat ganda. Sebagain dari mereka adalah golongan pemuda baik laki-laki dan perempuan di pedesaan dan pekotaan yang juga bekerja di berbagai sektor ataupun tidak memiliki pekerjaan, atau bahkan dirampas pekerjaannya. Sebagian dari mereka juga adalah pemuda yang semestinya mendapat pendidikan yang layak sehingga dapat meneruskan Pendidikan tinggi sebagai mahasiswa di berbagai universitas. Jumlah mereka sangat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pemuda yang yang bisa berkuliah. Bukan karena mereka tidak ingin bersekolah dan kuliah tetapi karena sistem Pendidikan yang dibangun dengan tatanan ekonomi penghisapan telah membuat menempatkan mereka jauh lebih sulit mengakses layanan pendidikan.

Secara global, atas nama pembangunan, kerjasama, dan investasi, kapitalis monopoli internasional telah mengalihkan beban krisis ke pundak rakyat di berbagai negeri, melipatgandakan penghisapan dan penindasan untuk mempertahankan akumulasi modal dan keuntungan super agar dapat terus bertahan hidup. Berbagai skema dijalankan melalui kebijakan dan kerjasama regional dan internasional atas nama konektivitas, infrastruktur, akselerasi pembangunan dan perdagangan.
Perampasan tanah, sumber daya alam, dan kemisikinan justru semakin meningkat, upah buruh justru semakin ditekan murah, kerja layak semakin jauh dari harapan, privatisasi dan komersialisasi pendidikan tak terhindarkan, migrasi paksa tak terbendung, militerisasi dan konflik semakin meluas, kerusakan lingkungan dan bencana semakin memperburuk kehidupan rakyat. Di saat yang sama, dengan berbagai cara mereka berusaha mengelabui rakyat tentang siapa musuh sebenarnya, imperialism dibawah pimpinan Amerika Serikat.

Suatu kondisi yang tidak saja semakin menyeret buruh dan kaum tani kedalam jurang kemerosotan hidup, tetapi juga membunuh masa depan cerah bagi pemuda di berbagai sektor dan mahasiswa secara khusus. Tidak hanya dirasakan oleh rakyat di Indonesia tetapi juga rakyat di seluruh belahan dunia.

Kondisi ini harus menjadi pelajaran terpenting bagi mahasiswa bahwa masalah pemuda di Indonesia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari penderitaan rakyat baik di dalam negeri ataupun dengan rakyat di berbagai negeri lainnya. Kondisi ini juga harus meneguhkan pandangan kita bahwa berjuang bersama rakyat di Indonesia dan pembangunan solidaritas dengan rakyat di berbagai negeri merupakan kerja yang harus dibangun dalam rangka mengubah dan memajukan dunia yang adil.  

Rekan-rekan FMN yang kami hormati,        
Pembangunan dan demokrasi yang menjamin keadilan dan kesejahteraan rakyat akan tercapai dengan pelaksanaan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional. Kondisi ini sekaligus akan menjamin terwujudnya pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat, sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh FMN.

Dari sini kita belajar bahwa masa depan pemuda mahasiswa tidaklah terpisah dari penderitaan rakyat, demikian juga perjuangannya. Semakin maju perjuangan rakyat, maka semakin besar keberanian untuk menang dan masa depan gemilang bagi pemuda mahasiswa.

Sekali lagi, salut dan hormat bagi FMN, semoga selalu semangat dan sukses di usia 16 tahun.
Semoga semakin teguh dalam membangun, memperkuat dan mengembangkan organisasi agar dapat memajukan perjuangan massa mahasiswa bersama rakyat!

Salam hormat,
INDIES

Kurniawan Sabar
Direktur

Share this article :

0 komentar:

 
Support : PP FMN | wisata jogja | SPOER
Copyright © 2011. Front Mahasiswa Nasional - All Rights Reserved
Thanks to: Mas Kolis
Proudly powered by Blogger